Selasa, 07 Juni 2011

NORMA TEST DAN PENGUKURAN

I PETUNJUK PELAKSANAAN

A. Dalam pelaksanaan test dan pengukuran ditempuh dalam waktu selama 1 (satu) menit pada setiap jenis atau bentuk test.

B. Dalam pelaksanaan test dan pengukuran ditempuh dalam jarak dalam ukuran meter pada setiap jenis atau bentuk test.

C. Jenis atau bentuk test yang diselenggarakan dalam waktu 1 (satu) menit dan dengan hasil berapa kali ulangan dalam melaksanakan bentuk ketrampilan dasar antara lain :
- “Pull Up, Push Up, Sit Up, Back Up, Squat Trush, Knee tuck Jump, Hand Stand Push Up, Passing Bawah dan Atas Bola Voli, Lay Up Per menit”.

D. Jenis atau bentuk test yang diselenggarakan dengan menggunakan jarak tempuh dan dengan hasil test adalah Waktu dalam menit atau detik antara lain :
“Test Lari 2,4 Km, Lari 50 m, Lari 100 meter, Lari 200 meter, Lari 400 meter, Lari 1500 meter, 3000 meter, Semo Agility, Menggiring bola kaki, Driblling bola basket”.

E. Jenis atau bentuk test yang diselenggarakan dengan menggunakan jarak tempuh dan dengan hasil test adalah jarak atau meter, dilaksanakan 2 kali ulangan antara lain :
”Tolak peluru, Lempar cakram, Lempar lembing, Loncat jauh, Lompat tinggi, Melempar bola ke sasaran”.



II. ASPEK-ASPEK PENILAIAN PENJASKES

a. Permainan dan Olahraga
”Sepak bola, bola voli, bola basket, lari 50 m, lari jarak menengah, lompat jauh, loncat tinggi, Tolak peluru, lempar lembing, lempar cakram”.
b. Aktifitas Pengembangan
”Komponen kebugaran jasmani, Latihan kekuatan, Kecepatan, kelincahan, keseimbangan, kelenturan, daya tahan, kecepatan reaksi”.
c. Aktifitas ritmik
”Senam irama dan senam simpai
d. Uji Diri atau Senam
”Senam dasar dan senam lantai
e. Olahraga Pilihan
”Renang, Penjelajah di sekitar sekolah atau di luar sekolah, bulutangkis, Tenis meja




III. NORMA TEST PRAKTEK DAN PENGUKURAN PENJASKES


1. PULL UP : Norma test dan pengukuran untuk kekuatan otot tangan


KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI SCORE
PEREMPUAN NILAI

Sangat Baik 56 Ke atas 41 Ke atas 85
Baik 41 - 55 31 - 40 80
Sedang 20 - 40 16 – 30 75
Kurang 09 - 19 06 - 15 70
Sangat Kurang 00 - 08 00 - 05 65




2. SIT UP : Norma test dan pengukuran untuk kekuatan otot perut

KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI SCORE
PEREMPUAN NILAI

Sangat Baik 46 Ke atas 31 Ke atas 85
Baik 36 - 45 26 – 30 80
Sedang 26 – 35 18 – 25 75
Kurang 16 – 25 11 – 17 70
Sangat Kurang 00 – 15 00 – 10 65



3. BACK UP : Norma test dan pengukuran untuk kekuatan otot punggung


KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI SCORE
PEREMPUAN NILAI

Sangat Baik 66 Ke atas 41 Ke atas 85
Baik 53 - 65 31 - 40 80
Sedang 34 - 52 21 – 30 75
Kurang 25 - 33 13 – 20 70
Sangat Kurang 00 - 24 00 – 12 65



4. PUSH UP : Norma test dan pengukuran untuk kekuatan otot tangan


KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI SCORE
PEREMPUAN NILAI

Sangat Baik 31 Ke atas 27 Ke atas 85
Baik 25 - 30 21 - 26 80
Sedang 13 – 24 11 – 21 75
Kurang 07 - 12 05 – 10 70
Sangat Kurang 00 - 06 00 – 04 65



