Sejarah Singkat
Menurut asal kata, senam (gymnastics) berasal dari bahasa Yunani, yang artinya: "untuk menerangkan bermacam-macam gerak yang dilakukan oleh atlet-atlet yang telanjang". Dalam abad Yunani kuno, senam dilakukan untuk menjaga kesehatan dan membuat pertumbuhan badan yang harmonis, dan tidak dipertandingkan. Baru pada akhir abad 19, peraturan-peraturan dalam senam mulai ditentukan dan dibuat untuk dipertandingkan. Pada awal modern Olympic Games, senam dianggap sebagai suatu demonstrasi seni daripada sebagai salah satu cabang olahraga yang teratur.
Menurut Menke G. Frank dalam Encyclopedia of Sport, as Bannes and Company, New York, 1960, senam terdiri dari gerakan-gerakan yang luas/banyak atau menyeluruh dari latihan-latihan yang dapat membangun atau membentuk otot-otot tubuh seperti : pergelangan tangan, punggung, lengan dan lain sebagainya. Senam atau latihan tersebut termasuk juga : unsur-unsur jungkir balik, lompatan, memanjat dan keseimbangan.
Sedang Drs. Imam Hidayat dalam bukunya Penuntun Pelajaran Praktek Senam, STO Bandung, Maret 1970 menyatakan, "Senam ialah latihan tubuh yang diciptakan dengan sengaja, disusun secara sistematik dan dilakukan secara sadar dengan tujuan membentuk dan mengembangkan pribadi secara harmonis".
Olahraga senam sendiri ada bermacam-macam, seperti : senam kuno, senam sekolah, senam alat, senam korektif, senam irama, turnen, senam artistik. Secara umum senam memang demikian adanya, dari tahun ke tahun mengalami penyempurnaan dan semakin berkembang. Yang dulunya tidak untuk dipertandingkan, namun sejak akhir abad 19 mulai dipertandingkan. Dibentuklah wadah senam internasional, dengan nama Federation International de Gymnastique (FIG), yang mengelola antara lain :
1. Senam Artistik (Artistic Gymnastics).
2. Senam Ritmik (Modern Rhytmic).
Senam Artistik serta perkembangannya di Indonesia
Lahirnya senam artistik di Indonesia yaitu pada saat menjelang pesta olahraga Ganefo I di Jakarta pada tahun 1963, yang mana setiap artistik merupakan salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan, untuk ini perlu dibentuk suatu organisasi yang berfungsi menyiapkan para pesenamnya. Organisasi ini dibentuk pada tanggal 14 Juli 1963 dengan nama PERSANI (Persatuan Senam Indonesia), atas prakarsa dari tokoh-tokoh olahraga se-Indonesia yang menangani dan mempunyai keahlian pada cabang olahraga senam. Promotornya dapat diketengahkan tokoh-tokoh dari daerah seperti : Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara. Wadah inilah kemudian telah membina dan menghasilkan atlet-atlet senam yang dapat ditampilkan dalam Ganefo I dan untuk pertama kalinya pula pesenam-pesenam Indonesia menghadapi pertandingan Internasional. Kegiatan selanjutnya adalah mengikut sertakan tim senam dalam rangka Konferensi Asia Afrika I dan dalam Ganefo Asia, dimana untuk mempersiapkan atlet-atlet Indonesia ini dipanggil pelatih-pelatih senam dari RRC, maka dengan demikian Indonesia mengalami kemajuan dalam prestasi olahraga senam. Tetapi sangat disayangkan bahwa harapan yang mulai tumbuh harus berhenti sementara oleh karena suasana politik yaitu saat meletusnya G 30 S/PKI, sehingga pelatih-pelatih dari RRC harus dikembalikan ke negaranya.
Usaha untuk mengejar ketinggalan ini maka pada tahun 1967 dikirim seorang pelatih Indonesia yaitu : Sdr. T. J. Purba ke Jerman Timur untuk sekolah khusus pelatih senam artistik selama 26 bulan. Kemudian sebagai titik tolak yang kedua adalah dimasukkannya cabang olahraga senam artistik yang pertama kalinya dalam Pekan Olahraga Nasional (PON VII/1969) di Surabaya, dan kemudian untuk seterusnya dimasukkan dalam setiap penyelenggaraan PON.
Pengertian Senam
Senam adalah aktivitas fisik yang dilakukan baik sebagai cabang olahraga tersendiri maupun sebagai latihan untuk cabang olahraga lainnya.Berlainan dengan cabang olahraga lain umumnya yang mengukur hasil aktivitasnya pada obyek tertentu, senam mengacu pada bentuk gerak yang dikerjakan dengan kombinasi terpadu dan menjelma dari setiap bagian anggota tubuh dari komponen-komponen kemampuan motorik seperti : kekuatan, kecepatan, keseimbangan, kelentukan, agilitas dan ketepatan. Dengan koordinasi yang sesuai dan tata urutan gerak yang selaras akan terbentuk rangkaian gerak artistik yang menarik.
Pada tingkat sekolah atau yunior pertandingan dapat dibatasi pada nomor-nomor tertentu, biasanya senam lantai dan kuda-kuda lompat. Pertandingan tingkat Nasional dan Internasional bagi pria terdiri dari 6 (enam) nomor yakni : senam lantai, kuda-kuda lompat, kuda-kuda pelana, palang sejajar, palang tunggal, dan gelang-gelang. Sedang bagi wanita ada 4 (empat) nomor : senam lantai, kuda-kuda lompat, balok keseimbangan, dan palang bertingkat.
Penilaian diberikan oleh 4 (empat) orang wasit yang dipimpin oelh seorang wasit kepala. Setiap peserta pertandingan harus melakukan 2 (dua) macam rangkaian pada setiap nomor atau alat, satu rangkaian wajib (yang telah ditentukan terlebih dahulu) dan satu rangkaian pilihan atau bebas masing-masing. Nilai seseorang adalah rata-rata dari dua nilai tengah dengan membuang nilai tertinggi dan nilai terendah dari 4 (empat) orang wasit. Pesenam dengan nilai akumulasi tertinggi menjadi juara ke I dalam kategori serba bisa, tertinggi kedua menjadi juara ke II dan seterusnya.
Juara regu ditentukan dengan penjumlahan 5 (lima) nilai terbaik dari 6 (enam) anggota regu dan setiap alat. 6 (enam) peserta terbaik dari semua atlet turut dalam pertandingan final pada tiap-tiap atlet dan nilai akhir yaitu rata-rata dari rangkaian bebas/pilihan dan wajib terdahulu disatukan dengan nilai rangkaian bebas/pilihan dalam final. Nilai ini menentukan urutan pemenang tiap alat.
Para wasit memberikan nilai pada waktu bersamaan. Nilai maksimum adalah : 10,000. Hukuman-hukuman diberikan dengan pengurangan nilai pada pelaksanaan yang salah, penguasaan yang kurang baik, dibantu orang lain, jatuh dari alat atau melampaui batas waktu. Selain itu dinilai pula faktor kesulitan gerak dan penampilan estetikanya. Besar pengurangan nilai adalah persepuluhan. Peraturan penilaian direvisi setiap 2 (dua) tahun. Semua gerakan mempunyai faktor kesulitan yaitu : A, B dan yang tersukar adalah C. Rangkaian latihan biasaya terdiri atas sikap-sikap statis yang memerlukan tenaga yang besar disambung dengan gerakan-gerakan berirama y agn sesuai. Sementara sejumlah berntuk gerak memerlukan kekuatan yang lain memerlukan mobilitas atau keterampilan.
Senam lantai
Biasanya merupakan nomor pertama dalam pertandingan atas pertimbangan kesempatan bagi para pesenam untuk juga berlaku sebagai pemanasan karena gerakan-gerakannya tidak memerlukan tenaga otot yang luar biasa. Nomor ini mungkin merupakan tontonan yang paling mengasyikkan dibanding dengan alat-alat lain meskipun sebenarnya relatif berkembang paling baru. Untuk pertama kali nomor ini sebagai nomor perseorangan dalam Olympiade 1932 dan bagi wanita baru 20 tahun kemudian.
Senam lantai sangat populer terutama bagi penyelenggaraan secara massal yang dapat diikuti oleh ribuan peserta bersama-sama. Gerakan-gerakannya dapat dikerjakan secara seragam dan membentuk formasi-formasi yagn menarik dan mengesankan. Di negeri kita sekarang sedang digalakkan apa yang disebut senam pagi Indonesia.
Lantai pertandingan berukuran 12 m2 dalam ruang yang berukurang 14 m2 dilapisi karpet kenyal setebal 0,045 m. Pria tampil dalam waktu 70 detik dan wanita dengan diiringi musik 90 detik. Keduanya bertujuan untuk memberikan kesan kepada para wasit dengan rangkaian urutan dari berbagai lompatan, putaran, keseimbnagan dicampur dengan unsur-unsur lonjakan dan akrobatik. Gerakan-gerakan yang menekankan tenaga harus dilakukan secara lambat dan sikap statis sekurang-kurangnya 2 detik. Gerakan-gerakan salto harus dikerjakan setinggi bahu.
Peralatan Senam Artistik
Ukuran alat
1. Bentuk putera ada 6 (enam) alat :
- Floor exercise (lantai)
Ukuran 12x12 m
- Pommel horse (kuda-kuda pelana)
Panjang 1.60 m
Tinggi 1.10 m
- Rings (gelang-gelang)
Tinggi 2.55 m
Jarak 0.50 m
- Horse vault (kuda-kuda lompat)
Panjang 1.60 m
Tinggi 1.35 m
- Parallelbar (palang sejajar)
Panjang 3.50 m
Jarak 0.48 s/d 0.52 m
Tinggi 1.75 m
- Horizontal bar (palang tunggal)
Panjang 2.40 m
Tinggi 2.55 m
2. Untuk puteri ada 4 (empat) alat :
- Horse vault (kuda-kuda lompat)
Panjang 1.60 m
Tinggi 1.20 m
- Uneven bars (palang bertingkat)
Panjang 2.40 m
Tinggi palang bawah 1.50 m
Tinggi palang atas 2.30 m
- Balance beam (balok keseimbangan)
Panjang 5.00 m
Tinggi 1.20 m
- Floor exercise (lantai)
Ukuran 12 x 12 m
Peraturan Umum Senam Artistik
1. Kejuaraan beregu (Kompetisi I)
- Setiap regu terdiri dari 6 (enam) pesenam putera/puteri.
- Terdiri dari rangkaian wajib dan rangkaian pilihan, pada putera 6 (enam) alat, puteri 4 (empat) alat.
- Juara beregu (Kompetisi I) adalah regu dengan jumlah nilai terbanyak, dari jumlah 5 (lima) pesenam
terbaik pada masing-masing alat untuk rangkaian wajib dan rangkaian pilihan.
Nilai maksimum untuk putera adalah : 12 nomor pertandingan x 50 = 600 (wajib dan pilihan) 6 nomor
pertandingan x 50 = 300 (pilihan)
Nilai maksimum untuk puteri adalah : 8 nomor pertandingan x 50 = 400 (wajib dan pilihan) 4 nomor
pertandingan x 50 = 200 (pilihan)
2. Kejuaraan perorangan serba bisa (Kompetisi II)
- Peserta finalis diambil dari 36 pesenam terbaik dari hasil kompetisi I, atau 1/3 dari jumlah peserta.
- Dibatasi 3 (tiga) pesenam dari tiap negara/daerah
- Hanya melakukan rangkaian pilihan :
* untuk putera 6 (enam) alat
* untuk puteri 4 (empat) alat
- Juara perorangan serba bisa (Kompetisi II) adalah pesenam dengan jumlah nilai terbanyak dari nilai
rata-rata pada Kompetisi I (wajib & pilihan), ditambah dengan nilai kompetisi II pada seluruh alat.
Nilai maksimum untuk putera = 120
Nilai maksimum untuk puteri = 80
3. Kejuaraan perorangan per alat (Kompetisi III)
- Peserta finalis diambil dari 8 (delapan) pesenam terbaik dari hasil kompetisi I pada alat tersebut.
- Dibatasi 2 (dua) pesenam dari tiap negara/daerah, dan hanya 3 (tiga) alat yang boleh diikuti oleh
seorang pesenam
- Hanya melakukan rangkaian pilihan :
* untuk putera 6 (enam) alat
* untuk puteri 4 (empat) alat
- Juara perorangan per alat (kompetisi III) adalah pesenam dengan jumlah nilai terbanyak dari nilai
rata-rata pada kompetisi I (wajib dan pilihan) ditambah dengan nilai kompetisi III pada
masing-masing alat.
Nilai maksimum untuk putera maupun puteri = 20.
Selasa, 07 Juni 2011
passing dribbling sepakbola
Antara Passing, Dribbling, dan Running
Karakteristik passing:
1. waktu tempuh lebih cepat,
2. perpindahan bola tidak selalu disertai perpindahan pemain, konfigurasi posisi para pemain di lapangan relatif terjaga,
3. hemat tenaga.
Adapun karakteristik dribbling:
1. waktu tempuh lebih lambat,
2. terjadi perpindahan bola dan pemainnya sekaligus, terjadi overlap ataupun switch posisi pemain,
3. boros tenaga.
Kapan passing dan kapan dribbling?
Pertama: utamakan passing. Lakukan dribbling hanya jika Anda tidak mungkin untuk melakukan passing, yakni jika belum ada teman yang bisa atau bagus untuk diberi umpan.
Kedua: silakan dribbling, tapi jika bola yang Anda bawa terancam terebut (ada hadangan pemain lawan atau ada pressing dari lawan) maka umpankan bola kepada teman yang bisa diumpani. Ingat, berusaha melewati hadangan atau pressing lawan belum tentu menyelamatkan bola, tetapi mengumpankannya kepada teman sudah pasti menyelamatkan bola. Jangan gambling dan jangan berspekulasi! Cari aman!
Ketiga: lakukan dribbling untuk menarik lawan ke arah Anda dan pada saat yang sama menciptakan ruang yang bagus untuk teman Anda.
Keempat: untuk striker: 1) jika satu-satunya peluang passing berarti offside maka giring saja bolanya. 2) jika dribbling lebih prospektif untuk mencetak gol daripada mengumpankan bolanya, it doesn’t matter to dribble and then score!
Pemain belakang jangan banyak giring.
Adalah berbahaya jika pemain belakang bermain-main dengan bola di daerah pertahanannya.
Alirkan terus bolanya!
Meski tim Anda tidak sedang di-press, tim Anda harus terus mengalirkan bola dari kaki ke kaki, dalam rangka:
1. mencari-cari celah yang bisa dimasuki untuk melakukan penyerangan.
2. menghargai setiap detik yang berjalan dalam waktu 2 x 45 menit.
Pergerakan tanpa bola (running).
1. Para pemain harus terus bergerak agar selalu ada yang siap untuk diberi umpan dalam jarak passing (Ini namanya support). Ciptakan selalu formasi segitiga passing ketika tim Anda menguasai bola. Lakukan terus hal itu sepanjang pertandingan. (Tentang jarak passing: jangan terlalu dekat jika tidak ada lawan yang berusaha memotong, dan jangan pula terlalu jauh karena umpan akan bisa dipotong lawan).
2. Lakukan pergerakan untuk menciptakan ruang bagi teman Anda.
F. Kelebihan dan Kurangan Teknik Menggiring Bola (Dribbling)
Tidak setiap teknik dasar dalam permainan sepakbola akan selalu berhasil dilakukan dalam setiap pelaksanaan pertandingan. Akan tetapi, teknik-teknik dasar tersebut dipengaruhi oleh berbagai hal dan tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan. Tidak terkecuali pada teknik dasar menggiring bola(dribbling).
Berikut ini dapat penulis jelaskan mengenai kelebihan dan kekurangan teknik menggiring bola (dribbling) :
1. Kelebihan dribbling menggunakan kaki bagian luar yaitu bila menggunakan kaki kanan dapat mengecoh ke sebelah kiri lawan atau sebaliknya. Sedangkan kelemahannya adalah tidak bisa mengecoh lawan ke sebelah kanan bila menggunakan kaki kanan, begitupula sebaliknya.
2. Kelebihan dribbling menggunakan kaki bagian dalam adalah dapat mengecoh lawan ke sebelah kanan lawan apabila menggunakan kaki kanan atau sebaliknya. Sedangkan kelemahannya adalah tidak bisa mengecoh lawan ke sebelah kiri bila menggunakan kaki kanan, begitupula sebaliknya.
3. Kelebihan dribbling menggunakan bagian punggung kaki adalah dapat menggiring bola dengan arah lurus apabila tidak ada lawan yang menghalangi. Sedangkan kelemahannya adalah kurang efektif untuk mengecoh lawan ke sebelah kiri atau sebelah kanan.
MENGUMPAN / PASSING
Mengumpan dan menerima bola : yang terpenting dari sepakbola. Siapa tidak bisa passing, ia tidak bisa bermain sepakbola. Mengapa umpan? Karena mengumpan lebih efisien daripada menggiring. Camkan pula bahwa pembawa bola yang baik selalu mengumpan bola sebelum ia ‘habis’. Jadi jangan kalau sudah ‘habis’ baru mengumpankan bolanya. Sebab jika demikian, bolanya pasti bola yang ‘tidak enak’.
