Selasa, 07 Juni 2011

ISO Standar untuk eLearning - ISO / IEC 19796-1:2005

Redlaunch adalah memperbarui nya Sistem Mutu untuk menggabungkan persyaratan sertifikasi untuk ISO Standard, ISO / IEC 19796-1:2005, Teknologi Informasi baru - Pelatihan Pembelajaran, Pendidikan dan - Manajemen Mutu, Assurance dan Metrik - Bagian 1: Pendekatan umum. Memperbarui Redlaunch adalah Sistem KUALITAS untuk memasukkan persyaratan sertifikasi untuk ISO Standard, ISO / IEC 19796-1:2005, Teknologi Informasi - Belajar, Pendidikan dan Pelatihan - Manajemen Mutu, Jaminan dan metrik - Name of 1: Umum pendekatan.
ISO / IEC 19796-1:2005 bertujuan untuk menyelaraskan berbagai pendekatan yang digunakan di seluruh dunia untuk menilai kualitas e-learning inisiatif. ISO / IEC 19796-1:2005 bertujuan untuk menyelaraskan berbagai perlengkapan pendekatan Yang di seluruh Dunia untuk menilai KUALITAS inisiatif e-learning. Ini adalah kerangka untuk menjelaskan, membandingkan, menganalisis, dan menerapkan pendekatan manajemen mutu dan jaminan kualitas. Ini adalah Kerangka untuk menjelaskan, membandingkan, menganalisis, dan melaksanakan pengelolaan KUALITAS OTHER mutu dan pendekatan.
Bruce Peoples, Ketua kelompok ISO / IEC yang mengembangkan standar menjelaskan, Bruce Peoples, Ketua ISO / IEC Kelompok Yang mengembangkan menjelaskan standar,
Standar ini merupakan harmonis internasional tahu-bagaimana pada kualitas untuk e-learning. Mewakili diselaraskan standar industri tahu-bagaimana KUALITAS Internasional untuk e-learning. Dengan memiliki persyaratan yang sebanding dan umumnya dipahami dan kriteria, akan ada pertandingan yang lebih baik antara kebutuhan pengguna, pembeli dan penyedia. Artikel Baru memiliki sebanding dan umumnya dipahami persyaratan dan Kriteria, pertandingan yang akan ADA Yang lebih Baik ANTARA kebutuhan pengguna, penyedia dan pembeli.
ISO / IEC 19796-1:2005 terdiri dari item berikut:: ISO / IEC 19796-1:2005 terdiri Dari item berikut::
• deskripsi skema untuk manajemen mutu; KUALITAS deskripsi skema Policy;
• model proses mendefinisikan proses dasar yang harus dipertimbangkan ketika kualitas pengelolaan dalam bidang ICT-mendukung pembelajaran, pendidikan, dan pelatihan; Model proses mendefinisikan proses ditempatkan Yang Harus dipertimbangkan ketika mengelola KESAWAN KUALITAS ICT Kepemilikan Modal Yang didukung belajar, Pendidikan, Pelatihan dan;
• kesesuaian pernyataan untuk format deskripsi. pernyataan untuk deskripsi format kesesuaian.