5. SQUAT THRUST : Norma test dan pengukuran Untuk mengukur daya tahan otot


KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI SCORE
PEREMPUAN NILAI

Sangat Baik 46 Ke atas 35 Ke atas 85
Baik 36 – 45 26 – 34 80
Sedang 26 – 35 17 – 25 75
Kurang 16 – 25 08 – 16 70
Sangat Kurang 00 – 15 00 – 07 65




6. KNEE TUCK JUMP : Norma test dan pengukuran power ( daya ledak) otot kaki


KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI SCORE
PEREMPUAN NILAI

Sangat Baik 86 Ke atas 44 Ke atas 85
Baik 66 – 85 34 – 43 80
Sedang 37 – 65 22 – 33 75
Kurang 19 – 36 15 – 24 70
Sangat Kurang 00 – 18 00 – 14 65



7. HAND STAND PUSH UP : Norma test dan pengukuran untuk kekuatan otot tangan dan keseimbangan badan

KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI SCORE
PEREMPUAN NILAI

Sangat Baik 21 Ke atas 18 Ke atas 85
Baik 16 – 20 11 – 17 80
Sedang 11 – 15 04 – 10 75
Kurang 06 – 10 02 – 03 70
Sangat Kurang 00 – 05 00 – 01 65



8. TEST LARI 2,4 KM : Norma test dan pengukuran untuk mengukur daya tahan tubuh, jantung dan paru-paru


KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI
( Menit ) SCORE
PEREMPUAN
( Menit ) NILAI

Sangat Baik 09.40 Ke bawah 13.30 Ke bawah 85
Baik 09.41 – 10.48 13.31 – 14.30 80
Sedang 10.49 – 12.10 14.31 – 16.54 75
Kurang 12.11 – 15.30 16.55 – 18.30 70
Sangat Kurang 15.31 Ke atas 18.31 Ke atas 65





9. SEMO AGILITY (Kirby) : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui tingkat kelincahan seseorang dalam aktifitas olahraga.

Ukuran lapangan 9 m x 9 m






KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI
( Detik ) SCORE
PEREMPUAN
(Detik) NILAI

Sangat Baik 23.00 Ke bawah 24.70 Ke bawah 85
Baik 23.01 – 24.29 24.71 – 25.80 80
Sedang 24.30 – 26.70 25.01 – 28.60 75
Kurang 26.71 – 28.50 28.61 – 31.20 70
Sangat Kurang 28.51 Ke atas 31.21 Ke atas 65




10. PASSING BAWAH BOLA VOLI : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui tingkat ketrampilan teknik dasar passing bawah dalam permainan bola voli dalam waktu 1 (satu) menit


KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI SCORE
PEREMPUAN NILAI

Sangat Baik 60 Ke atas 40 Ke atas 85
Baik 47 – 59 30 – 39 80
Sedang 31 – 46 20 – 29 75
Kurang 16 – 30 09 – 19 70
Sangat Kurang 00 – 15 00 – 08 65








11. PASSING ATAS BOLA VOLI : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui tingkat ketrampilan teknik dasar passing bawah dalam permainan bola voli


KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI SCORE
PEREMPUAN NILAI

Sangat Baik 64 Ke atas 45 Ke atas 85
Baik 48 – 63 33 – 44 80
Sedang 32 – 47 20 – 32 75
Kurang 16 – 31 09 – 19 70
Sangat Kurang 00 – 15 00 – 08 65



12. LAY UP PER MENIT BOLA BASKET : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui tingkat ketrampilan teknik dasar Driblle (menggiring) bola basket dalam permainan bola basket.


KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI SCORE
PEREMPUAN NILAI

Sangat Baik 26 Ke atas 20 Ke atas 85
Baik 19 – 25 15 – 19 80
Sedang 12 – 18 10 – 14 75
Kurang 06 – 11 05 – 09 70
Sangat Kurang 00 – 05 00 – 04 65


13. LARI 50 METER : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui tingkat ketrampilan lari cepat pada cabang atletik


KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI
( Detik ) SCORE
PEREMPUAN
( Detik ) NILAI

Sangat Baik 06.69 Ke bawah 07.29 Ke bawah 85
Baik 06.70 – 06.90 07.30 – 07.50 80
Sedang 06.91 – 07.09 07.51 – 07.70 75
Kurang 07.10 – 07.19 07.71 – 07.79 70
Sangat Kurang 07.20 Ke atas 07.80 Ke atas 65


14. LARI 100 METER : : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui tingkat ketrampilan lari cepat pada cabang atletik

KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI
( Detik ) SCORE
PEREMPUAN
( Detik ) NILAI

Sangat Baik 12.39 Ke bawah 13.19 Ke bawah 85
Baik 12.40 – 12.50 13.20 – 13.50 80
Sedang 12.51 – 12.70 13.51 – 13.80 75
Kurang 12.71 – 12.90 13.81 – 14.19 70
Sangat Kurang 12.91 Ke atas 14.20 Ke atas 65

15. LARI 200 METER : : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui tingkat ketrampilan lari cepat pada cabang atletik


KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI
( Detik ) SCORE
PEREMPUAN
( Detik ) NILAI

Sangat Baik 55.99 Ke bawah 60.02 Ke bawah 85
Baik 56.00 – 57.00 60.03 – 60.05 80
Sedang 57.01 – 58.05 60.06 – 60.08 75
Kurang 58.06 – 60.09 60.09 – 60.12 70
Sangat Kurang 60.10 Ke atas 60.13 Ke atas 65

16. LARI 400 METER : : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui tingkat ketrampilan lari cepat pada cabang atletik


KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI
( Detik ) SCORE
PEREMPUAN
( Detik ) NILAI

Sangat Baik 55.99 Ke bawah 60.02 Ke bawah 85
Baik 56.00 – 57.00 60.03 – 60.05 80
Sedang 57.01 – 58.05 60.06 – 60.08 75
Kurang 58.06 – 60.09 60.09 – 60.12 70
Sangat Kurang 60.10 Ke atas 60.13 Ke atas 65


17. LARI 1500 METER : : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui tingkat ketrampilan lari jarak menengah pada cabang atletik


KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI
(Menit) SCORE
PEREMPUAN
(Menit) NILAI

Sangat Baik 04.19 Ke bawah 04.47 Ke bawah 85
Baik 04.20 – 04.26 04.48 – 04.56 80
Sedang 04.27 – 04.32 04.57 – 05.09 75
Kurang 04.33 – 04.39 05.10 – 05.27 70
Sangat Kurang 04.40 Ke atas 05.28 Ke atas 65


18. LARI 3000 METER : : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui tingkat ketrampilan lari jarak menengah pada cabang atletik


KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI
(Menit) SCORE
PEREMPUAN
(Menit) NILAI

Sangat Baik 09.29 Ke bawah 10.35 Ke bawah 85
Baik 09.30 – 09.40 10.36 – 10.52 80
Sedang 09.41 – 09.59 10.53 – 11.19 75
Kurang 10.00 – 10.19 11.20 – 11.55 70
Sangat Kurang 10.20 Ke atas 11.56 Ke atas 65


19. LONCAT TINGGI : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui tinggi loncatan pada ketrampilan cabang atletik


KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI
(Cm) SCORE
PEREMPUAN
(Cm) NILAI

Sangat Baik 141 Ke atas 126 Ke atas 85
Baik 136 – 140 120 – 125 80
Sedang 131 – 135 115 – 119 75
Kurang 125 – 130 110 – 114 70
Sangat Kurang 124 Ke bawah 109 Ke bawah 65


20. LOMPAT JAUH: Norma test dan pengukuran untuk mengetahui jarak lompatan pada ketrampilan cabang atletik


KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI
(Cm) SCORE
PEREMPUAN
(Cm) NILAI