Beberapa kesalahan dalam mengumpan:
1. Laju bola tidak sesuai dengan jarak passing (terlalu keras atau terlalu lembek). Jika terlalu keras, bola tak terjangkau teman. Jika terlalu lembek, bola terpotong lawan.
2. Umpan tidak akurat.
3. Mengumpan padahal waktunya menembak
Jangan pernah asal tendang bola (kecuali dalam keadaan genting didepan gawang : sapu bersih).
Lihat situasi lalu ambil keputusan yang terbaik.
Soal visi, posisikan diri selalu memiliki pandangan terbuka pada lapangan (open to the field).
Mengumpan tidak harus pas ke orangnya.
Contoh :
1. Jika teman kita sedang berlari, kita memberinya umpan pada ruang kosong didepannya.
2. Jika kita ingin teman kita merangsek ke depan dalam waktu yang lebih cepat, kita memberinya umpan pada ruang kosong didepannya sehingga ia berlari kedepan untuk mengejar bola tersebut.
3. Umpan terobosan.
Menerima bola tidak selalu harus menghentikannya:
1. Bisa langsung diarahkan pada teman.
2. Diarahkan ke arah kita akan berlari membawa bola (sehigga lebih hemat waktu).
3. Diarahkan ke arah kosong menjauh dari lawan terdekat (untuk mengurangi pressing pada diri kita)
Beberapa macam passing:
• umpan 1-2 (wall pass),
• umpan terobosan (through pass),
• umpan silang (crossing),
• umpan diagonal.
Karakteristik passing:
1. waktu tempuh lebih cepat,
2. perpindahan bola tidak selalu disertai perpindahan pemain, konfigurasi posisi para pemain di lapangan relatif terjaga,
3. hemat tenaga.
Adapun karakteristik dribbling:
1. waktu tempuh lebih lambat,
2. terjadi perpindahan bola dan pemainnya sekaligus, terjadi overlap ataupun switch posisi pemain,
3. boros tenaga.
Kapan passing dan kapan dribbling?
Pertama: utamakan passing. Lakukan dribbling hanya jika Anda tidak mungkin untuk melakukan passing, yakni jika belum ada teman yang bisa atau bagus untuk diberi umpan.
Kedua: silakan dribbling, tapi jika bola yang Anda bawa terancam terebut (ada hadangan pemain lawan atau ada pressing dari lawan) maka umpankan bola kepada teman yang bisa diumpani. Ingat, berusaha melewati hadangan atau pressing lawan belum tentu menyelamatkan bola, tetapi mengumpankannya kepada teman sudah pasti menyelamatkan bola. Jangan gambling dan jangan berspekulasi! Cari aman!
Ketiga: lakukan dribbling untuk menarik lawan ke arah Anda dan pada saat yang sama menciptakan ruang yang bagus untuk teman Anda.
Keempat: untuk striker: 1) jika satu-satunya peluang passing berarti offside maka giring saja bolanya. 2) jika dribbling lebih prospektif untuk mencetak gol daripada mengumpankan bolanya, it doesn’t matter to dribble and then score!
Pemain belakang jangan banyak giring.
Adalah berbahaya jika pemain belakang bermain-main dengan bola di daerah pertahanannya.
Alirkan terus bolanya!
Meski tim Anda tidak sedang di-press, tim Anda harus terus mengalirkan bola dari kaki ke kaki, dalam rangka:
1. mencari-cari celah yang bisa dimasuki untuk melakukan penyerangan.
2. menghargai setiap detik yang berjalan dalam waktu 2 x 45 menit.
Pergerakan tanpa bola (running).
1. Para pemain harus terus bergerak agar selalu ada yang siap untuk diberi umpan dalam jarak passing (Ini namanya support). Ciptakan selalu formasi segitiga passing ketika tim Anda menguasai bola. Lakukan terus hal itu sepanjang pertandingan. (Tentang jarak passing: jangan terlalu dekat jika tidak ada lawan yang berusaha memotong, dan jangan pula terlalu jauh karena umpan akan bisa dipotong lawan).
2. Lakukan pergerakan untuk menciptakan ruang bagi teman Anda.
F. Kelebihan dan Kurangan Teknik Menggiring Bola (Dribbling)
Tidak setiap teknik dasar dalam permainan sepakbola akan selalu berhasil dilakukan dalam setiap pelaksanaan pertandingan. Akan tetapi, teknik-teknik dasar tersebut dipengaruhi oleh berbagai hal dan tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan. Tidak terkecuali pada teknik dasar menggiring bola(dribbling).
Berikut ini dapat penulis jelaskan mengenai kelebihan dan kekurangan teknik menggiring bola (dribbling) :
1. Kelebihan dribbling menggunakan kaki bagian luar yaitu bila menggunakan kaki kanan dapat mengecoh ke sebelah kiri lawan atau sebaliknya. Sedangkan kelemahannya adalah tidak bisa mengecoh lawan ke sebelah kanan bila menggunakan kaki kanan, begitupula sebaliknya.
2. Kelebihan dribbling menggunakan kaki bagian dalam adalah dapat mengecoh lawan ke sebelah kanan lawan apabila menggunakan kaki kanan atau sebaliknya. Sedangkan kelemahannya adalah tidak bisa mengecoh lawan ke sebelah kiri bila menggunakan kaki kanan, begitupula sebaliknya.
3. Kelebihan dribbling menggunakan bagian punggung kaki adalah dapat menggiring bola dengan arah lurus apabila tidak ada lawan yang menghalangi. Sedangkan kelemahannya adalah kurang efektif untuk mengecoh lawan ke sebelah kiri atau sebelah kanan.
MENGUMPAN / PASSING
Mengumpan dan menerima bola : yang terpenting dari sepakbola. Siapa tidak bisa passing, ia tidak bisa bermain sepakbola. Mengapa umpan? Karena mengumpan lebih efisien daripada menggiring. Camkan pula bahwa pembawa bola yang baik selalu mengumpan bola sebelum ia ‘habis’. Jadi jangan kalau sudah ‘habis’ baru mengumpankan bolanya. Sebab jika demikian, bolanya pasti bola yang ‘tidak enak’.
Beberapa kesalahan dalam mengumpan:
1. Laju bola tidak sesuai dengan jarak passing (terlalu keras atau terlalu lembek). Jika terlalu keras, bola tak terjangkau teman. Jika terlalu lembek, bola terpotong lawan.
2. Umpan tidak akurat.
3. Mengumpan padahal waktunya menembak
Jangan pernah asal tendang bola (kecuali dalam keadaan genting didepan gawang : sapu bersih).
Lihat situasi lalu ambil keputusan yang terbaik.
Soal visi, posisikan diri selalu memiliki pandangan terbuka pada lapangan (open to the field).
Mengumpan tidak harus pas ke orangnya.
Contoh :
1. Jika teman kita sedang berlari, kita memberinya umpan pada ruang kosong didepannya.
2. Jika kita ingin teman kita merangsek ke depan dalam waktu yang lebih cepat, kita memberinya umpan pada ruang kosong didepannya sehingga ia berlari kedepan untuk mengejar bola tersebut.
3. Umpan terobosan.
Menerima bola tidak selalu harus menghentikannya:
1. Bisa langsung diarahkan pada teman.
2. Diarahkan ke arah kita akan berlari membawa bola (sehigga lebih hemat waktu).
3. Diarahkan ke arah kosong menjauh dari lawan terdekat (untuk mengurangi pressing pada diri kita)
Beberapa macam passing:
• umpan 1-2 (wall pass),
• umpan terobosan (through pass),
• umpan silang (crossing),
• umpan diagonal.
OLAHRAGA JUDO
Posisi duduk ===
'''Duduk bersila (''seiza'')'''
Dari posisi berdiri, kaki kiri ditarik ke belakang, lalu lutut kiri diletakkan ke lantai di tempat di mana jari kaki kiri tadinya berada. Lakukan hal yang sama dengan kaki kanan, dan kedua kaki pada saat ini harus bersangga pada jari kaki dan lutut. Kemudian luruskan jari kaki sejajar dengan lantai dan pantat diletakkan di atas pangkal kaki. Letakkan kedua tangan di atas paha masing-masing sisi. Untuk berdiri, lakukan prosedur yang sama dengan cara terbalik.
'''Memberi hormat (''zarei'')'''
Dengan bersila, bungkukkan badan ke depan sampai kedua telapak tangan menyentuh lantai dengan jari tangan menghadap ke depan. Diam dalam posisi ini selama beberapa saat, kemudian kembali ke posisi bersila.
Posisi berdiri ===
'''Memberi hormat (''ritsurei'')'''
Berdiri dengan kedua pangkal kaki didekatkan, bungkukkan badan ke depan sekitar 30 derajat dengan telapak tangan di depan paha. Diam dalam posisi ini selama beberapa saat, kemudian kembali ke posisi berdiri.
'''Posisi alami (''shizen tai'')'''
Kaki dibuka sekitar 30 cm dalam posisi natural dengan berat badan yang dibagi sama rata di kedua kaki. Istirahatkan otot bahu dan tangan. Ini adalah postur dasar dan alami judo.
'''Posisi bertahan (''jigo tai'')'''
Dari posisi alami, kaki dibuka lebih lebar, lutut ditekuk agar pusat gravitasi tubuh lebih turun.
'''Melangkah (''suri ashi'')'''
Cara berjalan di dalam judo dengan cara telapak kaki menyusuri lantai untuk menjaga kestabilan. Pastikan langkahnya sama rata dan pusat gravitasi tetap di posisi yang sama agar dapat bergerak lincah ke segala arah.
* Kanan-kiri (''ayumi ashi''): Seperti berjalan biasa, telapak kaki melewati satu sama lain ketika berjalan
* Kanan-kanan (''tsugi ashi''): Setelah kaki pertama maju, kaki kedua yang maju tidak melebihi posisi kaki pertama
=== Posisi jatuh dan berguling ===
Menguasai posisi ini memungkinkan untuk melindungi diri sendiri ketika dijatuhkan atau dibanting lawan dan mengurangi ketakutan ketika dilempar oleh lawan.
'''Jatuh ke belakang (''ushiro ukemi'')'''
Kaki disatukan dan tangan juga disatukan, jatuhkan punggung ke matras dengan tangan lurus di samping tubuh dan telapak tangan menyentuh lantai untuk menahan jatuh. Lindungi bagian belakang kepala dengan menyentuhkan dagu ke tubuh.
'''Jatuh ke samping (''yoko ukemi'')'''
Dari posisi berdiri, jatuhkan diri ke belakang, angkat kedua kaki satu persatu, kemudian angkat kedua tangan di depan tubuh. Berguling ke kanan (atau kiri) matras dengan kepala tetap dilindungi agar tidak menyentuh lantai. Kemudian tahan tubuh dengan tangan dan telapak tangan kanan (atau kiri).
'''Jatuh ke depan (''mae ukemi'')'''
Jatuhkan diri ke depan dengan kedua telapak tangan di depan muka, sikut ditekuk. Jatuh tertelungkup dengan ditahan oleh kedua tangan, badan diluruskan, otot perut dikencangkan, dan tahan tubuh dengan ditahan oleh kedua tangan dan jari kaki (lutut diangkat).
'''Berguling ke depan (''mae mawari ukemi'')'''
Berguna pada saat dilemparkan oleh lawan. Dari posisi berdiri, kaki kanan dimajukan telapak tangan kiri disentuhkan ke lantai. Bahu kanan kemudian dilemparkan ke depan dengan telapak tangan menghadap ke belakang, ini dilakukan bersamaan dengan kedua kaki menjejak lantai dan berguling ke depan. Kedua kaki dan tangan hendaknya menyentuh lantai secara bersamaan.
.
== Teknik Judo ==
Teknik bantingan judo (''nage waza'') dapat dibagi menjadi teknik berdiri (''tachi waza'') dan teknik menjatuhkan diri (''sutemi waza''). Teknik berdiri dibagi lagi menjadi teknik tangan (''te waza''), teknik pangkal paha (''koshi waza''), dan teknik kaki (''ashi waza''). Teknik menjatuhkan diri dibagi lagi menjadi teknik menjatuhkan diri ke belakang (''ma sutemi waza'') dan teknik menjatuhkan diri ke samping (''yoko sutemi waza'')
Teknik kuncian judo (''katame waza'') dapat dibagi menjadi teknik menahan (''osae waza'' atau ''osaekomi waza''), teknik jepit (''shime waza''), dan teknik sambungan (''kansetsu waza'')
Teknik menyerang (''atemi waza'') dengan tendangan atau pukulan bahkan dengan senjata pisau atau pedang kadang digunakan untuk latihan bagi judoka tingkatan tinggi, walaupun dalam pertandingan resmi hal tersebut dilarang (demikian pula pada saat latihan bebas (''randori'')
=== Teknik bantingan (teknik berdiri) ===
* Sapuan lutut - ''hiza guruma''
* Jegal dari belakang - ''o soto gari''
* Jegal dari depan - 'ko uchi gari''
* Sapuan samping - ''deashi barai''
* Bantingan paha - ''uchi mata''
* Bantingan pangkal paha memutar - ''o goshi''
* Bantingan pangkal paha angkat - ''surikomi goshi''
* Bantingan pangkal paha sapuan - ''harai goshi''
* Lemparan bahu - ''seoi nage''
* Menjatuhkan tubuh - '' tai otoshi''
* Lemparan guling belakang - ''tomoe nage''
=== Teknik kuncian (teknik berbaring) ===
Teknik kuncian (''katame waza'') disebut juga teknik berbaring (''ne waza'') karena teknik ini dilakukan ketika seorang judoka atau lawannya berbaring menghadap ke atas atau ke bawah.
* Kuncian pinggang - ''kesa gatame''
* Kuncian bahu - ''kata gatame''
* Kuncian empat sisi - ''yoko shiho gatame''
* Kuncian empat sisi atas - ''kami shiho gatame''
* Kuncian belakang - ''kataha jime''
* Kuncian kalung - ''okuri eri jime''
* Kuncian tangan - ''ude garami''
* Kuncian tangan silang - ''ude hishigi juji gatame''
Apa Kodokan Judo?
Judo adalah banyak hal bagi orang yang berbeda. Ini adalah olahraga yang menyenangkan, sebuah seni, sebuah disiplin, rekreasi atau kegiatan sosial, sebuah program kebugaran, alat pertahanan diri atau pertempuran, dan cara hidup. Ini adalah semua ini dan lebih.
Kodokan Judo datang kepada kita dari sistem pertempuran feodal Jepang. Didirikan pada tahun 1882 oleh Dr Jigoro Kano, Judo adalah penyempurnaan dari seni bela diri kuno Jujitsu. Dr Kano, Presiden dari University of Education, Tokyo, mempelajari bentuk-bentuk kuno tersebut dan terpadu apa yang dianggap sebagai yang terbaik dari teknik mereka menjadi apa yang sekarang olahraga modern Judo.
Judo diperkenalkan ke Olimpiade pada tahun 1964 dan telah diterapkan oleh jutaan orang di seluruh dunia saat ini. Orang berlatih Judo untuk unggul dalam persaingan, untuk tinggal di bentuk, untuk mengembangkan kepercayaan diri, dan untuk banyak alasan lain. Tapi yang terpenting, orang Judo hanya untuk bersenang-senang.
Judo is Fun!
Seperti dalam semua olahraga, Judo memiliki ketat seperangkat aturan yang mengatur persaingan dan memastikan keselamatan. Bagi mereka yang ingin menguji ketrampilan mereka, Judo menawarkan kesempatan untuk kompetisi di semua tingkat keterampilan, dari klub ke turnamen nasional, untuk Olimpiade. Ada divisi berat badan yang terpisah untuk pria dan wanita, dan anak laki-laki dan perempuan.
Judo yang paling dikenal spektakuler itu teknik melempar, tetapi juga melibatkan banyak bergulat di tanah khusus menggunakan pin, memegang kendali, lengan kunci, dan Judo teknik tersedak. Judo menekankan keselamatan, dan aktivitas fisik penuh atas pengkondisian. Judo itu dipelajari di tikar khusus untuk kenyamanan dan keamanan.
Judo adalah unik karena semua kelompok usia, kedua jenis kelamin, dan sebagian besar penyandang cacat dapat berpartisipasi bersama dalam belajar dan berlatih olahraga. Judo adalah yang murah, kegiatan sepanjang tahun, yang menarik untuk orang-orang dari semua kalangan. Banyak orang lebih dari enam puluh tahun menikmati olahraga, serta sangat muda laki-laki dan perempuan.
Judo mengembangkan disiplin diri dan menghormati diri sendiri dan orang lain. Judo menyediakan sarana untuk belajar kepercayaan diri, konsentrasi, dan kemampuan kepemimpinan, serta koordinasi fisik, kekuasaan, dan fleksibilitas. Sebagai olahraga yang telah berkembang dari sebuah pertempuran seni, itu mengembangkan kontrol tubuh lengkap, keseimbangan yang baik, dan cepat tindakan refleksif. Di atas semuanya, itu mengembangkan pikiran bereaksi tajam baik dikoordinasikan dengan jenis yang sama tubuh. Pelatihan judo memberikan seseorang yang efektif sistem pertahanan diri jika diperlukan.