The lampirannya menunjukkan contoh penggunaan dan didasarkan pada Perancis 'Kode Tata Laku dalam e-Learning' (AFNOR Z 76-001) dan Jerman DIN 1032-1 PAS.PERUSAHAAN menunjukkan contoh-contoh penggunaannya didasarkan dan Perancis PADA 'Kode Etik KESAWAN e-Learning' (AFNOR Z 76-001) dan DIN Jerman PAS 1,032-1. Selain itu, suatu lampiran pada Referensi Kriteria Kualitas (RQC) dimasukkan.Selain ITU, PERUSAHAAN PADA sebuah Kriteria KUALITAS Referensi (RQC) disertakan.
ISO / IEC 19796-1 adalah bagian pertama dari suatu kerangka menyeluruh yang dijadwalkan akan dikembangkan selama dua tahun ke depan dan yang akan mencakup dokumen-dokumen berikut:: ISO / IEC 19796-1 adalah Name of Pertama Dari keseluruhan Kerangka dijadwalkan akan dikembangkan Yang selama doa years dan akan Yang berikut mencakup Dokumen-Dokumen::
Bagian 2: model Kualitas, akan menyelaraskan aspek sistem mutu dan hubungan mereka dan akan memberikan orientasi bagi seluruh stakeholder. Name of 2: KUALITAS model, menyelaraskan Aspek mutu dan sistem akan sales dan mereka akan memberikan orientasi BAGI * Semua stakeholder. Ini tidak akan memberlakukan implementasi tertentu tapi akan, sebaliknya, fokus pada hasil yang diharapkan mereka.Regular tidak akan Checklists Memverifikasi Daftar nama tertentu Implementasi akan tetapi, sebaliknya, PADA dimaksudkan Hasil FOKUS.
Bagian 3: Referensi metode dan metrik, akan menyelaraskan format untuk menggambarkan metode dan metrik untuk manajemen mutu dan jaminan. Name of 3: Referensi metode dan metrik, format akan menyelaraskan untuk mendeskripsikan metode dan metrik KUALITAS Policy dan OTHER. Ini akan memberikan kumpulan metode referensi yang dapat digunakan untuk mengelola dan memastikan kualitas dalam konteks yang berbeda. Ini akan menyediakan metode Koleksi referensi dapat Yang perlengkapan untuk mengelola dan memastikan KUALITAS KESAWAN Yang konteks berbeda. Bagian ini selanjutnya akan menyediakan koleksi metrik referensi dan indikator yang dapat digunakan untuk mengukur kualitas proses, produk, komponen, dan jasa. Suami akan lebih memberikan Koleksi referensi Name of metrik dan Indikator Yang dapat perlengkapan untuk mengukur proses KESAWAN KUALITAS, Produk, Komponen, dan jasa.
Bagian 4: Best praktek dan pedoman pelaksanaan, akan memberikan harmonis kriteria untuk identifikasi praktek terbaik, pedoman untuk adaptasi, pelaksanaan, dan penggunaan dari standar ini multi-bagian, dan akan berisi satu set kaya contoh-contoh praktek terbaik. Name of 4: dan petunjuk pelaksanaan latihan Terbaik, Kriteria diselaraskan akan memberikan identifikasi praktek Terbaik, Pedoman BAGI adaptasi, pelaksanaan, penggunaan standar Suami dan multi-Name of, dan akan berisi serangkaian kaya Terbaik contoh-contoh praktek.
Redlaunch akan menerapkan Bagian 2-4 seperti yang mereka dilepaskan. Bagian Redlaunch akan Checklists Memverifikasi Daftar nama 2-4 ketika mereka dilepaskan.