Sangat Baik 495 Ke atas 400 Ke atas 85
Baik 463 – 494 350 – 399 80
Sedang 449 – 462 300 – 349 75
Kurang 424 – 448 201 – 299 70
Sangat Kurang 423 Ke bawah 200 Ke bawah 65



21. TOLAK PELURU : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui jarak tolakan pada ketrampilan cabang atletik

KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI
(Cm) SCORE
PEREMPUAN
(Cm) NILAI

Sangat Baik 851 Ke atas 651 Ke atas 85
Baik 751 – 850 551 – 650 80
Sedang 651 – 750 451 – 550 75
Kurang 601 – 650 401 – 450 70
Sangat Kurang 600 Ke bawah 400 Ke bawah 65


22. LEMPAR CAKRAM : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui jarak lemparan pada ketrampilan cabang atletik

KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI
(Cm) SCORE
PEREMPUAN
(Cm) NILAI

Sangat Baik 29 Ke atas 21 Ke atas 85
Baik 26 - 28 19 – 20 80
Sedang 22 - 24 16 – 18 75
Kurang 18 – 20 13 – 15 70
Sangat Kurang 17 Ke bawah 12 Ke bawah 65



23. MENGGIRING BOLA : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui tingkat ketrampilan dalam menguasai dan menggiring bola pada permainan sepak bola

a. Pelaksanaan

Menggiring bola berliku-liku (zig zag) melalui 10 tiang pancang dengan jarak masing-masing 2 (dua) meter. Tester berdiri di garis start, setelah ada aba-aba ”ya” menggiring bola berliku-liku melalui 10 (sepuluh) tiang pancang dan kembali berputar menggiring bola melalui tiap-tiap tiang pancang sampai pada tiang pancang pertama atau garis finish.

b. Norma test menggiring bola


KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI
( Detik ) SCORE
PEREMPUAN
( Detik ) NILAI

Sangat Baik 18.99 Ke bawah 21.99 Ke bawah 85
Baik 19.00 – 21. 00 22.00 – 23.00 80
Sedang 21.01 – 23. 00 23.01 – 25.00 75
Kurang 23.01 – 25.00 25.01 – 27.00 70
Sangat Kurang 25.01 Ke atas 27.01 Ke atas 65


24. MELEMPAR BOLA : Norma test dan pengukuran untuk mengetahui tingkat ketrampilan dalam melempar dan memberikan bola sesuai dengan sasaran pada permainan sepak bola

a. Pelaksanaan

Melempar bola tanpa atau menggunakan awalan (ancang-ancang) ke arah yang ditentukan. Jarak lempar dengan garis batas lempar dari 0 meter, 10 meter, 12 meter, 14 meter, 16 meter. Tester diberikan kesempatan melempar bola 2 (dua) kali, prestasi jarak lempar diambil yang terjauh.




Tester 10 m 12 m 14 m 16 m


b. Norma test melempar bola

KATEGORI SCORE
LAKI-LAKI
(Meter) SCORE
PEREMPUAN
(Meter) NILAI

Sangat Baik 17 ke atas 15 ke atas 85
Baik 15 – 16 13 – 14 80
Sedang 13 – 14 11 – 12 75
Kurang 11 – 12 09 – 10 70
Sangat Kurang 10 ke bawah 08 ke bawah 65