Sistem Rank yang Judo
Judo menciptakan sistem peringkat, sekarang digunakan di kebanyakan seni bela diri lain, yang mengenali seseorang tingkat pengetahuan, kemampuan, dan kepemimpinan. Ada barisan yang terpisah untuk yunior (di bawah 17) dan senior. Judo peringkat diidentifikasi oleh warna sabuk, dan sepuluh derajat nilai-nilai maju untuk sabuk hitam. Reguler mendorong kemajuan siswa untuk mencapai lebih.
Prinsip dan Tujuan dari Judo
Judo, yang diterjemahkan sebagai "cara lembut", mengajarkan prinsip fleksibilitas dalam penerapan teknik. Ini adalah fleksibel atau efisien penggunaan keseimbangan, leverage, dan gerakan dalam kinerja Judo throws dan keterampilan lainnya. Keterampilan, teknik dan waktu, daripada penggunaan kekuatan kasar, adalah bahan penting bagi keberhasilan dalam Judo. Sebagai contoh, dalam kelas Judo Anda dapat belajar bagaimana memberi jalan, daripada menggunakan kekerasan, untuk mengatasi lawan yang lebih kuat.
The prinsip-prinsip Judo, seperti "Maksimum Efisiensi" dan "Kesejahteraan Bersama dan Manfaat", dapat juga digunakan dalam hubungan kita dengan orang lain dalam hidup. Tujuan utama dalam Judo adalah untuk mengembangkan diri semaksimal mungkin, selalu berusaha untuk mencapai kesempurnaan, sehingga Anda dapat menyumbangkan sesuatu yang berharga kepada dunia.
'''Duduk bersila (''seiza'')'''
Dari posisi berdiri, kaki kiri ditarik ke belakang, lalu lutut kiri diletakkan ke lantai di tempat di mana jari kaki kiri tadinya berada. Lakukan hal yang sama dengan kaki kanan, dan kedua kaki pada saat ini harus bersangga pada jari kaki dan lutut. Kemudian luruskan jari kaki sejajar dengan lantai dan pantat diletakkan di atas pangkal kaki. Letakkan kedua tangan di atas paha masing-masing sisi. Untuk berdiri, lakukan prosedur yang sama dengan cara terbalik.
'''Memberi hormat (''zarei'')'''
Dengan bersila, bungkukkan badan ke depan sampai kedua telapak tangan menyentuh lantai dengan jari tangan menghadap ke depan. Diam dalam posisi ini selama beberapa saat, kemudian kembali ke posisi bersila.
Posisi berdiri ===
'''Memberi hormat (''ritsurei'')'''
Berdiri dengan kedua pangkal kaki didekatkan, bungkukkan badan ke depan sekitar 30 derajat dengan telapak tangan di depan paha. Diam dalam posisi ini selama beberapa saat, kemudian kembali ke posisi berdiri.
'''Posisi alami (''shizen tai'')'''
Kaki dibuka sekitar 30 cm dalam posisi natural dengan berat badan yang dibagi sama rata di kedua kaki. Istirahatkan otot bahu dan tangan. Ini adalah postur dasar dan alami judo.
'''Posisi bertahan (''jigo tai'')'''
Dari posisi alami, kaki dibuka lebih lebar, lutut ditekuk agar pusat gravitasi tubuh lebih turun.
'''Melangkah (''suri ashi'')'''
Cara berjalan di dalam judo dengan cara telapak kaki menyusuri lantai untuk menjaga kestabilan. Pastikan langkahnya sama rata dan pusat gravitasi tetap di posisi yang sama agar dapat bergerak lincah ke segala arah.
* Kanan-kiri (''ayumi ashi''): Seperti berjalan biasa, telapak kaki melewati satu sama lain ketika berjalan
* Kanan-kanan (''tsugi ashi''): Setelah kaki pertama maju, kaki kedua yang maju tidak melebihi posisi kaki pertama
=== Posisi jatuh dan berguling ===
Menguasai posisi ini memungkinkan untuk melindungi diri sendiri ketika dijatuhkan atau dibanting lawan dan mengurangi ketakutan ketika dilempar oleh lawan.
'''Jatuh ke belakang (''ushiro ukemi'')'''
Kaki disatukan dan tangan juga disatukan, jatuhkan punggung ke matras dengan tangan lurus di samping tubuh dan telapak tangan menyentuh lantai untuk menahan jatuh. Lindungi bagian belakang kepala dengan menyentuhkan dagu ke tubuh.
'''Jatuh ke samping (''yoko ukemi'')'''
Dari posisi berdiri, jatuhkan diri ke belakang, angkat kedua kaki satu persatu, kemudian angkat kedua tangan di depan tubuh. Berguling ke kanan (atau kiri) matras dengan kepala tetap dilindungi agar tidak menyentuh lantai. Kemudian tahan tubuh dengan tangan dan telapak tangan kanan (atau kiri).
'''Jatuh ke depan (''mae ukemi'')'''
Jatuhkan diri ke depan dengan kedua telapak tangan di depan muka, sikut ditekuk. Jatuh tertelungkup dengan ditahan oleh kedua tangan, badan diluruskan, otot perut dikencangkan, dan tahan tubuh dengan ditahan oleh kedua tangan dan jari kaki (lutut diangkat).
'''Berguling ke depan (''mae mawari ukemi'')'''
Berguna pada saat dilemparkan oleh lawan. Dari posisi berdiri, kaki kanan dimajukan telapak tangan kiri disentuhkan ke lantai. Bahu kanan kemudian dilemparkan ke depan dengan telapak tangan menghadap ke belakang, ini dilakukan bersamaan dengan kedua kaki menjejak lantai dan berguling ke depan. Kedua kaki dan tangan hendaknya menyentuh lantai secara bersamaan.
.
== Teknik Judo ==
Teknik bantingan judo (''nage waza'') dapat dibagi menjadi teknik berdiri (''tachi waza'') dan teknik menjatuhkan diri (''sutemi waza''). Teknik berdiri dibagi lagi menjadi teknik tangan (''te waza''), teknik pangkal paha (''koshi waza''), dan teknik kaki (''ashi waza''). Teknik menjatuhkan diri dibagi lagi menjadi teknik menjatuhkan diri ke belakang (''ma sutemi waza'') dan teknik menjatuhkan diri ke samping (''yoko sutemi waza'')
Teknik kuncian judo (''katame waza'') dapat dibagi menjadi teknik menahan (''osae waza'' atau ''osaekomi waza''), teknik jepit (''shime waza''), dan teknik sambungan (''kansetsu waza'')
Teknik menyerang (''atemi waza'') dengan tendangan atau pukulan bahkan dengan senjata pisau atau pedang kadang digunakan untuk latihan bagi judoka tingkatan tinggi, walaupun dalam pertandingan resmi hal tersebut dilarang (demikian pula pada saat latihan bebas (''randori'')
=== Teknik bantingan (teknik berdiri) ===
* Sapuan lutut - ''hiza guruma''
* Jegal dari belakang - ''o soto gari''
* Jegal dari depan - 'ko uchi gari''
* Sapuan samping - ''deashi barai''
* Bantingan paha - ''uchi mata''
* Bantingan pangkal paha memutar - ''o goshi''
* Bantingan pangkal paha angkat - ''surikomi goshi''
* Bantingan pangkal paha sapuan - ''harai goshi''
* Lemparan bahu - ''seoi nage''
* Menjatuhkan tubuh - '' tai otoshi''
* Lemparan guling belakang - ''tomoe nage''
=== Teknik kuncian (teknik berbaring) ===
Teknik kuncian (''katame waza'') disebut juga teknik berbaring (''ne waza'') karena teknik ini dilakukan ketika seorang judoka atau lawannya berbaring menghadap ke atas atau ke bawah.
* Kuncian pinggang - ''kesa gatame''
* Kuncian bahu - ''kata gatame''
* Kuncian empat sisi - ''yoko shiho gatame''
* Kuncian empat sisi atas - ''kami shiho gatame''
* Kuncian belakang - ''kataha jime''
* Kuncian kalung - ''okuri eri jime''
* Kuncian tangan - ''ude garami''
* Kuncian tangan silang - ''ude hishigi juji gatame''
Apa Kodokan Judo?
Judo adalah banyak hal bagi orang yang berbeda. Ini adalah olahraga yang menyenangkan, sebuah seni, sebuah disiplin, rekreasi atau kegiatan sosial, sebuah program kebugaran, alat pertahanan diri atau pertempuran, dan cara hidup. Ini adalah semua ini dan lebih.
Kodokan Judo datang kepada kita dari sistem pertempuran feodal Jepang. Didirikan pada tahun 1882 oleh Dr Jigoro Kano, Judo adalah penyempurnaan dari seni bela diri kuno Jujitsu. Dr Kano, Presiden dari University of Education, Tokyo, mempelajari bentuk-bentuk kuno tersebut dan terpadu apa yang dianggap sebagai yang terbaik dari teknik mereka menjadi apa yang sekarang olahraga modern Judo.
Judo diperkenalkan ke Olimpiade pada tahun 1964 dan telah diterapkan oleh jutaan orang di seluruh dunia saat ini. Orang berlatih Judo untuk unggul dalam persaingan, untuk tinggal di bentuk, untuk mengembangkan kepercayaan diri, dan untuk banyak alasan lain. Tapi yang terpenting, orang Judo hanya untuk bersenang-senang.
Judo is Fun!
Seperti dalam semua olahraga, Judo memiliki ketat seperangkat aturan yang mengatur persaingan dan memastikan keselamatan. Bagi mereka yang ingin menguji ketrampilan mereka, Judo menawarkan kesempatan untuk kompetisi di semua tingkat keterampilan, dari klub ke turnamen nasional, untuk Olimpiade. Ada divisi berat badan yang terpisah untuk pria dan wanita, dan anak laki-laki dan perempuan.
Judo yang paling dikenal spektakuler itu teknik melempar, tetapi juga melibatkan banyak bergulat di tanah khusus menggunakan pin, memegang kendali, lengan kunci, dan Judo teknik tersedak. Judo menekankan keselamatan, dan aktivitas fisik penuh atas pengkondisian. Judo itu dipelajari di tikar khusus untuk kenyamanan dan keamanan.
Judo adalah unik karena semua kelompok usia, kedua jenis kelamin, dan sebagian besar penyandang cacat dapat berpartisipasi bersama dalam belajar dan berlatih olahraga. Judo adalah yang murah, kegiatan sepanjang tahun, yang menarik untuk orang-orang dari semua kalangan. Banyak orang lebih dari enam puluh tahun menikmati olahraga, serta sangat muda laki-laki dan perempuan.
Judo mengembangkan disiplin diri dan menghormati diri sendiri dan orang lain. Judo menyediakan sarana untuk belajar kepercayaan diri, konsentrasi, dan kemampuan kepemimpinan, serta koordinasi fisik, kekuasaan, dan fleksibilitas. Sebagai olahraga yang telah berkembang dari sebuah pertempuran seni, itu mengembangkan kontrol tubuh lengkap, keseimbangan yang baik, dan cepat tindakan refleksif. Di atas semuanya, itu mengembangkan pikiran bereaksi tajam baik dikoordinasikan dengan jenis yang sama tubuh. Pelatihan judo memberikan seseorang yang efektif sistem pertahanan diri jika diperlukan.
Sistem Rank yang Judo
Judo menciptakan sistem peringkat, sekarang digunakan di kebanyakan seni bela diri lain, yang mengenali seseorang tingkat pengetahuan, kemampuan, dan kepemimpinan. Ada barisan yang terpisah untuk yunior (di bawah 17) dan senior. Judo peringkat diidentifikasi oleh warna sabuk, dan sepuluh derajat nilai-nilai maju untuk sabuk hitam. Reguler mendorong kemajuan siswa untuk mencapai lebih.
Prinsip dan Tujuan dari Judo
Judo, yang diterjemahkan sebagai "cara lembut", mengajarkan prinsip fleksibilitas dalam penerapan teknik. Ini adalah fleksibel atau efisien penggunaan keseimbangan, leverage, dan gerakan dalam kinerja Judo throws dan keterampilan lainnya. Keterampilan, teknik dan waktu, daripada penggunaan kekuatan kasar, adalah bahan penting bagi keberhasilan dalam Judo. Sebagai contoh, dalam kelas Judo Anda dapat belajar bagaimana memberi jalan, daripada menggunakan kekerasan, untuk mengatasi lawan yang lebih kuat.
The prinsip-prinsip Judo, seperti "Maksimum Efisiensi" dan "Kesejahteraan Bersama dan Manfaat", dapat juga digunakan dalam hubungan kita dengan orang lain dalam hidup. Tujuan utama dalam Judo adalah untuk mengembangkan diri semaksimal mungkin, selalu berusaha untuk mencapai kesempurnaan, sehingga Anda dapat menyumbangkan sesuatu yang berharga kepada dunia.
NORMA TEST DAN PENGUKURAN
I PETUNJUK PELAKSANAAN
A. Dalam pelaksanaan test dan pengukuran ditempuh dalam waktu selama 1 (satu) menit pada setiap jenis atau bentuk test.
B. Dalam pelaksanaan test dan pengukuran ditempuh dalam jarak dalam ukuran meter pada setiap jenis atau bentuk test.
C. Jenis atau bentuk test yang diselenggarakan dalam waktu 1 (satu) menit dan dengan hasil berapa kali ulangan dalam melaksanakan bentuk ketrampilan dasar antara lain :
- “Pull Up, Push Up, Sit Up, Back Up, Squat Trush, Knee tuck Jump, Hand Stand Push Up, Passing Bawah dan Atas Bola Voli, Lay Up Per menit”.
D. Jenis atau bentuk test yang diselenggarakan dengan menggunakan jarak tempuh dan dengan hasil test adalah Waktu dalam menit atau detik antara lain :
“Test Lari 2,4 Km, Lari 50 m, Lari 100 meter, Lari 200 meter, Lari 400 meter, Lari 1500 meter, 3000 meter, Semo Agility, Menggiring bola kaki, Driblling bola basket”.
E. Jenis atau bentuk test yang diselenggarakan dengan menggunakan jarak tempuh dan dengan hasil test adalah jarak atau meter, dilaksanakan 2 kali ulangan antara lain :
”Tolak peluru, Lempar cakram, Lempar lembing, Loncat jauh, Lompat tinggi, Melempar bola ke sasaran”.
II. ASPEK-ASPEK PENILAIAN PENJASKES
a. Permainan dan Olahraga
”Sepak bola, bola voli, bola basket, lari 50 m, lari jarak menengah, lompat jauh, loncat tinggi, Tolak peluru, lempar lembing, lempar cakram”.
b. Aktifitas Pengembangan
”Komponen kebugaran jasmani, Latihan kekuatan, Kecepatan, kelincahan, keseimbangan, kelenturan, daya tahan, kecepatan reaksi”.
c. Aktifitas ritmik
”Senam irama dan senam simpai
d. Uji Diri atau Senam
”Senam dasar dan senam lantai
e. Olahraga Pilihan
”Renang, Penjelajah di sekitar sekolah atau di luar sekolah, bulutangkis, Tenis meja
III. NORMA TEST PRAKTEK DAN PENGUKURAN PENJASKES
1. PULL UP : Norma test dan pengukuran untuk kekuatan otot tangan
KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI SCORE
PEREMPUAN NILAI
Sangat Baik 56 Ke atas 41 Ke atas 85
Baik 41 - 55 31 - 40 80
Sedang 20 - 40 16 – 30 75
Kurang 09 - 19 06 - 15 70
Sangat Kurang 00 - 08 00 - 05 65
2. SIT UP : Norma test dan pengukuran untuk kekuatan otot perut
KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI SCORE
PEREMPUAN NILAI
Sangat Baik 46 Ke atas 31 Ke atas 85
Baik 36 - 45 26 – 30 80
Sedang 26 – 35 18 – 25 75
Kurang 16 – 25 11 – 17 70
Sangat Kurang 00 – 15 00 – 10 65
3. BACK UP : Norma test dan pengukuran untuk kekuatan otot punggung
KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI SCORE
PEREMPUAN NILAI
Sangat Baik 66 Ke atas 41 Ke atas 85
Baik 53 - 65 31 - 40 80
Sedang 34 - 52 21 – 30 75
Kurang 25 - 33 13 – 20 70
Sangat Kurang 00 - 24 00 – 12 65
4. PUSH UP : Norma test dan pengukuran untuk kekuatan otot tangan
KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI SCORE
PEREMPUAN NILAI
Sangat Baik 31 Ke atas 27 Ke atas 85
Baik 25 - 30 21 - 26 80
Sedang 13 – 24 11 – 21 75
Kurang 07 - 12 05 – 10 70
Sangat Kurang 00 - 06 00 – 04 65
5. SQUAT THRUST : Norma test dan pengukuran Untuk mengukur daya tahan otot
KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI SCORE
PEREMPUAN NILAI
Sangat Baik 46 Ke atas 35 Ke atas 85
Baik 36 – 45 26 – 34 80
Sedang 26 – 35 17 – 25 75
Kurang 16 – 25 08 – 16 70
Sangat Kurang 00 – 15 00 – 07 65
6. KNEE TUCK JUMP : Norma test dan pengukuran power ( daya ledak) otot kaki
KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI SCORE
PEREMPUAN NILAI
Sangat Baik 86 Ke atas 44 Ke atas 85
Baik 66 – 85 34 – 43 80
Sedang 37 – 65 22 – 33 75
Kurang 19 – 36 15 – 24 70
Sangat Kurang 00 – 18 00 – 14 65
7. HAND STAND PUSH UP : Norma test dan pengukuran untuk kekuatan otot tangan dan keseimbangan badan
KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI SCORE
PEREMPUAN NILAI
Sangat Baik 21 Ke atas 18 Ke atas 85
Baik 16 – 20 11 – 17 80
Sedang 11 – 15 04 – 10 75
Kurang 06 – 10 02 – 03 70
Sangat Kurang 00 – 05 00 – 01 65
8. TEST LARI 2,4 KM : Norma test dan pengukuran untuk mengukur daya tahan tubuh, jantung dan paru-paru
KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI
( Menit ) SCORE
PEREMPUAN
( Menit ) NILAI
Sangat Baik 09.40 Ke bawah 13.30 Ke bawah 85
Baik 09.41 – 10.48 13.31 – 14.30 80
Sedang 10.49 – 12.10 14.31 – 16.54 75
Kurang 12.11 – 15.30 16.55 – 18.30 70
Sangat Kurang 15.31 Ke atas 18.31 Ke atas 65
9. SEMO AGILITY (Kirby) : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui tingkat kelincahan seseorang dalam aktifitas olahraga.