Teknik Dasar Drible (Menggiring bola)

Dribe atau menggiring bola adalah menguasai bola dengan berlari dan tetap menjaga posisi bola agar tetap berada dekat dan dalam penguasaan kita.Teknik drible ini biasanya digunakan untuk..... melewati/mengecoh lawan. Kita bisa melakukan latihan drible dengan cara yang bervariasi, contoh : buatlah 4 sampai 5 penghalang berjarak sama, kemudian mulailah mendrible bola (menggiring)melewati penghalang tersebut dengan gerakan zig-zag. Usahakan bola jangan sampai menyentuh penghalang. Pada awal latihan, penghalang bisa dibuat dengan jarak yang agak lebar. Jika sudah merasa lancar jarak penghalang bisa dipersempit.
Teknik Dasar Menendang bola
Menendang adalah hal yang hampir setiap saat kita lakukan dalam permainan sepak bola. Jadi seorang pemain mutlak harus bisamenendang dengan cara yang benar. Dalam permainan sepak bola,menendang..... dapat dilakukan dengan kaki bagian luar atau bagian dalam. Untuk melakukan latihan ini, bisa dilihat pada gambar.
Menendang dengan kaki bagian luar
Menendang dengan kaki bagian dalam
Dalam prakteknya menendang dengan kaki bagian luar biasanya lebih sulit dilakukan dibandingkan dengan kaki bagian dalam. Tapi itu bukan mustahil untuk dilakukan, lakukan latihan secara rutin dan bertahap, jika sudah semakin lancar bisa dilakukan dengan menggabung gerakan lainnya. Misalkan dengan lari.