KURIKULUM

A. Pengertian Kurikulum

Studi kurikulum merupakan bidang yang relative baru berkembangdibandingkan bidang-bidang pendidik-an yang lainnya. Sebagai bidang yang masih baru maka konsepsi mengenai kurikulum masih beragam. Keragaman ini disebabkan pendekatan, sudut pandang dan landasan berfikir yang dipakai sebagai pijakan.
• Secara etimologis kurikulum berasal dari bahasa yunani, yaitu curir yangartinya pelari dan curere yang berarti berpacu. Jadi istilah kurikulum pada awal berhubungan dengan kegiatan olahraga pada jaman romawi kuno di yunani dengan mengandung pengertian suatu jarak yang harus ditempuh oleh pelari.
• Secaraterminology istilah kurikulum digunakan dalam dunia pendidikan dengan pengertiansemua sebagai sejumlah pengetahuan yang harus ditempuh atau diselasaikan siswa guna mendapatkan suatu tingkatan atau ijasah.
Para ahli kurikulum dalam memberikan pengertian bergerak dari suatupengertian yang spesifik menuju kearah pengertian uyang lebih umum dan luas.
1. Dalam pengertian spesifik kurikulum diartikan sebagai daftar mata pelajaran yang harus dipelajari siswa. Kelompok yang mendefinisikan kurikulum dalam arti luas.
2. Dalam pengertian spesifik kurikulum diartikan sebagai kumpulan data mata pelajaran yang harus dipelajari siswa. Kelompok yang mendefinisikan kurikulum dalam arti luas mengartikan kurikulum sebagai semua pengalaman belajar yang dialami siswa baik didalam maupun di luar kelas untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Pengertian kurikulum yang lebih banyak dibicara-kan adalah kurikulum dalamarti luas yaitu semua pengalaman belajar yang dirancang untuk mencapai tujuan.
1. Taba (1962) menyatakan definisi yang terlalu luas tidak fungsional, sebaliknya meninggalkan segala sesuatu definisi kurikulum kecuali pernyataan yujuan dan garis-garis besar isi akan menurunkan kedudukan pengalaman belajar akan menjadi metode. Ia menyarankan aspek-aspek yang lebih dekat dengan praktek pendidikanatau lebih spesifik sifatnya dapat dimasukkan dalam kawasan pembelajaran.
2. Doll (1964) berpendapat bahwa kurikulum yang paling banyak diterima telah berubah dari isi pelajaran yang dipelajari dan daftar pelajaran yang diberikan menuju kepada semua pengalaman belajar yang disajikan dalam pembeljaran dibawah tanggung jawab sekolah. Definisi ini tampaknya lebih luas dan lebih mencermionkan peristiwa peristiwa pendidikan secara lebih cermat. Alasan sekolah didirikan olehmasyarakat untuk pendidikan yang memungkinkan pembelajaran berkembang sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Tujuan dan perkembangan ini dapat dicapai melalui pengalaman belajar yang diperoleh pebelajar.
3. Tyler (1970) mengatakan bahwa kurikulum identikl dengan pengajaran.Pengembangan kurikulum sama dengan merencanakan pengajaran. Oleh karena itu apabila ingin mengembangkan kuriklulum harus menbjawab empat pertanyaaan pokok yaitu :1) apakah tujuan yang hendak dicapai? 2) pengalaman belajar apakah yang perlu dipersiapkan untuk mencapai tujuan? 3) bagaimana pengalaman belajar itu diorganisasi secara efektif? 4) bagaimana menentukan keberhasilan mecapai tujuan? Menurutnya kurikulum dapat dikembangkan untuk tingkat sekolah, bidang studi maupun bahan pengajaran.
4. Oliver (1977:32) mengartikan kurikulum sebagai program pendidikan untuk mendapatkan pengalaman belajar yang dirancang lembaga pendidikan untuk diikuti siswa yang meliputi program studi, program pengalama, program pelayanan dan kurikulum tersembunyai. Program studi, merupakan daftar pelajaran yang disajikan dalam suatru program pendidikan. Program pengalaman, merupakan kegiatankegiatan yang mendukung pelajaran yang sering disebut kurikuler. Programpelayanan, yaitu kegiatan bimbingan yang diberikan sehingga memungkinkan siswa mencapai tujuan belajar. Sedangkan kurikulum tersembunyi adalah semua pengalaman belajar diluar program-program sekolah yang secara langsung mempengaruhi pengalaman belajar siswa.
5. Doll (1982:5) menyatakan, kurikulum adalah rancangan pengalaman belajar mengacu pada hasil belajar yang diharapkan dapat menumbuhkan kompe-tensi personal dan social siswa, melalui rumusan pengetahuan dan pengalaman yang sistematik dibawah tanggung jawab dan bantuan sekolah. Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasio-nal/1989 pasal 37 disebutkan, kurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dengan memperhatikan tahap perkembangan peserta didik dan disesuiakan denganingkungan, kebutuhan pembangun-an nasional, perkembangan ilmu pengetahuandan teknologi serta kesesuaian dengan jenis dan jenjang masing-masing satuan pendidikan.
6. Beane (1986) mengidentifikasi berbagai pengertian kurikulum yangberkembvang sejak tahun 1918 sampai 1986, antara lain :