Ukuran lapangan 9 m x 9 m
KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI
( Detik ) SCORE
PEREMPUAN
(Detik) NILAI
Sangat Baik 23.00 Ke bawah 24.70 Ke bawah 85
Baik 23.01 – 24.29 24.71 – 25.80 80
Sedang 24.30 – 26.70 25.01 – 28.60 75
Kurang 26.71 – 28.50 28.61 – 31.20 70
Sangat Kurang 28.51 Ke atas 31.21 Ke atas 65
10. PASSING BAWAH BOLA VOLI : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui tingkat ketrampilan teknik dasar passing bawah dalam permainan bola voli dalam waktu 1 (satu) menit
KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI SCORE
PEREMPUAN NILAI
Sangat Baik 60 Ke atas 40 Ke atas 85
Baik 47 – 59 30 – 39 80
Sedang 31 – 46 20 – 29 75
Kurang 16 – 30 09 – 19 70
Sangat Kurang 00 – 15 00 – 08 65
11. PASSING ATAS BOLA VOLI : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui tingkat ketrampilan teknik dasar passing bawah dalam permainan bola voli
KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI SCORE
PEREMPUAN NILAI
Sangat Baik 64 Ke atas 45 Ke atas 85
Baik 48 – 63 33 – 44 80
Sedang 32 – 47 20 – 32 75
Kurang 16 – 31 09 – 19 70
Sangat Kurang 00 – 15 00 – 08 65
12. LAY UP PER MENIT BOLA BASKET : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui tingkat ketrampilan teknik dasar Driblle (menggiring) bola basket dalam permainan bola basket.
KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI SCORE
PEREMPUAN NILAI
Sangat Baik 26 Ke atas 20 Ke atas 85
Baik 19 – 25 15 – 19 80
Sedang 12 – 18 10 – 14 75
Kurang 06 – 11 05 – 09 70
Sangat Kurang 00 – 05 00 – 04 65
13. LARI 50 METER : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui tingkat ketrampilan lari cepat pada cabang atletik
KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI
( Detik ) SCORE
PEREMPUAN
( Detik ) NILAI
Sangat Baik 06.69 Ke bawah 07.29 Ke bawah 85
Baik 06.70 – 06.90 07.30 – 07.50 80
Sedang 06.91 – 07.09 07.51 – 07.70 75
Kurang 07.10 – 07.19 07.71 – 07.79 70
Sangat Kurang 07.20 Ke atas 07.80 Ke atas 65
14. LARI 100 METER : : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui tingkat ketrampilan lari cepat pada cabang atletik
KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI
( Detik ) SCORE
PEREMPUAN
( Detik ) NILAI
Sangat Baik 12.39 Ke bawah 13.19 Ke bawah 85
Baik 12.40 – 12.50 13.20 – 13.50 80
Sedang 12.51 – 12.70 13.51 – 13.80 75
Kurang 12.71 – 12.90 13.81 – 14.19 70
Sangat Kurang 12.91 Ke atas 14.20 Ke atas 65
15. LARI 200 METER : : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui tingkat ketrampilan lari cepat pada cabang atletik
KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI
( Detik ) SCORE
PEREMPUAN
( Detik ) NILAI
Sangat Baik 55.99 Ke bawah 60.02 Ke bawah 85
Baik 56.00 – 57.00 60.03 – 60.05 80
Sedang 57.01 – 58.05 60.06 – 60.08 75
Kurang 58.06 – 60.09 60.09 – 60.12 70
Sangat Kurang 60.10 Ke atas 60.13 Ke atas 65
16. LARI 400 METER : : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui tingkat ketrampilan lari cepat pada cabang atletik
KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI
( Detik ) SCORE
PEREMPUAN
( Detik ) NILAI
Sangat Baik 55.99 Ke bawah 60.02 Ke bawah 85
Baik 56.00 – 57.00 60.03 – 60.05 80
Sedang 57.01 – 58.05 60.06 – 60.08 75
Kurang 58.06 – 60.09 60.09 – 60.12 70
Sangat Kurang 60.10 Ke atas 60.13 Ke atas 65
17. LARI 1500 METER : : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui tingkat ketrampilan lari jarak menengah pada cabang atletik
KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI
(Menit) SCORE
PEREMPUAN
(Menit) NILAI
Sangat Baik 04.19 Ke bawah 04.47 Ke bawah 85
Baik 04.20 – 04.26 04.48 – 04.56 80
Sedang 04.27 – 04.32 04.57 – 05.09 75
Kurang 04.33 – 04.39 05.10 – 05.27 70
Sangat Kurang 04.40 Ke atas 05.28 Ke atas 65
18. LARI 3000 METER : : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui tingkat ketrampilan lari jarak menengah pada cabang atletik
KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI
(Menit) SCORE
PEREMPUAN
(Menit) NILAI
Sangat Baik 09.29 Ke bawah 10.35 Ke bawah 85
Baik 09.30 – 09.40 10.36 – 10.52 80
Sedang 09.41 – 09.59 10.53 – 11.19 75
Kurang 10.00 – 10.19 11.20 – 11.55 70
Sangat Kurang 10.20 Ke atas 11.56 Ke atas 65
19. LONCAT TINGGI : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui tinggi loncatan pada ketrampilan cabang atletik
KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI
(Cm) SCORE
PEREMPUAN
(Cm) NILAI
Sangat Baik 141 Ke atas 126 Ke atas 85
Baik 136 – 140 120 – 125 80
Sedang 131 – 135 115 – 119 75
Kurang 125 – 130 110 – 114 70
Sangat Kurang 124 Ke bawah 109 Ke bawah 65
20. LOMPAT JAUH: Norma test dan pengukuran untuk mengetahui jarak lompatan pada ketrampilan cabang atletik
KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI
(Cm) SCORE
PEREMPUAN
(Cm) NILAI
Sangat Baik 495 Ke atas 400 Ke atas 85
Baik 463 – 494 350 – 399 80
Sedang 449 – 462 300 – 349 75
Kurang 424 – 448 201 – 299 70
Sangat Kurang 423 Ke bawah 200 Ke bawah 65
21. TOLAK PELURU : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui jarak tolakan pada ketrampilan cabang atletik
KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI
(Cm) SCORE
PEREMPUAN
(Cm) NILAI
Sangat Baik 851 Ke atas 651 Ke atas 85
Baik 751 – 850 551 – 650 80
Sedang 651 – 750 451 – 550 75
Kurang 601 – 650 401 – 450 70
Sangat Kurang 600 Ke bawah 400 Ke bawah 65
22. LEMPAR CAKRAM : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui jarak lemparan pada ketrampilan cabang atletik
KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI
(Cm) SCORE
PEREMPUAN
(Cm) NILAI
Sangat Baik 29 Ke atas 21 Ke atas 85
Baik 26 - 28 19 – 20 80
Sedang 22 - 24 16 – 18 75
Kurang 18 – 20 13 – 15 70
Sangat Kurang 17 Ke bawah 12 Ke bawah 65
23. MENGGIRING BOLA : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui tingkat ketrampilan dalam menguasai dan menggiring bola pada permainan sepak bola
a. Pelaksanaan
Menggiring bola berliku-liku (zig zag) melalui 10 tiang pancang dengan jarak masing-masing 2 (dua) meter. Tester berdiri di garis start, setelah ada aba-aba ”ya” menggiring bola berliku-liku melalui 10 (sepuluh) tiang pancang dan kembali berputar menggiring bola melalui tiap-tiap tiang pancang sampai pada tiang pancang pertama atau garis finish.
b. Norma test menggiring bola
KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI
( Detik ) SCORE
PEREMPUAN
( Detik ) NILAI
Sangat Baik 18.99 Ke bawah 21.99 Ke bawah 85
Baik 19.00 – 21. 00 22.00 – 23.00 80
Sedang 21.01 – 23. 00 23.01 – 25.00 75
Kurang 23.01 – 25.00 25.01 – 27.00 70
Sangat Kurang 25.01 Ke atas 27.01 Ke atas 65
24. MELEMPAR BOLA : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui tingkat ketrampilan dalam melempar dan memberikan bola sesuai dengan sasaran pada permainan sepak bola
a. Pelaksanaan
Melempar bola tanpa atau menggunakan awalan (ancang-ancang) ke arah yang ditentukan. Jarak lempar dengan garis batas lempar dari 0 meter, 10 meter, 12 meter, 14 meter, 16 meter. Tester diberikan kesempatan melempar bola 2 (dua) kali, prestasi jarak lempar diambil yang terjauh.
Tester 10 m 12 m 14 m 16 m
b. Norma test melempar bola
KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI
(Meter) SCORE
PEREMPUAN
(Meter) NILAI
Sangat Baik 17 ke atas 15 ke atas 85
Baik 15 – 16 13 – 14 80
Sedang 13 – 14 11 – 12 75
Kurang 11 – 12 09 – 10 70
Sangat Kurang 10 ke bawah 08 ke bawah 65
A. Dalam pelaksanaan test dan pengukuran ditempuh dalam waktu selama 1 (satu) menit pada setiap jenis atau bentuk test.
B. Dalam pelaksanaan test dan pengukuran ditempuh dalam jarak dalam ukuran meter pada setiap jenis atau bentuk test.
C. Jenis atau bentuk test yang diselenggarakan dalam waktu 1 (satu) menit dan dengan hasil berapa kali ulangan dalam melaksanakan bentuk ketrampilan dasar antara lain :
- “Pull Up, Push Up, Sit Up, Back Up, Squat Trush, Knee tuck Jump, Hand Stand Push Up, Passing Bawah dan Atas Bola Voli, Lay Up Per menit”.
D. Jenis atau bentuk test yang diselenggarakan dengan menggunakan jarak tempuh dan dengan hasil test adalah Waktu dalam menit atau detik antara lain :
“Test Lari 2,4 Km, Lari 50 m, Lari 100 meter, Lari 200 meter, Lari 400 meter, Lari 1500 meter, 3000 meter, Semo Agility, Menggiring bola kaki, Driblling bola basket”.
E. Jenis atau bentuk test yang diselenggarakan dengan menggunakan jarak tempuh dan dengan hasil test adalah jarak atau meter, dilaksanakan 2 kali ulangan antara lain :
”Tolak peluru, Lempar cakram, Lempar lembing, Loncat jauh, Lompat tinggi, Melempar bola ke sasaran”.
II. ASPEK-ASPEK PENILAIAN PENJASKES
a. Permainan dan Olahraga
”Sepak bola, bola voli, bola basket, lari 50 m, lari jarak menengah, lompat jauh, loncat tinggi, Tolak peluru, lempar lembing, lempar cakram”.
b. Aktifitas Pengembangan
”Komponen kebugaran jasmani, Latihan kekuatan, Kecepatan, kelincahan, keseimbangan, kelenturan, daya tahan, kecepatan reaksi”.
c. Aktifitas ritmik
”Senam irama dan senam simpai
d. Uji Diri atau Senam
”Senam dasar dan senam lantai
e. Olahraga Pilihan
”Renang, Penjelajah di sekitar sekolah atau di luar sekolah, bulutangkis, Tenis meja
III. NORMA TEST PRAKTEK DAN PENGUKURAN PENJASKES
1. PULL UP : Norma test dan pengukuran untuk kekuatan otot tangan
KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI SCORE
PEREMPUAN NILAI
Sangat Baik 56 Ke atas 41 Ke atas 85
Baik 41 - 55 31 - 40 80
Sedang 20 - 40 16 – 30 75
Kurang 09 - 19 06 - 15 70
Sangat Kurang 00 - 08 00 - 05 65
2. SIT UP : Norma test dan pengukuran untuk kekuatan otot perut
KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI SCORE
PEREMPUAN NILAI
Sangat Baik 46 Ke atas 31 Ke atas 85
Baik 36 - 45 26 – 30 80
Sedang 26 – 35 18 – 25 75
Kurang 16 – 25 11 – 17 70
Sangat Kurang 00 – 15 00 – 10 65
3. BACK UP : Norma test dan pengukuran untuk kekuatan otot punggung
KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI SCORE
PEREMPUAN NILAI
Sangat Baik 66 Ke atas 41 Ke atas 85
Baik 53 - 65 31 - 40 80
Sedang 34 - 52 21 – 30 75
Kurang 25 - 33 13 – 20 70
Sangat Kurang 00 - 24 00 – 12 65
4. PUSH UP : Norma test dan pengukuran untuk kekuatan otot tangan
KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI SCORE
PEREMPUAN NILAI
Sangat Baik 31 Ke atas 27 Ke atas 85
Baik 25 - 30 21 - 26 80
Sedang 13 – 24 11 – 21 75
Kurang 07 - 12 05 – 10 70
Sangat Kurang 00 - 06 00 – 04 65
5. SQUAT THRUST : Norma test dan pengukuran Untuk mengukur daya tahan otot
KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI SCORE
PEREMPUAN NILAI
Sangat Baik 46 Ke atas 35 Ke atas 85
Baik 36 – 45 26 – 34 80
Sedang 26 – 35 17 – 25 75
Kurang 16 – 25 08 – 16 70
Sangat Kurang 00 – 15 00 – 07 65
6. KNEE TUCK JUMP : Norma test dan pengukuran power ( daya ledak) otot kaki
KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI SCORE
PEREMPUAN NILAI
Sangat Baik 86 Ke atas 44 Ke atas 85
Baik 66 – 85 34 – 43 80
Sedang 37 – 65 22 – 33 75
Kurang 19 – 36 15 – 24 70
Sangat Kurang 00 – 18 00 – 14 65
7. HAND STAND PUSH UP : Norma test dan pengukuran untuk kekuatan otot tangan dan keseimbangan badan
KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI SCORE
PEREMPUAN NILAI
Sangat Baik 21 Ke atas 18 Ke atas 85
Baik 16 – 20 11 – 17 80
Sedang 11 – 15 04 – 10 75
Kurang 06 – 10 02 – 03 70
Sangat Kurang 00 – 05 00 – 01 65
8. TEST LARI 2,4 KM : Norma test dan pengukuran untuk mengukur daya tahan tubuh, jantung dan paru-paru
KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI
( Menit ) SCORE
PEREMPUAN
( Menit ) NILAI
Sangat Baik 09.40 Ke bawah 13.30 Ke bawah 85
Baik 09.41 – 10.48 13.31 – 14.30 80
Sedang 10.49 – 12.10 14.31 – 16.54 75
Kurang 12.11 – 15.30 16.55 – 18.30 70
Sangat Kurang 15.31 Ke atas 18.31 Ke atas 65
9. SEMO AGILITY (Kirby) : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui tingkat kelincahan seseorang dalam aktifitas olahraga.
Ukuran lapangan 9 m x 9 m
KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI
( Detik ) SCORE
PEREMPUAN
(Detik) NILAI
Sangat Baik 23.00 Ke bawah 24.70 Ke bawah 85
Baik 23.01 – 24.29 24.71 – 25.80 80
Sedang 24.30 – 26.70 25.01 – 28.60 75
Kurang 26.71 – 28.50 28.61 – 31.20 70
Sangat Kurang 28.51 Ke atas 31.21 Ke atas 65
10. PASSING BAWAH BOLA VOLI : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui tingkat ketrampilan teknik dasar passing bawah dalam permainan bola voli dalam waktu 1 (satu) menit
KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI SCORE
PEREMPUAN NILAI
Sangat Baik 60 Ke atas 40 Ke atas 85
Baik 47 – 59 30 – 39 80
Sedang 31 – 46 20 – 29 75
Kurang 16 – 30 09 – 19 70
Sangat Kurang 00 – 15 00 – 08 65
11. PASSING ATAS BOLA VOLI : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui tingkat ketrampilan teknik dasar passing bawah dalam permainan bola voli
KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI SCORE
PEREMPUAN NILAI
Sangat Baik 64 Ke atas 45 Ke atas 85
Baik 48 – 63 33 – 44 80
Sedang 32 – 47 20 – 32 75
Kurang 16 – 31 09 – 19 70
Sangat Kurang 00 – 15 00 – 08 65
12. LAY UP PER MENIT BOLA BASKET : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui tingkat ketrampilan teknik dasar Driblle (menggiring) bola basket dalam permainan bola basket.
KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI SCORE
PEREMPUAN NILAI
Sangat Baik 26 Ke atas 20 Ke atas 85
Baik 19 – 25 15 – 19 80
Sedang 12 – 18 10 – 14 75
Kurang 06 – 11 05 – 09 70
Sangat Kurang 00 – 05 00 – 04 65
13. LARI 50 METER : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui tingkat ketrampilan lari cepat pada cabang atletik
KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI
( Detik ) SCORE
PEREMPUAN
( Detik ) NILAI
Sangat Baik 06.69 Ke bawah 07.29 Ke bawah 85
Baik 06.70 – 06.90 07.30 – 07.50 80
Sedang 06.91 – 07.09 07.51 – 07.70 75
Kurang 07.10 – 07.19 07.71 – 07.79 70
Sangat Kurang 07.20 Ke atas 07.80 Ke atas 65
14. LARI 100 METER : : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui tingkat ketrampilan lari cepat pada cabang atletik
KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI
( Detik ) SCORE
PEREMPUAN
( Detik ) NILAI
Sangat Baik 12.39 Ke bawah 13.19 Ke bawah 85
Baik 12.40 – 12.50 13.20 – 13.50 80
Sedang 12.51 – 12.70 13.51 – 13.80 75
Kurang 12.71 – 12.90 13.81 – 14.19 70
Sangat Kurang 12.91 Ke atas 14.20 Ke atas 65
15. LARI 200 METER : : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui tingkat ketrampilan lari cepat pada cabang atletik
KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI
( Detik ) SCORE
PEREMPUAN
( Detik ) NILAI
Sangat Baik 55.99 Ke bawah 60.02 Ke bawah 85
Baik 56.00 – 57.00 60.03 – 60.05 80
Sedang 57.01 – 58.05 60.06 – 60.08 75
Kurang 58.06 – 60.09 60.09 – 60.12 70
Sangat Kurang 60.10 Ke atas 60.13 Ke atas 65
16. LARI 400 METER : : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui tingkat ketrampilan lari cepat pada cabang atletik
KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI
( Detik ) SCORE
PEREMPUAN
( Detik ) NILAI
Sangat Baik 55.99 Ke bawah 60.02 Ke bawah 85
Baik 56.00 – 57.00 60.03 – 60.05 80
Sedang 57.01 – 58.05 60.06 – 60.08 75
Kurang 58.06 – 60.09 60.09 – 60.12 70
Sangat Kurang 60.10 Ke atas 60.13 Ke atas 65
17. LARI 1500 METER : : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui tingkat ketrampilan lari jarak menengah pada cabang atletik
KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI
(Menit) SCORE
PEREMPUAN
(Menit) NILAI
Sangat Baik 04.19 Ke bawah 04.47 Ke bawah 85
Baik 04.20 – 04.26 04.48 – 04.56 80
Sedang 04.27 – 04.32 04.57 – 05.09 75
Kurang 04.33 – 04.39 05.10 – 05.27 70
Sangat Kurang 04.40 Ke atas 05.28 Ke atas 65
18. LARI 3000 METER : : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui tingkat ketrampilan lari jarak menengah pada cabang atletik
KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI
(Menit) SCORE
PEREMPUAN
(Menit) NILAI
Sangat Baik 09.29 Ke bawah 10.35 Ke bawah 85
Baik 09.30 – 09.40 10.36 – 10.52 80
Sedang 09.41 – 09.59 10.53 – 11.19 75
Kurang 10.00 – 10.19 11.20 – 11.55 70
Sangat Kurang 10.20 Ke atas 11.56 Ke atas 65
19. LONCAT TINGGI : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui tinggi loncatan pada ketrampilan cabang atletik
KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI
(Cm) SCORE
PEREMPUAN
(Cm) NILAI
Sangat Baik 141 Ke atas 126 Ke atas 85
Baik 136 – 140 120 – 125 80
Sedang 131 – 135 115 – 119 75
Kurang 125 – 130 110 – 114 70
Sangat Kurang 124 Ke bawah 109 Ke bawah 65
20. LOMPAT JAUH: Norma test dan pengukuran untuk mengetahui jarak lompatan pada ketrampilan cabang atletik
KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI
(Cm) SCORE
PEREMPUAN
(Cm) NILAI
Sangat Baik 495 Ke atas 400 Ke atas 85
Baik 463 – 494 350 – 399 80
Sedang 449 – 462 300 – 349 75
Kurang 424 – 448 201 – 299 70
Sangat Kurang 423 Ke bawah 200 Ke bawah 65
21. TOLAK PELURU : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui jarak tolakan pada ketrampilan cabang atletik
KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI
(Cm) SCORE
PEREMPUAN
(Cm) NILAI
Sangat Baik 851 Ke atas 651 Ke atas 85
Baik 751 – 850 551 – 650 80
Sedang 651 – 750 451 – 550 75
Kurang 601 – 650 401 – 450 70
Sangat Kurang 600 Ke bawah 400 Ke bawah 65
22. LEMPAR CAKRAM : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui jarak lemparan pada ketrampilan cabang atletik
KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI
(Cm) SCORE
PEREMPUAN
(Cm) NILAI
Sangat Baik 29 Ke atas 21 Ke atas 85
Baik 26 - 28 19 – 20 80
Sedang 22 - 24 16 – 18 75
Kurang 18 – 20 13 – 15 70
Sangat Kurang 17 Ke bawah 12 Ke bawah 65
23. MENGGIRING BOLA : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui tingkat ketrampilan dalam menguasai dan menggiring bola pada permainan sepak bola
a. Pelaksanaan
Menggiring bola berliku-liku (zig zag) melalui 10 tiang pancang dengan jarak masing-masing 2 (dua) meter. Tester berdiri di garis start, setelah ada aba-aba ”ya” menggiring bola berliku-liku melalui 10 (sepuluh) tiang pancang dan kembali berputar menggiring bola melalui tiap-tiap tiang pancang sampai pada tiang pancang pertama atau garis finish.
b. Norma test menggiring bola
KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI
( Detik ) SCORE
PEREMPUAN
( Detik ) NILAI
Sangat Baik 18.99 Ke bawah 21.99 Ke bawah 85
Baik 19.00 – 21. 00 22.00 – 23.00 80
Sedang 21.01 – 23. 00 23.01 – 25.00 75
Kurang 23.01 – 25.00 25.01 – 27.00 70
Sangat Kurang 25.01 Ke atas 27.01 Ke atas 65
24. MELEMPAR BOLA : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui tingkat ketrampilan dalam melempar dan memberikan bola sesuai dengan sasaran pada permainan sepak bola
a. Pelaksanaan
Melempar bola tanpa atau menggunakan awalan (ancang-ancang) ke arah yang ditentukan. Jarak lempar dengan garis batas lempar dari 0 meter, 10 meter, 12 meter, 14 meter, 16 meter. Tester diberikan kesempatan melempar bola 2 (dua) kali, prestasi jarak lempar diambil yang terjauh.
Tester 10 m 12 m 14 m 16 m
b. Norma test melempar bola
KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI
(Meter) SCORE
PEREMPUAN
(Meter) NILAI
Sangat Baik 17 ke atas 15 ke atas 85
Baik 15 – 16 13 – 14 80
Sedang 13 – 14 11 – 12 75
Kurang 11 – 12 09 – 10 70
Sangat Kurang 10 ke bawah 08 ke bawah 65
KURIKULUM
A. Pengertian Kurikulum
Studi kurikulum merupakan bidang yang relative baru berkembangdibandingkan bidang-bidang pendidik-an yang lainnya. Sebagai bidang yang masih baru maka konsepsi mengenai kurikulum masih beragam. Keragaman ini disebabkan pendekatan, sudut pandang dan landasan berfikir yang dipakai sebagai pijakan.
• Secara etimologis kurikulum berasal dari bahasa yunani, yaitu curir yangartinya pelari dan curere yang berarti berpacu. Jadi istilah kurikulum pada awal berhubungan dengan kegiatan olahraga pada jaman romawi kuno di yunani dengan mengandung pengertian suatu jarak yang harus ditempuh oleh pelari.
• Secaraterminology istilah kurikulum digunakan dalam dunia pendidikan dengan pengertiansemua sebagai sejumlah pengetahuan yang harus ditempuh atau diselasaikan siswa guna mendapatkan suatu tingkatan atau ijasah.
Para ahli kurikulum dalam memberikan pengertian bergerak dari suatupengertian yang spesifik menuju kearah pengertian uyang lebih umum dan luas.
1. Dalam pengertian spesifik kurikulum diartikan sebagai daftar mata pelajaran yang harus dipelajari siswa. Kelompok yang mendefinisikan kurikulum dalam arti luas.
2. Dalam pengertian spesifik kurikulum diartikan sebagai kumpulan data mata pelajaran yang harus dipelajari siswa. Kelompok yang mendefinisikan kurikulum dalam arti luas mengartikan kurikulum sebagai semua pengalaman belajar yang dialami siswa baik didalam maupun di luar kelas untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Pengertian kurikulum yang lebih banyak dibicara-kan adalah kurikulum dalamarti luas yaitu semua pengalaman belajar yang dirancang untuk mencapai tujuan.
1. Taba (1962) menyatakan definisi yang terlalu luas tidak fungsional, sebaliknya meninggalkan segala sesuatu definisi kurikulum kecuali pernyataan yujuan dan garis-garis besar isi akan menurunkan kedudukan pengalaman belajar akan menjadi metode. Ia menyarankan aspek-aspek yang lebih dekat dengan praktek pendidikanatau lebih spesifik sifatnya dapat dimasukkan dalam kawasan pembelajaran.
2. Doll (1964) berpendapat bahwa kurikulum yang paling banyak diterima telah berubah dari isi pelajaran yang dipelajari dan daftar pelajaran yang diberikan menuju kepada semua pengalaman belajar yang disajikan dalam pembeljaran dibawah tanggung jawab sekolah. Definisi ini tampaknya lebih luas dan lebih mencermionkan peristiwa peristiwa pendidikan secara lebih cermat. Alasan sekolah didirikan olehmasyarakat untuk pendidikan yang memungkinkan pembelajaran berkembang sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Tujuan dan perkembangan ini dapat dicapai melalui pengalaman belajar yang diperoleh pebelajar.
3. Tyler (1970) mengatakan bahwa kurikulum identikl dengan pengajaran.Pengembangan kurikulum sama dengan merencanakan pengajaran. Oleh karena itu apabila ingin mengembangkan kuriklulum harus menbjawab empat pertanyaaan pokok yaitu :1) apakah tujuan yang hendak dicapai? 2) pengalaman belajar apakah yang perlu dipersiapkan untuk mencapai tujuan? 3) bagaimana pengalaman belajar itu diorganisasi secara efektif? 4) bagaimana menentukan keberhasilan mecapai tujuan? Menurutnya kurikulum dapat dikembangkan untuk tingkat sekolah, bidang studi maupun bahan pengajaran.
4. Oliver (1977:32) mengartikan kurikulum sebagai program pendidikan untuk mendapatkan pengalaman belajar yang dirancang lembaga pendidikan untuk diikuti siswa yang meliputi program studi, program pengalama, program pelayanan dan kurikulum tersembunyai. Program studi, merupakan daftar pelajaran yang disajikan dalam suatru program pendidikan. Program pengalaman, merupakan kegiatankegiatan yang mendukung pelajaran yang sering disebut kurikuler. Programpelayanan, yaitu kegiatan bimbingan yang diberikan sehingga memungkinkan siswa mencapai tujuan belajar. Sedangkan kurikulum tersembunyi adalah semua pengalaman belajar diluar program-program sekolah yang secara langsung mempengaruhi pengalaman belajar siswa.
5. Doll (1982:5) menyatakan, kurikulum adalah rancangan pengalaman belajar mengacu pada hasil belajar yang diharapkan dapat menumbuhkan kompe-tensi personal dan social siswa, melalui rumusan pengetahuan dan pengalaman yang sistematik dibawah tanggung jawab dan bantuan sekolah. Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasio-nal/1989 pasal 37 disebutkan, kurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dengan memperhatikan tahap perkembangan peserta didik dan disesuiakan denganingkungan, kebutuhan pembangun-an nasional, perkembangan ilmu pengetahuandan teknologi serta kesesuaian dengan jenis dan jenjang masing-masing satuan pendidikan.
6. Beane (1986) mengidentifikasi berbagai pengertian kurikulum yangberkembvang sejak tahun 1918 sampai 1986, antara lain :
• Bobbit (1918) dalam bukunya “The Curriculum” mengartikan kurikulum sebagai”serangkaian ke-giatan yang dilakukan atau dialami pebelajar dengan tujuan mengembangkan kemampuan melakukan sesuatu yang termasuk dalam kehidupan orang dewasa dengan sebaik-baiknya dan agar memilki sifat yang seharusnya dimiliki oleh orang dewasa dalam segala aspeknya”.
• Caswel dan campebell (1935) dalam bukunya “Curriculum Development”kurikulum adalah ”semua pengalaman yang dialami pebelajar dibawahbimbingan guru”. Krug (1957) dalam “Curriculum Planning” Kurikulum adalah serangkaian strategi pengajaran yang diper-gunakan disekolah untuk menyediakan kesempatan terwujudnya pengalaman belajar bagi anak didik untuk mencapai hasil belajar yang diinginkan”.
• Taba (1962) dalam “Curriculum Celevopment: theori into practice” Kurikulum adalah rencana untuk belajar.
• Saylor dan Alexander (1966) dalam “Curriculum Planning for Modern School” Kurikulum adalah semua kesempatan belajar yang disediakan oleh sekolah.
• Johson (1967) dalam “Definitions and Models in Curriculum planning” Kurikulum adalah serangkian hasil belajar yang terencana dan terstruktur. Kurikulum menentukan atau setidak-tidaknya mengharapkan hasil pelajaran. Kurikulum tidak menentukan cara yang harus dipakai untuk mencapai hasil.
• Harnack (1968) dalam karyanya The Tacher: Decision Maker and Curriculum Planner” kurikulum adalah semua pengalam belajar mengajar yang dibimbing dan diarahkan oleh sekolah.
• Oliver(1977) dalam “Curriculum Improvement”(2nd edition)” Kurikulum adalah program pendidikan sekolah dengan focus pada unsur pendidikan studi, unsur pengalaman, unsur pelayanan, dan unsur kurikulum tersembunyai.
• Doll(1978) dalam “Curriculum Improvement : Decision Making & Process”kurikulum adalah isi dan proses formal dan informal dimana pebelajarmemperoleh pengetahuan dan pemahaman, megembazngkan ketrampilan,mengubah sikap, apresiasi dan nilai-nilai dibawah tanggung jawab sekolah.
• Finc dan Crunkilton (1979) dalam bukunya Curriculum Development inVocational and Technical education” kurikulum adalah sejumlah kegiatan danpengalaman belajar yang dialami pebelajar dibawah pengarahan dan tanggungjawab sekolah.
• Hass(1980) dalam “Curriculum Planing: Anew Approach”(3 edition). Kurikulum adalah semua pengalam yang dialami pebelajar dalam suatu program pendidikan yang bermaksud untuk mencapai tujuan-tujuanumum dan tuyjuan-tujuan khusus yang relevan, yang direncanakan berdasarkan kerangka teoritik dan penelitian tau praktik- praktik yang professional masa lalu dan masa sekarang.
• Olivia (1982) dalam bukunya “Developing Curriculum” kurikulum adalah rencana atau program yang menyangkutn semua pengalaman yang dihayati anak didik dibawah pengarahan sekolah.
• Beane (1986) dalam “Curriculum Planning and Development” kurikulum dapat dikategorikan menjadi empat, yaitu: 1) kurikulum sebagai produk, 2) kurikulum sebagai program, 3) kurikulum sebagai belajar yang direncanakan, dan 4) kurikulum sebagai pengalaman belajar.
Berdasarkan kronologi pebgertian kurikulum yang dikemukakan beane tersebut di atas akan memperlihatkan beragamnya pendapat para penulis kurikulum dalam mendefinisikan kurukulum. Namun keragaman itu justru akan bermanfaat bagi suatu analisis bahwa pengerian kurukulum mengandung banyak dimensi yang berimplikasi pada pengambilan sikap para perencana, pengembang dan pelaksana kurikulum.
Pada umumnya para ahli kurikulum mendefinisi-kan kurikulum sebagai suatuirencana untuk memberi-kan fasilitas dan pengalaman belajar edibawah bimbingan dan petunjuk sekolah (Winecoff, 1989). Pengalaman belajar yang diorganisasi untuk mencapai tujuan pendidikan (Boyle, 1981).