HEADING BALL (SUNDULAN)

Heading adalah menanduk/menendang bola degan kepala atau dalam bahasainggris disebut heading ball. Dalam permainan sepak bola, sundulan yang terarah sangat bermanfaat untuk mengawali serangan efektif, atau bahkan bisa menghasilkan gol. Latihan heading bisa dilakukan dengan banyak variasi, salah satunya adalah penguasaan bola dengan kepala. Tentu cara ini agak sulit, karena harus terus..... mempertahankan bola di udara. Namun, hal ini bukan mustahil untuk dilakukan. Jika sudah biasa dilakukan, latihan seperti ini akan menyempurnakan kemampuan heading. Contoh yang bisa dilakukan adalah kita membuata area latihan yang kira-kira cukup untuk bermain 2 tim, masing-masing tim terdiri dari 6 orang. Bola diawali dari lemparan pemain netral ke salah satu tim. Kemudian, tim itu harus berusaha menguasai dengan baik, jangan sampai terebut pemain lawan. Sundulan bola dari kepala ke kepala rekannya. Heading yang dilakukan tidak boleh sembarang heading, tapi harus bisa mengarah ke tempat yang dituju dengan arah yang baik. Jika bola jatuh atau terebut, maka penguasaan bola diganti tim lainnya. Begitu seterusnya. Kesulitan lambat laun akan berkurang. Itu artinya kemampuan mengarahkan sundulan semakin baik dan akan bermanfaat dalam permainan.

BOLA VOLI

LAPANGAN PERMAINAN
Ukuran lapangan bola voli yang umum adalah 9 meter x 18 meter. Ukuran tinggi net putra 2,43 meter dan untuk net putri 2,24 meter. Garis batas serang untuk pemain belakang berjarak 3 meter dari garis tengah (sejajar dengan jaring). Garis tepi lapangan adalah 5 cm.
CARA PERMAINAN
Permainan ini dimainkan oleh 2 tim yang masing-masing terdiri dari 6 orang pemain dan berlomba-lomba mencapai angka 25 terlebih dahulu.
Dalam sebuah tim, terdapat 4 peran penting, yaitu tosser (atau setter), spiker(smash), libero, dan defender (pemain bertahan). Tosser atau pengumpan adalah orang yang bertugas untuk mengumpankan bola kepada rekan-rekannya dan mengatur jalannya permainan. Spiker bertugas untuk memukul bola agar jatuh di daerah pertahanan lawan. Libero adalah pemain bertahan yang bisa bebas keluar dan masuk tetapi tidak boleh men-smash bola ke seberang net. Defender adalah pemain yang bertahan untuk menerima serangan dari lawan.
Permainan voli menuntut kemampuan otak yang prima, terutama tosser.Tosser harus dapat mengatur jalannya permainan. Tosser harus memutuskan apa yang harus dia perbuat dengan bola yang dia dapat, dan semuanya itu dilakukan dalam sepersekian detik sebelum bola jatuh ke lapangan sepanjang permainan. Permainan ini dimainkan oleh 2 tim yang masing-masing terdiri dari 6 orang pemain dan mengusahakan untuk mencapai angka 25 terlebih dahulu untuk memenangkan suatu babak.
SEJARAH
Pada awal penemuannya, olahraga permainan bola voli ini diberi namaMintonette. Olahraga Mintonette ini pertama kali ditemukan oleh seorang Instruktur pendidikan jasmani (Director of Phsycal Education) yang bernamaWilliam G. Morgan di YMCA pada tanggal 9 Februari 1895, di Holyoke,Massachusetts (Amerika Serikat).
William G. Morgan dilahirkan di Lockport, New York pada tahun 1870, dan meninggal pada tahun 1942. YMCA (Young Men’s Christian Association) merupakan sebuah organisasi yang didedikasikan untuk mengajarkan ajaran-ajaran pokok umat Kristen kepada para pemuda, seperti yang telah diajarkan oleh Yesus. Organisasi ini didirikan pada tanggal 6 Juni 1884 di London,Inggris oleh George William.
Setelah bertemu dengan James Naismith (seorang pencipta olahraga bola basket yang lahir pada tanggal 6 November 1861, dan meninggal pada tanggal 28 November 1939), Morgan menciptakan sebuah olahraga baru yang bernama Mintonette. Sama halnya dengan James Naismith, William G. Morgan juga mendedikasikan hidupnya sebagai seorang instruktur pendidikan jasmani. William G. Morgan yang juga merupakan lulusan Springfield College of YMCA, menciptakan permainan Mintonette ini empat tahun setelah diciptakannya olahraga permainan basketball oleh James Naismith. Olahraga permainan Mintonette sebenarnya merupakan sebuah permainan yang diciptakan dengan mengkombinasikan beberapa jenis permainan. Tepatnya, permainan Mintonette diciptakan dengan mengadopsi empat macam karakter olahraga permainan menjadi satu, yaitu bola basket, baseball, tenis, dan yang terakhir adalah bola tangan (handball). Pada awalnya, permainan ini diciptakan khusus bagi anggota YMCA yang sudah tidak berusia muda lagi, sehingga permainan ini-pun dibuat tidak seaktif permainan bola basket.
Perubahan nama Mintonette menjadi volleyball (bola voli) terjadi pada pada tahun 1896, pada demonstrasi pertandingan pertamanya di International YMCA Training School. Pada awal tahun 1896 tersebut, Dr. Luther Halsey Gulick (Director of the Professional Physical Education Training School sekaligus sebagai Executive Director of Department of Physical Education of the International Committee of YMCA) mengundang dan meminta Morgan untuk mendemonstrasikan permainan baru yang telah ia ciptakan di stadion kampus yang baru. Pada sebuah konferensi yang bertempat di kampus YMCA, Springfield tersebut juga dihadiri oleh seluruh instruktur pendidikan jasmani. Dalam kesempatan tersebut, Morgan membawa dua tim yang pada masing-masing tim beranggotakan lima orang.
Dalam kesempatan itu, Morgan juga menjelaskan bahwa permainan tersebut adalah permainan yang dapat dimainkan di dalam maupun di luar ruangan dengan sangat leluasa. Dan menurut penjelasannya pada saat itu, permainan ini dapat juga dimainkan oleh banyak pemain. Tidak ada batasan jumlah pemain yang menjadi standar dalam permainan tersebut. Sedangkan sasaran dari permainan ini adalah mempertahankan bola agar tetap bergerak melewatinet yang tinggi, dari satu wilayah ke wilayah lain (wilayah lawan).