• Bobbit (1918) dalam bukunya “The Curriculum” mengartikan kurikulum sebagai”serangkaian ke-giatan yang dilakukan atau dialami pebelajar dengan tujuan mengembangkan kemampuan melakukan sesuatu yang termasuk dalam kehidupan orang dewasa dengan sebaik-baiknya dan agar memilki sifat yang seharusnya dimiliki oleh orang dewasa dalam segala aspeknya”.
• Caswel dan campebell (1935) dalam bukunya “Curriculum Development”kurikulum adalah ”semua pengalaman yang dialami pebelajar dibawahbimbingan guru”. Krug (1957) dalam “Curriculum Planning” Kurikulum adalah serangkaian strategi pengajaran yang diper-gunakan disekolah untuk menyediakan kesempatan terwujudnya pengalaman belajar bagi anak didik untuk mencapai hasil belajar yang diinginkan”.
• Taba (1962) dalam “Curriculum Celevopment: theori into practice” Kurikulum adalah rencana untuk belajar.
• Saylor dan Alexander (1966) dalam “Curriculum Planning for Modern School” Kurikulum adalah semua kesempatan belajar yang disediakan oleh sekolah.
• Johson (1967) dalam “Definitions and Models in Curriculum planning” Kurikulum adalah serangkian hasil belajar yang terencana dan terstruktur. Kurikulum menentukan atau setidak-tidaknya mengharapkan hasil pelajaran. Kurikulum tidak menentukan cara yang harus dipakai untuk mencapai hasil.
• Harnack (1968) dalam karyanya The Tacher: Decision Maker and Curriculum Planner” kurikulum adalah semua pengalam belajar mengajar yang dibimbing dan diarahkan oleh sekolah.
• Oliver(1977) dalam “Curriculum Improvement”(2nd edition)” Kurikulum adalah program pendidikan sekolah dengan focus pada unsur pendidikan studi, unsur pengalaman, unsur pelayanan, dan unsur kurikulum tersembunyai.
• Doll(1978) dalam “Curriculum Improvement : Decision Making & Process”kurikulum adalah isi dan proses formal dan informal dimana pebelajarmemperoleh pengetahuan dan pemahaman, megembazngkan ketrampilan,mengubah sikap, apresiasi dan nilai-nilai dibawah tanggung jawab sekolah.
• Finc dan Crunkilton (1979) dalam bukunya Curriculum Development inVocational and Technical education” kurikulum adalah sejumlah kegiatan danpengalaman belajar yang dialami pebelajar dibawah pengarahan dan tanggungjawab sekolah.
• Hass(1980) dalam “Curriculum Planing: Anew Approach”(3 edition). Kurikulum adalah semua pengalam yang dialami pebelajar dalam suatu program pendidikan yang bermaksud untuk mencapai tujuan-tujuanumum dan tuyjuan-tujuan khusus yang relevan, yang direncanakan berdasarkan kerangka teoritik dan penelitian tau praktik- praktik yang professional masa lalu dan masa sekarang.
• Olivia (1982) dalam bukunya “Developing Curriculum” kurikulum adalah rencana atau program yang menyangkutn semua pengalaman yang dihayati anak didik dibawah pengarahan sekolah.
• Beane (1986) dalam “Curriculum Planning and Development” kurikulum dapat dikategorikan menjadi empat, yaitu: 1) kurikulum sebagai produk, 2) kurikulum sebagai program, 3) kurikulum sebagai belajar yang direncanakan, dan 4) kurikulum sebagai pengalaman belajar.
Berdasarkan kronologi pebgertian kurikulum yang dikemukakan beane tersebut di atas akan memperlihatkan beragamnya pendapat para penulis kurikulum dalam mendefinisikan kurukulum. Namun keragaman itu justru akan bermanfaat bagi suatu analisis bahwa pengerian kurukulum mengandung banyak dimensi yang berimplikasi pada pengambilan sikap para perencana, pengembang dan pelaksana kurikulum.
Pada umumnya para ahli kurikulum mendefinisi-kan kurikulum sebagai suatuirencana untuk memberi-kan fasilitas dan pengalaman belajar edibawah bimbingan dan petunjuk sekolah (Winecoff, 1989). Pengalaman belajar yang diorganisasi untuk mencapai tujuan pendidikan (Boyle, 1981).
Dengan demikian pengertian kurikulum dapat dibagi menjadi dua walupunperbedaanya bukanlah suatu yang dikotomio hitam dan putih, yaitu kurikulumdalam arti sempit dan kurikulum dalam arti yang luas.
Kurikulum dalam ari sempit adalah kumpulan daftar pelajaran besertarinciannya yang perlu dipelajari pebelajar untuk mencapai suatu tin gkat tertentu sesuai denfgan tujuan yang telah ditetapkan. Sedangkan kurtikulum dalam arti yang luas tidak hanya terbatas pada sejumlah daftar pelajaran saja akan tetapi semua pengalaman belajar yang dialami pebelajar. Pengalaman belajar tersebut dapat diperoleh pebelajar di dalam kelas, laboratorium, mengikuti ceramah, bertanya jawab,demontrasi dan dalam kegiatan olahraga.
Oleh karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang demikianpesat di samping ledakan informasi yang menjadikan globalisasi dunia, makapengalam belajar pebelajar untuk dapat eksisi dimasyarakat tidak hanya dapat diperoleh di sekolah. Dengan demikian pengertian kurikulum dalam arti pengalaman belajar akan leb ih memadai untuk diacu sebagai pengertian kurukulum.