Dengan demikian pengertian kurikulum dapat dibagi menjadi dua walupunperbedaanya bukanlah suatu yang dikotomio hitam dan putih, yaitu kurikulumdalam arti sempit dan kurikulum dalam arti yang luas.
Kurikulum dalam ari sempit adalah kumpulan daftar pelajaran besertarinciannya yang perlu dipelajari pebelajar untuk mencapai suatu tin gkat tertentu sesuai denfgan tujuan yang telah ditetapkan. Sedangkan kurtikulum dalam arti yang luas tidak hanya terbatas pada sejumlah daftar pelajaran saja akan tetapi semua pengalaman belajar yang dialami pebelajar. Pengalaman belajar tersebut dapat diperoleh pebelajar di dalam kelas, laboratorium, mengikuti ceramah, bertanya jawab,demontrasi dan dalam kegiatan olahraga.
Oleh karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang demikianpesat di samping ledakan informasi yang menjadikan globalisasi dunia, makapengalam belajar pebelajar untuk dapat eksisi dimasyarakat tidak hanya dapat diperoleh di sekolah. Dengan demikian pengertian kurikulum dalam arti pengalaman belajar akan leb ih memadai untuk diacu sebagai pengertian kurukulum.
B. Landasan Konseptual Kurikulum
Para ahli kurikulum dalam memberikan pengertian kurikulum bergerak darisatu pengertian yang spesifik menuju ke arah pengertian yang lebih umum dan luas. Dalam pengertian spesifik kurikulum diartikan sebagai kumpulan daftar mata pelajaran yang harus dipelajari siswa. Kelompok yang mendefinisikan kurikulum dalam arti luas menyatakan semua pengalaman belajar yang dialami siswa baik di dalam maupun di luar kelas, baik yang terstruktur maupun mandiri untuk mencapaitujuan yang telah ditetapkan.
Oliver (1977) mengartikan kurikulum sebagai program pendidikan untukmendapat sejumlah peng-alaman belajar yang dirancang lembaga pendidikan untuk diikuti siswa yang meliputi program studi, program pengalaman, program pelayanan, dan kurikulum tersembunyi. Program studi merupakan daftar matapelajaran yang disajikan dalam suatu program pendidikan. Program pengalaman merupakan kegiatan-kegiatan yang mendukung mata pelajaran yang sering disebut ko-kurikuler. Program pelayanan yaitu kegiatan bimbingan yang diberikan sehingga memungkinkan siswa mencapai tujuan belajar. Sedangkan kurikulum tersembunyi adalah semua pengalaman belajar di luar program-program sekolah yang secara langsung mempengaruhi pengalaman belajar siswa.
Doll (1982) mengartikan kurikulum adalah ran-cangan pengalaman belajar yang mengacu kepada hasil belajar yang diharapkan dapat menumbuhkan kompe-tensi personal dan sosial siswa, melalui rumusan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang sistematis di bawah tanggung jawab dan bantuan lembaga pendidik-an. Dengan demikian pengertian kurikulum dapat dibagi menjadi dua, walaupun perbedaannya bukanlah suatu dikotomi hitam dan putih, yaitu kurikulum dalam arti
sempit dan kurikulum dalam arti luas. Kurikulum dalam arti sempit adalahkumpulan daftar mata pelajaran beserta rinciannya yang perlu dipelajari siswa untuk mencapai suatu tingkat tertentu sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Sedangkan kurikulum dalam arti luas tidak hanya terbatas pada sejumlah mata pelajaran yang diperoleh di kelas saja, akan tetapi semua pengalaman belajar yang dialami oleh siswa, baik pengalaman belajar sendiri, belajar bersama teman, mengikuti pramuka, belajar di perpustakan atau belajar di mana saja, kapan saja, dengan siapa saja. Dengan demikian, kurikulum dapat diartikan seba-gai sejumlah pengalaman belajar yang dilakukan siswa di bawah bimbingan lembaga pendidikan yang bersangkutan. Pengalaman belajar dapat dilakukan melalui tatap muka di kelas, belajar kelompok, dan belajar mandiri, baik yang dilakukan di dalam kampus maupun di luar kampus. Isi pengalaman belajar menurut Bloom dapat dikategorikanmenjadi tiga ranah: kognitif, afektif dan psikomotorik.
Sedangkan menurut Gagne (1985) pengalaman belajar dapat dikategorikan menjadi lima ranah, yaitu: informasi verbal, keterampilan intelektual, strategi kognitif, sikap, dan keterampilan psikomotorik. Untuk mengembangkan kuriku-lum, diperlukan model sebagai cetak biru pengembangan kurikulum. Model merupakan gambaran suatu proses dalam bentuk grafis dan atau naratif dengan menunjukkan unsur utama serta strukturnya (Miarso, 1988). Model pengembangan kurikulum merupakan gambaran tentang komponen-komponen dan hubungan antar komponen dalam merancang kurikulum.
Jewet dan Bain (1985) mengatakan model kurikulum merupakan suatu rancangan untuk mengembang-kan kurikulum bagi lingkungan pendidikan khusus. Untuk mengembangan kurikulum yang terdiri dari komponen tujuan,pembelajaran, sumber belajar, dan evaluasi diperoleh dari landasan-landasan filosofis dan kebutuhan-kebutuhan. Landasan filosofis di peroleh dari visi, misi, dan tujuan lembaga dari mulai tingkat departemen, propinsi, kabupaten, dan kota. Disamping itu
landasan filosofis diperoleh dari harapan dan kebutuhan perkembangan sosialmasyarakat dan sifat dasar ilmu. Setelah mengakomodasi landasan-landasan filosofis kemudian dipertimbangkan pula kebutuhan individu karya siswa, masyarakat yang lebih spesifik, epistemology ilmu dan teori-teori belajar.Komponen kurikulum yang paling penting adalah tujuan, karena komponen ini
menjadi dasar bagi penentuan sumber belajar, pembelajaran, dan evaluasi. Dalam evaluasi kurikulum ada tiga sub komponen yang dapat dijadikan sebagai indicator keberhasilan suatu kurikulum, yaitu: efektivitas, efisiensi, dan kemenarikan. Model kurikulum yang terdiri dari landasan filosofis dan komponen-komponennya disajikan pada Diagram 1.
Studi kurikulum merupakan bidang yang relative baru berkembangdibandingkan bidang-bidang pendidik-an yang lainnya. Sebagai bidang yang masih baru maka konsepsi mengenai kurikulum masih beragam. Keragaman ini disebabkan pendekatan, sudut pandang dan landasan berfikir yang dipakai sebagai pijakan.
• Secara etimologis kurikulum berasal dari bahasa yunani, yaitu curir yangartinya pelari dan curere yang berarti berpacu. Jadi istilah kurikulum pada awal berhubungan dengan kegiatan olahraga pada jaman romawi kuno di yunani dengan mengandung pengertian suatu jarak yang harus ditempuh oleh pelari.
• Secaraterminology istilah kurikulum digunakan dalam dunia pendidikan dengan pengertiansemua sebagai sejumlah pengetahuan yang harus ditempuh atau diselasaikan siswa guna mendapatkan suatu tingkatan atau ijasah.
Para ahli kurikulum dalam memberikan pengertian bergerak dari suatupengertian yang spesifik menuju kearah pengertian uyang lebih umum dan luas.
1. Dalam pengertian spesifik kurikulum diartikan sebagai daftar mata pelajaran yang harus dipelajari siswa. Kelompok yang mendefinisikan kurikulum dalam arti luas.
2. Dalam pengertian spesifik kurikulum diartikan sebagai kumpulan data mata pelajaran yang harus dipelajari siswa. Kelompok yang mendefinisikan kurikulum dalam arti luas mengartikan kurikulum sebagai semua pengalaman belajar yang dialami siswa baik didalam maupun di luar kelas untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Pengertian kurikulum yang lebih banyak dibicara-kan adalah kurikulum dalamarti luas yaitu semua pengalaman belajar yang dirancang untuk mencapai tujuan.
1. Taba (1962) menyatakan definisi yang terlalu luas tidak fungsional, sebaliknya meninggalkan segala sesuatu definisi kurikulum kecuali pernyataan yujuan dan garis-garis besar isi akan menurunkan kedudukan pengalaman belajar akan menjadi metode. Ia menyarankan aspek-aspek yang lebih dekat dengan praktek pendidikanatau lebih spesifik sifatnya dapat dimasukkan dalam kawasan pembelajaran.
2. Doll (1964) berpendapat bahwa kurikulum yang paling banyak diterima telah berubah dari isi pelajaran yang dipelajari dan daftar pelajaran yang diberikan menuju kepada semua pengalaman belajar yang disajikan dalam pembeljaran dibawah tanggung jawab sekolah. Definisi ini tampaknya lebih luas dan lebih mencermionkan peristiwa peristiwa pendidikan secara lebih cermat. Alasan sekolah didirikan olehmasyarakat untuk pendidikan yang memungkinkan pembelajaran berkembang sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Tujuan dan perkembangan ini dapat dicapai melalui pengalaman belajar yang diperoleh pebelajar.
3. Tyler (1970) mengatakan bahwa kurikulum identikl dengan pengajaran.Pengembangan kurikulum sama dengan merencanakan pengajaran. Oleh karena itu apabila ingin mengembangkan kuriklulum harus menbjawab empat pertanyaaan pokok yaitu :1) apakah tujuan yang hendak dicapai? 2) pengalaman belajar apakah yang perlu dipersiapkan untuk mencapai tujuan? 3) bagaimana pengalaman belajar itu diorganisasi secara efektif? 4) bagaimana menentukan keberhasilan mecapai tujuan? Menurutnya kurikulum dapat dikembangkan untuk tingkat sekolah, bidang studi maupun bahan pengajaran.
4. Oliver (1977:32) mengartikan kurikulum sebagai program pendidikan untuk mendapatkan pengalaman belajar yang dirancang lembaga pendidikan untuk diikuti siswa yang meliputi program studi, program pengalama, program pelayanan dan kurikulum tersembunyai. Program studi, merupakan daftar pelajaran yang disajikan dalam suatru program pendidikan. Program pengalaman, merupakan kegiatankegiatan yang mendukung pelajaran yang sering disebut kurikuler. Programpelayanan, yaitu kegiatan bimbingan yang diberikan sehingga memungkinkan siswa mencapai tujuan belajar. Sedangkan kurikulum tersembunyi adalah semua pengalaman belajar diluar program-program sekolah yang secara langsung mempengaruhi pengalaman belajar siswa.
5. Doll (1982:5) menyatakan, kurikulum adalah rancangan pengalaman belajar mengacu pada hasil belajar yang diharapkan dapat menumbuhkan kompe-tensi personal dan social siswa, melalui rumusan pengetahuan dan pengalaman yang sistematik dibawah tanggung jawab dan bantuan sekolah. Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasio-nal/1989 pasal 37 disebutkan, kurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dengan memperhatikan tahap perkembangan peserta didik dan disesuiakan denganingkungan, kebutuhan pembangun-an nasional, perkembangan ilmu pengetahuandan teknologi serta kesesuaian dengan jenis dan jenjang masing-masing satuan pendidikan.
6. Beane (1986) mengidentifikasi berbagai pengertian kurikulum yangberkembvang sejak tahun 1918 sampai 1986, antara lain :
• Bobbit (1918) dalam bukunya “The Curriculum” mengartikan kurikulum sebagai”serangkaian ke-giatan yang dilakukan atau dialami pebelajar dengan tujuan mengembangkan kemampuan melakukan sesuatu yang termasuk dalam kehidupan orang dewasa dengan sebaik-baiknya dan agar memilki sifat yang seharusnya dimiliki oleh orang dewasa dalam segala aspeknya”.
• Caswel dan campebell (1935) dalam bukunya “Curriculum Development”kurikulum adalah ”semua pengalaman yang dialami pebelajar dibawahbimbingan guru”. Krug (1957) dalam “Curriculum Planning” Kurikulum adalah serangkaian strategi pengajaran yang diper-gunakan disekolah untuk menyediakan kesempatan terwujudnya pengalaman belajar bagi anak didik untuk mencapai hasil belajar yang diinginkan”.
• Taba (1962) dalam “Curriculum Celevopment: theori into practice” Kurikulum adalah rencana untuk belajar.
• Saylor dan Alexander (1966) dalam “Curriculum Planning for Modern School” Kurikulum adalah semua kesempatan belajar yang disediakan oleh sekolah.
• Johson (1967) dalam “Definitions and Models in Curriculum planning” Kurikulum adalah serangkian hasil belajar yang terencana dan terstruktur. Kurikulum menentukan atau setidak-tidaknya mengharapkan hasil pelajaran. Kurikulum tidak menentukan cara yang harus dipakai untuk mencapai hasil.
• Harnack (1968) dalam karyanya The Tacher: Decision Maker and Curriculum Planner” kurikulum adalah semua pengalam belajar mengajar yang dibimbing dan diarahkan oleh sekolah.
• Oliver(1977) dalam “Curriculum Improvement”(2nd edition)” Kurikulum adalah program pendidikan sekolah dengan focus pada unsur pendidikan studi, unsur pengalaman, unsur pelayanan, dan unsur kurikulum tersembunyai.
• Doll(1978) dalam “Curriculum Improvement : Decision Making & Process”kurikulum adalah isi dan proses formal dan informal dimana pebelajarmemperoleh pengetahuan dan pemahaman, megembazngkan ketrampilan,mengubah sikap, apresiasi dan nilai-nilai dibawah tanggung jawab sekolah.
• Finc dan Crunkilton (1979) dalam bukunya Curriculum Development inVocational and Technical education” kurikulum adalah sejumlah kegiatan danpengalaman belajar yang dialami pebelajar dibawah pengarahan dan tanggungjawab sekolah.
• Hass(1980) dalam “Curriculum Planing: Anew Approach”(3 edition). Kurikulum adalah semua pengalam yang dialami pebelajar dalam suatu program pendidikan yang bermaksud untuk mencapai tujuan-tujuanumum dan tuyjuan-tujuan khusus yang relevan, yang direncanakan berdasarkan kerangka teoritik dan penelitian tau praktik- praktik yang professional masa lalu dan masa sekarang.
• Olivia (1982) dalam bukunya “Developing Curriculum” kurikulum adalah rencana atau program yang menyangkutn semua pengalaman yang dihayati anak didik dibawah pengarahan sekolah.
• Beane (1986) dalam “Curriculum Planning and Development” kurikulum dapat dikategorikan menjadi empat, yaitu: 1) kurikulum sebagai produk, 2) kurikulum sebagai program, 3) kurikulum sebagai belajar yang direncanakan, dan 4) kurikulum sebagai pengalaman belajar.
Berdasarkan kronologi pebgertian kurikulum yang dikemukakan beane tersebut di atas akan memperlihatkan beragamnya pendapat para penulis kurikulum dalam mendefinisikan kurukulum. Namun keragaman itu justru akan bermanfaat bagi suatu analisis bahwa pengerian kurukulum mengandung banyak dimensi yang berimplikasi pada pengambilan sikap para perencana, pengembang dan pelaksana kurikulum.
Pada umumnya para ahli kurikulum mendefinisi-kan kurikulum sebagai suatuirencana untuk memberi-kan fasilitas dan pengalaman belajar edibawah bimbingan dan petunjuk sekolah (Winecoff, 1989). Pengalaman belajar yang diorganisasi untuk mencapai tujuan pendidikan (Boyle, 1981).
Dengan demikian pengertian kurikulum dapat dibagi menjadi dua walupunperbedaanya bukanlah suatu yang dikotomio hitam dan putih, yaitu kurikulumdalam arti sempit dan kurikulum dalam arti yang luas.
Kurikulum dalam ari sempit adalah kumpulan daftar pelajaran besertarinciannya yang perlu dipelajari pebelajar untuk mencapai suatu tin gkat tertentu sesuai denfgan tujuan yang telah ditetapkan. Sedangkan kurtikulum dalam arti yang luas tidak hanya terbatas pada sejumlah daftar pelajaran saja akan tetapi semua pengalaman belajar yang dialami pebelajar. Pengalaman belajar tersebut dapat diperoleh pebelajar di dalam kelas, laboratorium, mengikuti ceramah, bertanya jawab,demontrasi dan dalam kegiatan olahraga.
Oleh karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang demikianpesat di samping ledakan informasi yang menjadikan globalisasi dunia, makapengalam belajar pebelajar untuk dapat eksisi dimasyarakat tidak hanya dapat diperoleh di sekolah. Dengan demikian pengertian kurikulum dalam arti pengalaman belajar akan leb ih memadai untuk diacu sebagai pengertian kurukulum.
B. Landasan Konseptual Kurikulum
Para ahli kurikulum dalam memberikan pengertian kurikulum bergerak darisatu pengertian yang spesifik menuju ke arah pengertian yang lebih umum dan luas. Dalam pengertian spesifik kurikulum diartikan sebagai kumpulan daftar mata pelajaran yang harus dipelajari siswa. Kelompok yang mendefinisikan kurikulum dalam arti luas menyatakan semua pengalaman belajar yang dialami siswa baik di dalam maupun di luar kelas, baik yang terstruktur maupun mandiri untuk mencapaitujuan yang telah ditetapkan.