Urutan serve
Penghitungan angka
Aturan permainan dari bola voli adalah:
1. Jika pihak musuh bisa memasukkan bola ke dalam daerah kita maka kita kehilangan bola dan musuh mendapatkan nilai
2. Serve yang kita lakukan harus bisa melewati net dan masuk ke daerah musuh. Jika tidak, maka musuh pun akan mendapat nilai
Sistem Pertandingan
• Sistem pertandingan menggunakan sistem setengah kompetisi yang terdiri dari 8 tim dan akan
disitribusikan ke dalam 2 (dua) group, masing-masing group terdiri dari 4 (empat) tim.
• Setiap tim terdiri dari 10 pemain meliputi 6 pemain inti yang bermain di lapangan dan 4 pemain cadangan.
• Pergantian pemain inti dan cadangan pada saat pertandingan berlangsung tidak dibatasi.
• Pertandingan tidak akan ditunda apabila salah satu atau lebih dari satu anggota tim sedang bermain untuk cabang olahraga yang
lain.
• Jumlah pemain minimum yang boleh bermain di lapangan adalah 4 orang.
• Apabila di lapangan terdapat kurang dari 4 orang, maka tim yang bersangkutan akan dianggap kalah.
• Setiap pertandingan berlangsung 3 babak (best of three), kecuali pada 2 babak sudah di pastikan pemenangnya maka babak ke tiga tidak perlu dilaksanakan.
• Sistem hitungan yang digunakan adalah 25 rally point. Bila poin peserta seri (24-24) maka pertandingan akan ditambah 2 poin. Peserta yg pertama kali unggul dengan selisih 2 poin akan memenangi pertandingan.
• Kemenangan dalam pertandingan penyisihan mendapat nilai 1. Apabila ada dua tim atau lebih mendapat nilai sama, maka penentuan juara group dan runner-up akan dilihat dari kualitas angka pada tiap-tiap set yang dimainkan.
• Kesalahan meliputi:
o Pemain menyentuh net atau melewati garis batas tengah lapangan lawan. o Tidak boleh melempar ataupun menangkap bola. Bola volley harus di pantulkan tanpa mengenai dasar lapangan. o Bola yang dipantulkan keluar dari lapangan belum dihitung sebagai out sebelum menyentuh permukaan lapangan. o Pada sat servis bola yang melewati lapangan dihitung sebagai poin bagi lawan, begitu juga sebaliknya penerima servis lawan yang membuat bola keluar dihitung sebagai poin bagi lawan. o Seluruh pemain harus berada di dalam lapangan pada saat serve dilakukan. o Pemain melakukan spike di atas lapangan lawan. o Seluruh bagian tubuh legal untuk memantulkan bola kecuali dengan cara menendang. o Para pemain dan lawan mengenai net 2 kali pada saat memainkan bola dihitung sebagai double faults.
• Setiap team diwajibkan bertukar sisi lapangan pada saat setiap babak berakir. Dan apabila dilakukan babak penetuan (set ke 3) maka tim yang memiliki nilai terendah boleh meminta bertukar lapangan sesaat setelah tim lawan mencapai angka 13.
• Time out dilakukan hanya 1 kali dalam setiap babak dan berlangsung hanya 1 menit.
• Diluar dari aturan yang tertera disini, peraturan permainan mengikuti peraturan international.
• Sistem pertandingan menggunakan sistem setengah kompetisi yang terdiri dari 8 tim dan akan disitribusikan ke dalam 2 (dua) group, masing-masing group terdiri dari 4 (empat) tim.
• Setiap tim terdiri dari 10 pemain meliputi 6 pemain inti yang bermain di lapangan dan 4 pemain cadangan.
• Pergantian pemain inti dan cadangan pada saat pertandingan berlangsung tidak dibatasi.
• Pertandingan tidak akan ditunda apabila salah satu atau lebih dari satu anggota tim sedang bermain untuk cabang olahraga yang lain.
• Jumlah pemain minimum yang boleh bermain di lapangan adalah 4 orang.
• Apabila di lapangan terdapat kurang dari 4 orang, maka tim yang bersangkutan akan dianggap kalah.
• Setiap pertandingan berlangsung 3 babak (best of three), kecuali pada 2 babak sudah di pastikan pemenangnya maka babak ke tiga tidak perlu dilaksanakan.
• Sistem hitungan yang digunakan adalah 25 rally point. Bila poin peserta seri (24-24) maka pertandingan akan ditambah 2 poin. Peserta yg pertama kali unggul dengan selisih 2 poin akan memenangi pertandingan.
• Kemenangan dalam pertandingan penyisihan mendapat nilai 1. Apabila ada dua tim atau lebih mendapat nilai sama, maka penentuan juara group dan runner-up akan dilihat dari kualitas angka pada tiap-tiap set yang dimainkan.
• Kesalahan meliputi:
o Pemain menyentuh net atau melewati garis batas tengah lapangan lawan. o Tidak boleh melempar ataupun menangkap bola. Bola volley harus di pantulkan tanpa mengenai dasar lapangan. o Bola yang dipantulkan keluar dari lapangan belum dihitung sebagai out sebelum menyentuh permukaan lapangan. o Pada sat servis bola yang melewati lapangan dihitung sebagai poin bagi lawan, begitu juga sebaliknya penerima servis lawan yang membuat bola keluar dihitung sebagai poin bagi lawan. o Seluruh pemain harus berada di dalam lapangan pada saat serve dilakukan. o Pemain melakukan spike di atas lapangan lawan. o Seluruh bagian tubuh legal untuk memantulkan bola kecuali dengan cara menendang. o Para pemain dan lawan mengenai net 2 kali pada saat memainkan bola dihitung sebagai double faults.
• Setiap team diwajibkan bertukar sisi lapangan pada saat setiap babak berakir. Dan apabila dilakukan babak penetuan (set ke 3) maka tim yang memiliki nilai terendah boleh meminta bertukar lapangan sesaat setelah tim lawan mencapai angka 13.
• Time out dilakukan hanya 1 kali dalam setiap babak dan berlangsung hanya 1 menit.
• Diluar dari aturan yang tertera disini, peraturan permainan mengikuti peraturan international.