B. Landasan Konseptual Kurikulum

Para ahli kurikulum dalam memberikan pengertian kurikulum bergerak darisatu pengertian yang spesifik menuju ke arah pengertian yang lebih umum dan luas. Dalam pengertian spesifik kurikulum diartikan sebagai kumpulan daftar mata pelajaran yang harus dipelajari siswa. Kelompok yang mendefinisikan kurikulum dalam arti luas menyatakan semua pengalaman belajar yang dialami siswa baik di dalam maupun di luar kelas, baik yang terstruktur maupun mandiri untuk mencapaitujuan yang telah ditetapkan.

Oliver (1977) mengartikan kurikulum sebagai program pendidikan untukmendapat sejumlah peng-alaman belajar yang dirancang lembaga pendidikan untuk diikuti siswa yang meliputi program studi, program pengalaman, program pelayanan, dan kurikulum tersembunyi. Program studi merupakan daftar matapelajaran yang disajikan dalam suatu program pendidikan. Program pengalaman merupakan kegiatan-kegiatan yang mendukung mata pelajaran yang sering disebut ko-kurikuler. Program pelayanan yaitu kegiatan bimbingan yang diberikan sehingga memungkinkan siswa mencapai tujuan belajar. Sedangkan kurikulum tersembunyi adalah semua pengalaman belajar di luar program-program sekolah yang secara langsung mempengaruhi pengalaman belajar siswa.