Oliver (1977) mengartikan kurikulum sebagai program pendidikan untukmendapat sejumlah peng-alaman belajar yang dirancang lembaga pendidikan untuk diikuti siswa yang meliputi program studi, program pengalaman, program pelayanan, dan kurikulum tersembunyi. Program studi merupakan daftar matapelajaran yang disajikan dalam suatu program pendidikan. Program pengalaman merupakan kegiatan-kegiatan yang mendukung mata pelajaran yang sering disebut ko-kurikuler. Program pelayanan yaitu kegiatan bimbingan yang diberikan sehingga memungkinkan siswa mencapai tujuan belajar. Sedangkan kurikulum tersembunyi adalah semua pengalaman belajar di luar program-program sekolah yang secara langsung mempengaruhi pengalaman belajar siswa.
Doll (1982) mengartikan kurikulum adalah ran-cangan pengalaman belajar yang mengacu kepada hasil belajar yang diharapkan dapat menumbuhkan kompe-tensi personal dan sosial siswa, melalui rumusan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang sistematis di bawah tanggung jawab dan bantuan lembaga pendidik-an. Dengan demikian pengertian kurikulum dapat dibagi menjadi dua, walaupun perbedaannya bukanlah suatu dikotomi hitam dan putih, yaitu kurikulum dalam arti
sempit dan kurikulum dalam arti luas. Kurikulum dalam arti sempit adalahkumpulan daftar mata pelajaran beserta rinciannya yang perlu dipelajari siswa untuk mencapai suatu tingkat tertentu sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Sedangkan kurikulum dalam arti luas tidak hanya terbatas pada sejumlah mata pelajaran yang diperoleh di kelas saja, akan tetapi semua pengalaman belajar yang dialami oleh siswa, baik pengalaman belajar sendiri, belajar bersama teman, mengikuti pramuka, belajar di perpustakan atau belajar di mana saja, kapan saja, dengan siapa saja. Dengan demikian, kurikulum dapat diartikan seba-gai sejumlah pengalaman belajar yang dilakukan siswa di bawah bimbingan lembaga pendidikan yang bersangkutan. Pengalaman belajar dapat dilakukan melalui tatap muka di kelas, belajar kelompok, dan belajar mandiri, baik yang dilakukan di dalam kampus maupun di luar kampus. Isi pengalaman belajar menurut Bloom dapat dikategorikanmenjadi tiga ranah: kognitif, afektif dan psikomotorik.
Sedangkan menurut Gagne (1985) pengalaman belajar dapat dikategorikan menjadi lima ranah, yaitu: informasi verbal, keterampilan intelektual, strategi kognitif, sikap, dan keterampilan psikomotorik. Untuk mengembangkan kuriku-lum, diperlukan model sebagai cetak biru pengembangan kurikulum. Model merupakan gambaran suatu proses dalam bentuk grafis dan atau naratif dengan menunjukkan unsur utama serta strukturnya (Miarso, 1988). Model pengembangan kurikulum merupakan gambaran tentang komponen-komponen dan hubungan antar komponen dalam merancang kurikulum.
Jewet dan Bain (1985) mengatakan model kurikulum merupakan suatu rancangan untuk mengembang-kan kurikulum bagi lingkungan pendidikan khusus. Untuk mengembangan kurikulum yang terdiri dari komponen tujuan,pembelajaran, sumber belajar, dan evaluasi diperoleh dari landasan-landasan filosofis dan kebutuhan-kebutuhan. Landasan filosofis di peroleh dari visi, misi, dan tujuan lembaga dari mulai tingkat departemen, propinsi, kabupaten, dan kota. Disamping itu
landasan filosofis diperoleh dari harapan dan kebutuhan perkembangan sosialmasyarakat dan sifat dasar ilmu. Setelah mengakomodasi landasan-landasan filosofis kemudian dipertimbangkan pula kebutuhan individu karya siswa, masyarakat yang lebih spesifik, epistemology ilmu dan teori-teori belajar.Komponen kurikulum yang paling penting adalah tujuan, karena komponen ini
menjadi dasar bagi penentuan sumber belajar, pembelajaran, dan evaluasi. Dalam evaluasi kurikulum ada tiga sub komponen yang dapat dijadikan sebagai indicator keberhasilan suatu kurikulum, yaitu: efektivitas, efisiensi, dan kemenarikan. Model kurikulum yang terdiri dari landasan filosofis dan komponen-komponennya disajikan pada Diagram 1.
KESEHATAN MENTAL
Seseorang dapat dikatakan sehat tidak cukup hanya dilihat dari segi fisik, psikologis, dan sosial saja, tetapi juga perlu dilihat dari segi spiritual atau agama. Inilah kemudian yang disebut Dadang Hawari sebagai empat dimensi sehat itu, yaitu: bio-psiko-sosial-spiritual. Jadi seseorang yang sehat mentalnya tidak cukup hanya terbatas pada pengertian terhindarnya dia dari gangguan dan penyakit jiwa baik neurosis maupun psikosis, melainkan patut pula dilihat sejauhmana seseorang itu mampu menyesuaikan diri dengan dirinya sendiridan lingkungannya, mampu mengharmoniskan fungsi-fungsi jiwanya, sanggup mengatasi problema hidup termasuk kegelisahan dan konflik batin yang ada, serta sanggup mengaktualisasikan potensi dirinya untuk mencapai kebahagiaan
Istilah kesehatan mental sendiri memperoleh pengertian yang beragam seiring perkembangannya: (1) sebagai kondisi atau keadaan sebagaimana gambaran di atas; (2) sebagai ilmu pengetahuan cabang dari ilmu psikologiyang bertujuan mengembangkan potensi manusia seoptimal mungkin dan menghindarkannya dari gangguan dan penyakit kejiwaan; (3) sebagai terapi atau ilmu terapan guna membantu mengatasi gangguan dan penyakit kejiwaan
Seseorang dapat berusaha memelihara kesehatan mentalnya dengan menegakkan prinsip-prinsipnya dalam kehidupan, yaitu: (1) mempunyai self image atau gambarandan sikap terhadap diri sendiri yang positif; (2) memiliki integrasi diri atau keseimbangan fungsi-fungsi jiwa dalam mengatasi problema hidup termasuk stres; (3) mampu mengaktualisasikan dirinya secara optimal guna berproses mencapai kematangan; (4) mampu bersosialisasi atau menerima kehadiran orang lain; (5) menemukan minatdan kepuasan atas pekerjaan yang dilakukan; (6) memiliki falsafah atau agama yang dapat memberikan makna dan tujuan bagi hidupnya (7) mawas diri atau memiliki kontrol terhadap segala keinginan yang muncul; (8) memiliki perasaan benar dan sikap bertanggung jawab atas perbuatan-perbuatanny
Kesehatan Mental
Prof. Dr. Zakiah Daradjat
Tidak seorangpun yang tidak ingin menikmati ketenangan hidup, dan semua orang akan berusaha mencarinya, meskipun tidak semuanya dapat mencapai yang diinginkannya itu. Bermacam sebab dan rintangan yang mungkin terjadi sehingga banyak orang yang mengalami kegelisahan, kecemasan dan ketidak puasan.
Keadaan yang tidak menyenangkan itu tidak terbatas kepada golongan tertentu saja, tetapi tergantung pada cara orang menghadapi sesuatu persoalan. Misalnya ada orang miskin yang gelisah karena banyak keinginannya yang tidak tercapai, bahkan orang kaya yang juga gelisah, cemas dan merasa tidak tentram dalam hidupnya yang diakibatkan faktor lain seperti kebosanan atau ingin menambah hartanya lebih banyak lagi.
Setiap orang, baik yang berpangkat tinggi atau tidak berpangkat bahkan seorang pesuruh, menemui kesukaran dalam berbagai bentuk. Hanya satu hal yang sama-sama dirasakan yaitu ketidaktenangan jiwa. Sesungguhnya ketenangan hidup, ketentraman jiwa atau kebahagiaan batin, tidak tergantung kepada faktor-faktor luar seperti keadaan sosial, ekonomi, politik, adat kebiasaan dsb. Akan tetapi lebih tergantung dari cara dan sikap menghadapi faktor-faktor tersebut.
Jadi yang menentukan ketenangan dan kebahagiaan hidup adalah kesehatan mental. Kesehatan mental itulah yang menentukan tanggapan seseorang terhadap suatu persoalan, dan kemampuannya menyesuaikan diri. Kesehatan mental pulalah yang yang menentukan apakah orang akan menpunyai kegairahan untuk hidup, atau akan pasif atau tidak bersemangat.
Orang yang sehat mentalnya tidak akan lekas merasa putus asa, pesimis atau apatis, karena ia dapat mengahadapi semua rintangan atau kegagalan hidupnya dengan tenang. Apabila kegagalan itu dihadapi dengan tenang, akan dapatlah dianalisa, dicari sebab-sebab yang dimenimbulkannya, atau ditemukan faktor-faktor yang tidak pada tempatnya. Dengan demikian akan dapat dijadikan pelajaran yaitu menghindari semua hal-hal yang membawa kegagalan pada waktu yang lain.
Untuk mengetahui apakah seseorang sehat atau terganggu mentalnya, tidaklah mudah. Biasanya yang dijadikan bahan penyelidikan atau tanda-tanda dari kesehatan mental adalah tindakan, tingkah laku atau perasaan. Karenanya seseorang yang terganggu kesehatan mentalnya bila terjadi kegoncangan emosi, kelainan tingkah laku atau tindakannya.
Dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap pasien-pasien yang terganggu kesehatan mentalnya, dapat disimpulkan bahwa kesehatan mental yang terganggu dapat mempengaruhi keseluruhan hidup seseorang. Pengaruh itu dibagi dalam empat kelompok yaitu ; perasaan, pikiran/kecerdasan, kelakuan dan kesehatan badan. Hal ini semua tergolong kepada gangguan jiwa, sedangkan sakit jiwa adalah jauh lebih berat.
Perasaan
Diantara gangguan perasaan yang disebabkan oleh kesehatan mental ialah rasa cemas, iri hati, sedih, merasa rendah diri, pemarah, ragu dsb. Untuk jelasnya marilah kita tinjau tiap-tiap persoalan dengan contohnya.
Rasa Cemas
Perasaan tidak menentu, panik, takut tanpa mengetahui ada yang ditakutkan dan tidak dapat menghilangkan perasan gelisah dan mencemaskan itu. Terlalu banyak hal-hal yang banyak menyebabkan gelisah yang tidak pada tempatnya.
Iri Hati
Seringkali orang mrrasa iri hati atas kebahagiaan orang lain. Perasan ini bukan karena kebusukan hatinya seprti biasa di sangka orang, akan tetapi karena ia sendiri tidak merasakan bahagia dalam hidupnya.
Rasa Sedih
Rasa sedih yang tidak beralasan, atau terlalu banyak hal-hal yang menyedihkannya sehingga air mukannya selalu membanyangkan kesedihan, kendatipun ia seorang yang mampu, berpangkat, dihargai orang dan sebagainya.
Sesungguhnya perasaan sedih ini banyak sekali terjadi. Banyak kita melihat orang yang tidak pernah gembira dalam hidupnya. Sebabnya bermacam-macam, ada ibu yang merasa kesepian karena anak-anaknya sudah, tidak memerlukannya lagi, sedang bapak tidak lagi seperti dulu. Sebaliknya ada bapak yang merasa sedih karena istrinya yang dulu selalu memperhatikan makanan dan minumannya, sekarang telah sibuk mengurus rumah tangga dan anaknya. Kesedihan-kesedihan seperti itu, tidak disebabkan oleh sesuatu hal atau persoalan secara langsung, akan tetapi oleh kesehatan mental yang terganggu.
Rasa rendah Diri
Rasa rendah diri dan tidak percaya diri banyak sekali terjadi pada remaja. Hal ini disebabkan oleh banyaknya problem yang mereka hadapi dan tidak mendapat penyelesaian dan pengertian dari orang tua. Disamping itu mungkin pula akibat pengaruh pendidikan dan perlakuan yang diterimanya waktu masih kecil.
Rasa rendah diri ini menyebabkan orang lekas tersinggung. Karena itu ia mungkin akan menjauhi pergaulan dengan orang banyak, menyendiri, tidak berani mengemukakan pendapat (karena takut salah), tidak berani bertindak atau mengambil suatu inisiatif (takut tidak diterima orang). Lama kelamaan akan hilang kepercayaan pada dirinya, dan selanjutnya ia juga kurnag percaya kepada orang. Ia akan lekas marah atau sedih hati, menjadi apatis dan pesimis.
Bahkan rasa rendah diri itu mungkin akan menyebabkan ia suka mengeritik orang lain, dan tingkah lakunya mungkin akan terlihat sombong. Dalam pergaulan ia menjadi kaku, kurang disenangi oleh kawan-kawannya, karena mudah tersinggung dan tidak banyak ikut aktif dalam pergaulan atau pekerjaan.
Pemarah
Sesungguhnya orang dalam suasana tertentu kadang-kadang perlu marah, akan tetapi kalau ia sering-sering marah yang tidak pada tempatnya atau tidak seimbang dengan sebab yang menimbulkan marah itu, maka yang demikian ada hubungannya dengan kesehatan mental. Marah sebenarnya adalah ungkapan dari perasan hati yang tidak enak, biasanya akibat kekecewaan, ketidakpuasan, tidak tercapai yang diinginkannya. Apabila orang yang sedang merasa tidak enak, tidak puas terhadap dirinya, maka sedikit saja suasana luar mengganggu ia akan menjadi marah. Mungkin anak, istri atau siapapun akan menjadi sasaran kemarahannya yang telah lama ditumpuknya itu. (Bersambung….)
Istilah kesehatan mental sendiri memperoleh pengertian yang beragam seiring perkembangannya: (1) sebagai kondisi atau keadaan sebagaimana gambaran di atas; (2) sebagai ilmu pengetahuan cabang dari ilmu psikologiyang bertujuan mengembangkan potensi manusia seoptimal mungkin dan menghindarkannya dari gangguan dan penyakit kejiwaan; (3) sebagai terapi atau ilmu terapan guna membantu mengatasi gangguan dan penyakit kejiwaan
Seseorang dapat berusaha memelihara kesehatan mentalnya dengan menegakkan prinsip-prinsipnya dalam kehidupan, yaitu: (1) mempunyai self image atau gambarandan sikap terhadap diri sendiri yang positif; (2) memiliki integrasi diri atau keseimbangan fungsi-fungsi jiwa dalam mengatasi problema hidup termasuk stres; (3) mampu mengaktualisasikan dirinya secara optimal guna berproses mencapai kematangan; (4) mampu bersosialisasi atau menerima kehadiran orang lain; (5) menemukan minatdan kepuasan atas pekerjaan yang dilakukan; (6) memiliki falsafah atau agama yang dapat memberikan makna dan tujuan bagi hidupnya (7) mawas diri atau memiliki kontrol terhadap segala keinginan yang muncul; (8) memiliki perasaan benar dan sikap bertanggung jawab atas perbuatan-perbuatanny
Kesehatan Mental
Prof. Dr. Zakiah Daradjat
Tidak seorangpun yang tidak ingin menikmati ketenangan hidup, dan semua orang akan berusaha mencarinya, meskipun tidak semuanya dapat mencapai yang diinginkannya itu. Bermacam sebab dan rintangan yang mungkin terjadi sehingga banyak orang yang mengalami kegelisahan, kecemasan dan ketidak puasan.
Keadaan yang tidak menyenangkan itu tidak terbatas kepada golongan tertentu saja, tetapi tergantung pada cara orang menghadapi sesuatu persoalan. Misalnya ada orang miskin yang gelisah karena banyak keinginannya yang tidak tercapai, bahkan orang kaya yang juga gelisah, cemas dan merasa tidak tentram dalam hidupnya yang diakibatkan faktor lain seperti kebosanan atau ingin menambah hartanya lebih banyak lagi.
Setiap orang, baik yang berpangkat tinggi atau tidak berpangkat bahkan seorang pesuruh, menemui kesukaran dalam berbagai bentuk. Hanya satu hal yang sama-sama dirasakan yaitu ketidaktenangan jiwa. Sesungguhnya ketenangan hidup, ketentraman jiwa atau kebahagiaan batin, tidak tergantung kepada faktor-faktor luar seperti keadaan sosial, ekonomi, politik, adat kebiasaan dsb. Akan tetapi lebih tergantung dari cara dan sikap menghadapi faktor-faktor tersebut.
Jadi yang menentukan ketenangan dan kebahagiaan hidup adalah kesehatan mental. Kesehatan mental itulah yang menentukan tanggapan seseorang terhadap suatu persoalan, dan kemampuannya menyesuaikan diri. Kesehatan mental pulalah yang yang menentukan apakah orang akan menpunyai kegairahan untuk hidup, atau akan pasif atau tidak bersemangat.
Orang yang sehat mentalnya tidak akan lekas merasa putus asa, pesimis atau apatis, karena ia dapat mengahadapi semua rintangan atau kegagalan hidupnya dengan tenang. Apabila kegagalan itu dihadapi dengan tenang, akan dapatlah dianalisa, dicari sebab-sebab yang dimenimbulkannya, atau ditemukan faktor-faktor yang tidak pada tempatnya. Dengan demikian akan dapat dijadikan pelajaran yaitu menghindari semua hal-hal yang membawa kegagalan pada waktu yang lain.