Selasa, 03 Mei 2011

INTERVAL PELATIHAN

Efektivitas
pelatihan Interval adalah favorit pelatih karena efektivitas dalam kardiovaskular build-up dan juga kemampuannya untuk membuat baik-bulat pelari lebih / pengendara. Namun, juga berlaku untuk berolahraga karena membantu meningkatkan kapasitas aerobik exercisers 'untuk latihan lagi di berbagai intensitas (Mayo Clinic, 2009).
Metode pelatihan dapat lebih efektif dalam mendorong kehilangan lemak dari sekadar pelatihan pada tingkat intensitas sedang untuk durasi yang sama. [1] [2] [3]
Contoh
Tersedia di bawah ini adalah tiga contoh latihan interval yang paling umum diisi oleh atlet senam dan sama. [4]
Interval Variasi I: Standar
 3 - 5 warm-up (naik cahaya, intensitas rendah, secara bertahap meningkat pada akhir periode pemanasan) menit
 1 sedang atau tinggi intensitas menit diikuti dengan 1 menit intensitas rendah (ulangi 6-8 kali)
 3 - 5 menit cool down (naik cahaya, intensitas rendah, secara bertahap menurun pada akhir mendingin periode)
Interval Variasi II: Piramida
 3 - 5 menit pemanasan
 30 detik intensitas tinggi, intensitas rendah 1 menit
 45 detik intensitas tinggi, intensitas rendah 1 menit
 60 detik intensitas tinggi, intensitas rendah 1 menit
 90 detik intensitas tinggi, intensitas rendah 1 menit
 60 detik intensitas tinggi, intensitas rendah 1 menit
 45 detik intensitas tinggi, intensitas rendah 1 menit
 30 detik intensitas tinggi
 3 - 5 menit cooldown
Interval Variasi III: Olahraga penyejuk
 3 - 5 menit pemanasan
 2 menit sedang atau intensitas tinggi diikuti 2 menit intensitas rendah (ulangi sekali)
 30 detik intensitas tinggi diikuti oleh 30 detik intensitas rendah (ulangi empat kali)
 sprint 60-halaman (atau 10 detik) diikuti oleh 90 detik istirahat (ulangi 6 - 10 kali)
 3 - 5 menit cooldown
Variasi
"Walk-back berlari" adalah contoh lain dari latihan interval untuk pelari, di mana satu sprint jarak pendek (di mana saja 100-800 meter), lalu berjalan kembali ke titik awal (periode pemulihan) untuk mengulang sprint jumlah tertentu kali. Untuk menambah tantangan untuk latihan, masing-masing sprint bisa dimulai pada interval waktu yang telah ditetapkan, misalnya sprint 200 meter, berjalan kembali, dan berlari lagi setiap 3 menit. Interval waktu hanya menyediakan pemulihan cukup.
Fartlek pelatihan, nama dan dikembangkan oleh Swedia, adalah penengah antara pelatihan interval benar dan pelatihan jarak teratur. Nama ini berarti 'bermain kecepatan', dan terdiri dari jarak berjalan "mana saja", dengan semburan keras berjalan pada titik-titik yang tidak teratur lebih, panjang, dan kecepatan dibandingkan dengan pelatihan interval. Bukan hanya karena metode pelatihan yang efisien, pelatihan fartlek dapat membantu seseorang menghindari cedera yang sering menyertai non-stop, aktivitas berulang-ulang, dan memberikan kesempatan untuk meningkatkan's intensitas satu tanpa membakar diri dalam hitungan meni
pelatihan Interval adalah jenis fisik pelatihan yang melibatkan semburan pekerjaan intensitas tinggi. Karya intensitas tinggi diselingi dengan periode rendah atau kegiatan istirahat, interval eponymous.
Istilah ini dapat merujuk pada setiap latihan kardiovaskular (misalnya bersepeda, berlari, mendayung, dll) yang melibatkan pertarungan singkat di tenaga maksimum dekat diselingi dengan periode-intensitas kegiatan rendah.
Interval pelatihan sering dilakukan oleh pelari jarak jauh (800 meter dan di atas). Pelari dan pemain juga telah dikenal untuk menggunakan jenis pelatihan.
Jarak pelari sering praktek latihan interval pada trek, berlari kencang pada kecepatan tertentu untuk jarak tertentu (atau, lebih jarang, waktu) dan jogging, berjalan, atau beristirahat untuk jarak tertentu atau waktu sebelum meledak kecepatan berikutnya. Jarak juga dapat bervariasi, salah satu contoh akan menjadi "tangga" latihan terdiri dari 1600 meter, dua 1200-meter, tiga 800 meter, dan empat 400-meter pengulangan, masing-masing pada kecepatan yang sesuai dan dengan jumlah yang sesuai pemulihan .

CIRCUIT TRAINING

pelatihan Circuit adalah bentuk pengkondisian menggabungkan pelatihan ketahanan dan intensitas tinggi aerobik . Hal ini dirancang agar mudah untuk mengikuti dan target membangun kekuatan serta ketahanan otot. Latihan "sirkuit" adalah salah satu penyelesaian dari semua latihan yang ditentukan dalam program. Ketika satu sirkuit selesai, seseorang mulai latihan pertama lagi untuk rangkaian lain. Secara tradisional, waktu antara latihan dalam pelatihan sirkuit pendek, sering dengan gerakan cepat ke latihan berikutnya.
Contoh
Sebuah kursus pelatihan sirkuit yang baik bekerja dengan bagian yang berbeda dalam tubuh secara individual. Sebuah contoh yang baik dari sirkuit mungkin:
 Senjata- Tarik-up
 Abs- Duduk up
 Kaki- Langkah up
 Senjata- Bahu tekan
 Abs- Plank
 Kaki- Burpees
 Speed- Melewati
Sejarah pelatihan sirkuit dan fundamental
pelatihan Circuit adalah sebuah pelatihan berkembang program latihan yang dikembangkan oleh RE Morgan dan GT Anderson pada tahun 1953 di University of Leeds di Inggris . [1]
Fundamental
format sirkuit asli Morgan dan Anderson termasuk sembilan sampai 12 stasiun. Saat ini, jumlah ini bervariasi sesuai dengan desain sirkuit.Program ini dapat dilakukan dengan mesin latihan, peralatan hidrolik, beban dipegang tangan , perlawanan elastis , senam atau kombinasi.sirkuit Bertema yang mungkin, misalnya dengan tinju latihan ( boxercise ). Sebuah 15 detik ke stasiun aerobik tiga menit ditempatkan di antara setiap stasiun, sehingga metode ini untuk meningkatkan daya tahan cardio-pernafasan dan otot selama latihan.
Bentuk sederhana dari latihan ini terdiri dari putaran grup menjalankan gym dengan pelatih hanya menelepon, misalnya, "sepuluh push-up", "sepuluh sit-up" pada interval.
Studi di Baylor University dan The Cooper Institute menunjukkan bahwa pelatihan sirkuit adalah cara yang paling efisien waktu untuk meningkatkan kebugaran kardiovaskular dan daya tahan otot. Studi menunjukkan bahwa pelatihan sirkuit membantu perempuan untuk mencapai tujuan mereka dan memelihara mereka lebih lama dari bentuk-bentuk lain dari olahraga atau diet. [2]
Dan penelitian dari Morgan dan Anderson menunjukkan:
" Mungkin penemuan yang paling mendalam dari studi ini, dari perspektif kesehatan, adalah bahwa penelitian ini jelas menunjukkan bahwa kinerja rangkaian latihan ini, pada tingkat nilai intensitas konsumsi oksigen menimbulkan (39% menjadi 51,5% dari VO2max) yang memenuhi pedoman yang ditetapkan dari American College of Sports Medicine (ACSM) untuk intensitas yang direkomendasikan (40% sampai 85% dari VO2max R) latihan untuk mengembangkan dan memelihara kebugaran jantung-pernafasan (Pollock et al 1998.,). Dengan demikian, sirkuit ini tidak hanya memberikan stimulus kebugaran otot yang cocok tetapi juga membantu untuk memenuhi pedoman kardiovaskular ACSM dan Pedoman Diet diterbitkan baru untuk Amerika 2005 untuk kegiatan fisik. [1]
"
Keuntungan dari pelatihan sirkuit
 Mungkin mudah terstruktur untuk memberikan latihan seluruh tubuh.
 Mungkin tidak memerlukan peralatan olahraga mahal.
 Peserta biasanya bekerja dalam kelompok kecil, sehingga pemula akan dibimbing oleh individu yang lebih berpengalaman, serta manfaat dari pengawasan instruktur.
 Dapat disesuaikan untuk setiap daerah latihan ukuran.
 Dapat disesuaikan untuk spesifisitas, mudah beradaptasi dengan olahraga Anda.
" Ini adalah sistem latihan yang paling terbukti secara ilmiah. Sudah saatnya efisien dan menggabungkan kekuatan, fleksibilitas dan cardio di latihan yang sama. (Lembaga Cooper, Dallas, TX) "
Kekurangan pelatihan sirkuit
Circuit pelatihan sangat cocok untuk mengembangkan daya tahan kekuatan atau ketahanan otot lokal. Hal ini kurang cocok untuk membangun massal otot dan meskipun beberapa keuntungan kekuatan potensial, pelatihan sirkuit akan memberikan hasil yang kurang dalam cara kekuatan maksimal dibandingkan langsung latihan beban [. rujukan? ]. Durasi dari beberapa stasiun rangkaian pelatihan dapat di wilayah 45 sampai 60 detik, dan dalam beberapa kasus selama dua menit. Sirkuit ini biasanya berarti bahwa jumlah pengulangan dilakukan pada setiap stasiun relatif tinggi, menempatkan setiap latihan lebih lanjut terhadap daya tahan akhir intensitas kontinum.
Mereka yang ingin meningkatkan atau mengoptimalkan kekuatan otot massal ( hipertrofi ) dapat mengurangi jumlah pengulangan dilakukan dan meningkatkan berat badan yang akan diangkat atau meningkatkan intensitas, ketika hidrolik atau elastis digunakan. Di sisi lain, panjang stasiun lagi sangat cocok untuk setiap jantung ( aerobik ) stasiun termasuk dalam rangkaian.
kali Station dapat dikurangi menjadi 75 atau 100 detik ketika semua peserta memiliki tingkat pengalaman yang memadai. kali stasiun Mengurangi akan mendorong peserta untuk mengangkat beban lebih berat, yang berarti mereka dapat mencapai overload dengan sejumlah kecil pengulangan: di kisaran 25 sampai 50 tergantung pada mereka. tujuan pelatihan biasanya [3] Namun, ini menyediakan sedikit waktu untuk instruktur untuk memastikan bahwa kegiatan tersebut tetap aman dan efektif dengan mengamati teknik, postur, dan bentuk.