Untuk mengetahui apakah seseorang sehat atau terganggu mentalnya, tidaklah mudah. Biasanya yang dijadikan bahan penyelidikan atau tanda-tanda dari kesehatan mental adalah tindakan, tingkah laku atau perasaan. Karenanya seseorang yang terganggu kesehatan mentalnya bila terjadi kegoncangan emosi, kelainan tingkah laku atau tindakannya.
Dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap pasien-pasien yang terganggu kesehatan mentalnya, dapat disimpulkan bahwa kesehatan mental yang terganggu dapat mempengaruhi keseluruhan hidup seseorang. Pengaruh itu dibagi dalam empat kelompok yaitu ; perasaan, pikiran/kecerdasan, kelakuan dan kesehatan badan. Hal ini semua tergolong kepada gangguan jiwa, sedangkan sakit jiwa adalah jauh lebih berat.
Perasaan
Diantara gangguan perasaan yang disebabkan oleh kesehatan mental ialah rasa cemas, iri hati, sedih, merasa rendah diri, pemarah, ragu dsb. Untuk jelasnya marilah kita tinjau tiap-tiap persoalan dengan contohnya.
Rasa Cemas
Perasaan tidak menentu, panik, takut tanpa mengetahui ada yang ditakutkan dan tidak dapat menghilangkan perasan gelisah dan mencemaskan itu. Terlalu banyak hal-hal yang banyak menyebabkan gelisah yang tidak pada tempatnya.
Iri Hati
Seringkali orang mrrasa iri hati atas kebahagiaan orang lain. Perasan ini bukan karena kebusukan hatinya seprti biasa di sangka orang, akan tetapi karena ia sendiri tidak merasakan bahagia dalam hidupnya.
Rasa Sedih
Rasa sedih yang tidak beralasan, atau terlalu banyak hal-hal yang menyedihkannya sehingga air mukannya selalu membanyangkan kesedihan, kendatipun ia seorang yang mampu, berpangkat, dihargai orang dan sebagainya.
Sesungguhnya perasaan sedih ini banyak sekali terjadi. Banyak kita melihat orang yang tidak pernah gembira dalam hidupnya. Sebabnya bermacam-macam, ada ibu yang merasa kesepian karena anak-anaknya sudah, tidak memerlukannya lagi, sedang bapak tidak lagi seperti dulu. Sebaliknya ada bapak yang merasa sedih karena istrinya yang dulu selalu memperhatikan makanan dan minumannya, sekarang telah sibuk mengurus rumah tangga dan anaknya. Kesedihan-kesedihan seperti itu, tidak disebabkan oleh sesuatu hal atau persoalan secara langsung, akan tetapi oleh kesehatan mental yang terganggu.
Rasa rendah Diri
Rasa rendah diri dan tidak percaya diri banyak sekali terjadi pada remaja. Hal ini disebabkan oleh banyaknya problem yang mereka hadapi dan tidak mendapat penyelesaian dan pengertian dari orang tua. Disamping itu mungkin pula akibat pengaruh pendidikan dan perlakuan yang diterimanya waktu masih kecil.
Rasa rendah diri ini menyebabkan orang lekas tersinggung. Karena itu ia mungkin akan menjauhi pergaulan dengan orang banyak, menyendiri, tidak berani mengemukakan pendapat (karena takut salah), tidak berani bertindak atau mengambil suatu inisiatif (takut tidak diterima orang). Lama kelamaan akan hilang kepercayaan pada dirinya, dan selanjutnya ia juga kurnag percaya kepada orang. Ia akan lekas marah atau sedih hati, menjadi apatis dan pesimis.
Bahkan rasa rendah diri itu mungkin akan menyebabkan ia suka mengeritik orang lain, dan tingkah lakunya mungkin akan terlihat sombong. Dalam pergaulan ia menjadi kaku, kurang disenangi oleh kawan-kawannya, karena mudah tersinggung dan tidak banyak ikut aktif dalam pergaulan atau pekerjaan.
Pemarah
Sesungguhnya orang dalam suasana tertentu kadang-kadang perlu marah, akan tetapi kalau ia sering-sering marah yang tidak pada tempatnya atau tidak seimbang dengan sebab yang menimbulkan marah itu, maka yang demikian ada hubungannya dengan kesehatan mental. Marah sebenarnya adalah ungkapan dari perasan hati yang tidak enak, biasanya akibat kekecewaan, ketidakpuasan, tidak tercapai yang diinginkannya. Apabila orang yang sedang merasa tidak enak, tidak puas terhadap dirinya, maka sedikit saja suasana luar mengganggu ia akan menjadi marah. Mungkin anak, istri atau siapapun akan menjadi sasaran kemarahannya yang telah lama ditumpuknya itu. (Bersambung….)
ISO Standar untuk eLearning - ISO / IEC 19796-1:2005
Redlaunch adalah memperbarui nya Sistem Mutu untuk menggabungkan persyaratan sertifikasi untuk ISO Standard, ISO / IEC 19796-1:2005, Teknologi Informasi baru - Pelatihan Pembelajaran, Pendidikan dan - Manajemen Mutu, Assurance dan Metrik - Bagian 1: Pendekatan umum. Memperbarui Redlaunch adalah Sistem KUALITAS untuk memasukkan persyaratan sertifikasi untuk ISO Standard, ISO / IEC 19796-1:2005, Teknologi Informasi - Belajar, Pendidikan dan Pelatihan - Manajemen Mutu, Jaminan dan metrik - Name of 1: Umum pendekatan.
ISO / IEC 19796-1:2005 bertujuan untuk menyelaraskan berbagai pendekatan yang digunakan di seluruh dunia untuk menilai kualitas e-learning inisiatif. ISO / IEC 19796-1:2005 bertujuan untuk menyelaraskan berbagai perlengkapan pendekatan Yang di seluruh Dunia untuk menilai KUALITAS inisiatif e-learning. Ini adalah kerangka untuk menjelaskan, membandingkan, menganalisis, dan menerapkan pendekatan manajemen mutu dan jaminan kualitas. Ini adalah Kerangka untuk menjelaskan, membandingkan, menganalisis, dan melaksanakan pengelolaan KUALITAS OTHER mutu dan pendekatan.
Bruce Peoples, Ketua kelompok ISO / IEC yang mengembangkan standar menjelaskan, Bruce Peoples, Ketua ISO / IEC Kelompok Yang mengembangkan menjelaskan standar,
Standar ini merupakan harmonis internasional tahu-bagaimana pada kualitas untuk e-learning. Mewakili diselaraskan standar industri tahu-bagaimana KUALITAS Internasional untuk e-learning. Dengan memiliki persyaratan yang sebanding dan umumnya dipahami dan kriteria, akan ada pertandingan yang lebih baik antara kebutuhan pengguna, pembeli dan penyedia. Artikel Baru memiliki sebanding dan umumnya dipahami persyaratan dan Kriteria, pertandingan yang akan ADA Yang lebih Baik ANTARA kebutuhan pengguna, penyedia dan pembeli.
ISO / IEC 19796-1:2005 terdiri dari item berikut:: ISO / IEC 19796-1:2005 terdiri Dari item berikut::
• deskripsi skema untuk manajemen mutu; KUALITAS deskripsi skema Policy;
• model proses mendefinisikan proses dasar yang harus dipertimbangkan ketika kualitas pengelolaan dalam bidang ICT-mendukung pembelajaran, pendidikan, dan pelatihan; Model proses mendefinisikan proses ditempatkan Yang Harus dipertimbangkan ketika mengelola KESAWAN KUALITAS ICT Kepemilikan Modal Yang didukung belajar, Pendidikan, Pelatihan dan;
• kesesuaian pernyataan untuk format deskripsi. pernyataan untuk deskripsi format kesesuaian.
The lampirannya menunjukkan contoh penggunaan dan didasarkan pada Perancis 'Kode Tata Laku dalam e-Learning' (AFNOR Z 76-001) dan Jerman DIN 1032-1 PAS.PERUSAHAAN menunjukkan contoh-contoh penggunaannya didasarkan dan Perancis PADA 'Kode Etik KESAWAN e-Learning' (AFNOR Z 76-001) dan DIN Jerman PAS 1,032-1. Selain itu, suatu lampiran pada Referensi Kriteria Kualitas (RQC) dimasukkan.Selain ITU, PERUSAHAAN PADA sebuah Kriteria KUALITAS Referensi (RQC) disertakan.
ISO / IEC 19796-1 adalah bagian pertama dari suatu kerangka menyeluruh yang dijadwalkan akan dikembangkan selama dua tahun ke depan dan yang akan mencakup dokumen-dokumen berikut:: ISO / IEC 19796-1 adalah Name of Pertama Dari keseluruhan Kerangka dijadwalkan akan dikembangkan Yang selama doa years dan akan Yang berikut mencakup Dokumen-Dokumen::
Bagian 2: model Kualitas, akan menyelaraskan aspek sistem mutu dan hubungan mereka dan akan memberikan orientasi bagi seluruh stakeholder. Name of 2: KUALITAS model, menyelaraskan Aspek mutu dan sistem akan sales dan mereka akan memberikan orientasi BAGI * Semua stakeholder. Ini tidak akan memberlakukan implementasi tertentu tapi akan, sebaliknya, fokus pada hasil yang diharapkan mereka.Regular tidak akan Checklists Memverifikasi Daftar nama tertentu Implementasi akan tetapi, sebaliknya, PADA dimaksudkan Hasil FOKUS.
Bagian 3: Referensi metode dan metrik, akan menyelaraskan format untuk menggambarkan metode dan metrik untuk manajemen mutu dan jaminan. Name of 3: Referensi metode dan metrik, format akan menyelaraskan untuk mendeskripsikan metode dan metrik KUALITAS Policy dan OTHER. Ini akan memberikan kumpulan metode referensi yang dapat digunakan untuk mengelola dan memastikan kualitas dalam konteks yang berbeda. Ini akan menyediakan metode Koleksi referensi dapat Yang perlengkapan untuk mengelola dan memastikan KUALITAS KESAWAN Yang konteks berbeda. Bagian ini selanjutnya akan menyediakan koleksi metrik referensi dan indikator yang dapat digunakan untuk mengukur kualitas proses, produk, komponen, dan jasa. Suami akan lebih memberikan Koleksi referensi Name of metrik dan Indikator Yang dapat perlengkapan untuk mengukur proses KESAWAN KUALITAS, Produk, Komponen, dan jasa.
Bagian 4: Best praktek dan pedoman pelaksanaan, akan memberikan harmonis kriteria untuk identifikasi praktek terbaik, pedoman untuk adaptasi, pelaksanaan, dan penggunaan dari standar ini multi-bagian, dan akan berisi satu set kaya contoh-contoh praktek terbaik. Name of 4: dan petunjuk pelaksanaan latihan Terbaik, Kriteria diselaraskan akan memberikan identifikasi praktek Terbaik, Pedoman BAGI adaptasi, pelaksanaan, penggunaan standar Suami dan multi-Name of, dan akan berisi serangkaian kaya Terbaik contoh-contoh praktek.
Redlaunch akan menerapkan Bagian 2-4 seperti yang mereka dilepaskan. Bagian Redlaunch akan Checklists Memverifikasi Daftar nama 2-4 ketika mereka dilepaskan.
ISO / IEC 19796-1:2005 bertujuan untuk menyelaraskan berbagai pendekatan yang digunakan di seluruh dunia untuk menilai kualitas e-learning inisiatif. ISO / IEC 19796-1:2005 bertujuan untuk menyelaraskan berbagai perlengkapan pendekatan Yang di seluruh Dunia untuk menilai KUALITAS inisiatif e-learning. Ini adalah kerangka untuk menjelaskan, membandingkan, menganalisis, dan menerapkan pendekatan manajemen mutu dan jaminan kualitas. Ini adalah Kerangka untuk menjelaskan, membandingkan, menganalisis, dan melaksanakan pengelolaan KUALITAS OTHER mutu dan pendekatan.
Bruce Peoples, Ketua kelompok ISO / IEC yang mengembangkan standar menjelaskan, Bruce Peoples, Ketua ISO / IEC Kelompok Yang mengembangkan menjelaskan standar,
Standar ini merupakan harmonis internasional tahu-bagaimana pada kualitas untuk e-learning. Mewakili diselaraskan standar industri tahu-bagaimana KUALITAS Internasional untuk e-learning. Dengan memiliki persyaratan yang sebanding dan umumnya dipahami dan kriteria, akan ada pertandingan yang lebih baik antara kebutuhan pengguna, pembeli dan penyedia. Artikel Baru memiliki sebanding dan umumnya dipahami persyaratan dan Kriteria, pertandingan yang akan ADA Yang lebih Baik ANTARA kebutuhan pengguna, penyedia dan pembeli.
ISO / IEC 19796-1:2005 terdiri dari item berikut:: ISO / IEC 19796-1:2005 terdiri Dari item berikut::
• deskripsi skema untuk manajemen mutu; KUALITAS deskripsi skema Policy;
• model proses mendefinisikan proses dasar yang harus dipertimbangkan ketika kualitas pengelolaan dalam bidang ICT-mendukung pembelajaran, pendidikan, dan pelatihan; Model proses mendefinisikan proses ditempatkan Yang Harus dipertimbangkan ketika mengelola KESAWAN KUALITAS ICT Kepemilikan Modal Yang didukung belajar, Pendidikan, Pelatihan dan;
• kesesuaian pernyataan untuk format deskripsi. pernyataan untuk deskripsi format kesesuaian.
The lampirannya menunjukkan contoh penggunaan dan didasarkan pada Perancis 'Kode Tata Laku dalam e-Learning' (AFNOR Z 76-001) dan Jerman DIN 1032-1 PAS.PERUSAHAAN menunjukkan contoh-contoh penggunaannya didasarkan dan Perancis PADA 'Kode Etik KESAWAN e-Learning' (AFNOR Z 76-001) dan DIN Jerman PAS 1,032-1. Selain itu, suatu lampiran pada Referensi Kriteria Kualitas (RQC) dimasukkan.Selain ITU, PERUSAHAAN PADA sebuah Kriteria KUALITAS Referensi (RQC) disertakan.
ISO / IEC 19796-1 adalah bagian pertama dari suatu kerangka menyeluruh yang dijadwalkan akan dikembangkan selama dua tahun ke depan dan yang akan mencakup dokumen-dokumen berikut:: ISO / IEC 19796-1 adalah Name of Pertama Dari keseluruhan Kerangka dijadwalkan akan dikembangkan Yang selama doa years dan akan Yang berikut mencakup Dokumen-Dokumen::
Bagian 2: model Kualitas, akan menyelaraskan aspek sistem mutu dan hubungan mereka dan akan memberikan orientasi bagi seluruh stakeholder. Name of 2: KUALITAS model, menyelaraskan Aspek mutu dan sistem akan sales dan mereka akan memberikan orientasi BAGI * Semua stakeholder. Ini tidak akan memberlakukan implementasi tertentu tapi akan, sebaliknya, fokus pada hasil yang diharapkan mereka.Regular tidak akan Checklists Memverifikasi Daftar nama tertentu Implementasi akan tetapi, sebaliknya, PADA dimaksudkan Hasil FOKUS.
Bagian 3: Referensi metode dan metrik, akan menyelaraskan format untuk menggambarkan metode dan metrik untuk manajemen mutu dan jaminan. Name of 3: Referensi metode dan metrik, format akan menyelaraskan untuk mendeskripsikan metode dan metrik KUALITAS Policy dan OTHER. Ini akan memberikan kumpulan metode referensi yang dapat digunakan untuk mengelola dan memastikan kualitas dalam konteks yang berbeda. Ini akan menyediakan metode Koleksi referensi dapat Yang perlengkapan untuk mengelola dan memastikan KUALITAS KESAWAN Yang konteks berbeda. Bagian ini selanjutnya akan menyediakan koleksi metrik referensi dan indikator yang dapat digunakan untuk mengukur kualitas proses, produk, komponen, dan jasa. Suami akan lebih memberikan Koleksi referensi Name of metrik dan Indikator Yang dapat perlengkapan untuk mengukur proses KESAWAN KUALITAS, Produk, Komponen, dan jasa.
Bagian 4: Best praktek dan pedoman pelaksanaan, akan memberikan harmonis kriteria untuk identifikasi praktek terbaik, pedoman untuk adaptasi, pelaksanaan, dan penggunaan dari standar ini multi-bagian, dan akan berisi satu set kaya contoh-contoh praktek terbaik. Name of 4: dan petunjuk pelaksanaan latihan Terbaik, Kriteria diselaraskan akan memberikan identifikasi praktek Terbaik, Pedoman BAGI adaptasi, pelaksanaan, penggunaan standar Suami dan multi-Name of, dan akan berisi serangkaian kaya Terbaik contoh-contoh praktek.
Redlaunch akan menerapkan Bagian 2-4 seperti yang mereka dilepaskan. Bagian Redlaunch akan Checklists Memverifikasi Daftar nama 2-4 ketika mereka dilepaskan.
Langganan:
Postingan (Atom)