GERAKAN-GERAKAN SENDI

• Fleksi dan ekstensi
Fleksi adalah gerak menekuk atau membengkokkan. Ekstensi adalah gerakan untuk meluruskan. Contoh: gerakan ayunan lutut pada kegiatan gerak jalan. Gerakan ayunan ke depan merupakan (ante)fleksi dan ayunan ke belakang disebut (retro)fleksi/ekstensi. Ayunan ke belakang lebih lanjut disebuthiperekstensi.

• Adduksi dan abduksi
Adduksi adalah gerakan mendekati tubuh. Abduksi adalah gerakan menjauhi tubuh. Contoh: gerakan membuka tungkai kaki pada posisi istirahat di tempat merupakan gerakan abduksi (menjauhi tubuh). Bila kaki digerakkan kembali ke posisi siap merupakan gerakan adduksi (mendekati tubuh).

• Elevasi dan depresi
Elevasi merupakan gerakan mengangkat, depresi adalah gerakan menurunkan. Contohnya: Gerakan membuka mulut (elevasi) dan menutupnya (depresi)juga gerakan pundak keatas (elevasi) dan kebawah (depresi)

• Inversi dan eversi
Inversi adalah gerak memiringkan telapak kaki ke dalam tubuh. Eversi adalah gerakan memiringkan telapak kaki ke luar. Juga perlu diketahui untuk istilah inversi dan eversi hanya untuk wilayah di pergelangan kaki.

• Supinasi dan pronasi
Supinasi adalah gerakan menengadahkan tangan. Pronasi adalah gerakan menelungkupkan. Juga perlu diketahui istilah supinasi dan pronasi hanya digunakan untuk wilayah pergelangan tangan saja

• Endorotasi dan eksorotasi
Endorotasi adalah gerakan ke dalam pada sekililing sumbu panjang tulang yang bersendi (rotasi). Sedangkan eksorotasi adalah gerakan rotas ke luar.