Doll (1982) mengartikan kurikulum adalah ran-cangan pengalaman belajar yang mengacu kepada hasil belajar yang diharapkan dapat menumbuhkan kompe-tensi personal dan sosial siswa, melalui rumusan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang sistematis di bawah tanggung jawab dan bantuan lembaga pendidik-an. Dengan demikian pengertian kurikulum dapat dibagi menjadi dua, walaupun perbedaannya bukanlah suatu dikotomi hitam dan putih, yaitu kurikulum dalam arti
sempit dan kurikulum dalam arti luas. Kurikulum dalam arti sempit adalahkumpulan daftar mata pelajaran beserta rinciannya yang perlu dipelajari siswa untuk mencapai suatu tingkat tertentu sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Sedangkan kurikulum dalam arti luas tidak hanya terbatas pada sejumlah mata pelajaran yang diperoleh di kelas saja, akan tetapi semua pengalaman belajar yang dialami oleh siswa, baik pengalaman belajar sendiri, belajar bersama teman, mengikuti pramuka, belajar di perpustakan atau belajar di mana saja, kapan saja, dengan siapa saja. Dengan demikian, kurikulum dapat diartikan seba-gai sejumlah pengalaman belajar yang dilakukan siswa di bawah bimbingan lembaga pendidikan yang bersangkutan. Pengalaman belajar dapat dilakukan melalui tatap muka di kelas, belajar kelompok, dan belajar mandiri, baik yang dilakukan di dalam kampus maupun di luar kampus. Isi pengalaman belajar menurut Bloom dapat dikategorikanmenjadi tiga ranah: kognitif, afektif dan psikomotorik.

Sedangkan menurut Gagne (1985) pengalaman belajar dapat dikategorikan menjadi lima ranah, yaitu: informasi verbal, keterampilan intelektual, strategi kognitif, sikap, dan keterampilan psikomotorik. Untuk mengembangkan kuriku-lum, diperlukan model sebagai cetak biru pengembangan kurikulum. Model merupakan gambaran suatu proses dalam bentuk grafis dan atau naratif dengan menunjukkan unsur utama serta strukturnya (Miarso, 1988). Model pengembangan kurikulum merupakan gambaran tentang komponen-komponen dan hubungan antar komponen dalam merancang kurikulum.

Jewet dan Bain (1985) mengatakan model kurikulum merupakan suatu rancangan untuk mengembang-kan kurikulum bagi lingkungan pendidikan khusus. Untuk mengembangan kurikulum yang terdiri dari komponen tujuan,pembelajaran, sumber belajar, dan evaluasi diperoleh dari landasan-landasan filosofis dan kebutuhan-kebutuhan. Landasan filosofis di peroleh dari visi, misi, dan tujuan lembaga dari mulai tingkat departemen, propinsi, kabupaten, dan kota. Disamping itu
landasan filosofis diperoleh dari harapan dan kebutuhan perkembangan sosialmasyarakat dan sifat dasar ilmu. Setelah mengakomodasi landasan-landasan filosofis kemudian dipertimbangkan pula kebutuhan individu karya siswa, masyarakat yang lebih spesifik, epistemology ilmu dan teori-teori belajar.Komponen kurikulum yang paling penting adalah tujuan, karena komponen ini
menjadi dasar bagi penentuan sumber belajar, pembelajaran, dan evaluasi. Dalam evaluasi kurikulum ada tiga sub komponen yang dapat dijadikan sebagai indicator keberhasilan suatu kurikulum, yaitu: efektivitas, efisiensi, dan kemenarikan. Model kurikulum yang terdiri dari landasan filosofis dan komponen-komponennya disajikan pada Diagram 1.

KESEHATAN MENTAL

Seseorang dapat dikatakan sehat tidak cukup hanya dilihat dari segi fisik, psikologis, dan sosial saja, tetapi juga perlu dilihat dari segi spiritual atau agama. Inilah kemudian yang disebut Dadang Hawari sebagai empat dimensi sehat itu, yaitu: bio-psiko-sosial-spiritual. Jadi seseorang yang sehat mentalnya tidak cukup hanya terbatas pada pengertian terhindarnya dia dari gangguan dan penyakit jiwa baik neurosis maupun psikosis, melainkan patut pula dilihat sejauhmana seseorang itu mampu menyesuaikan diri dengan dirinya sendiridan lingkungannya, mampu mengharmoniskan fungsi-fungsi jiwanya, sanggup mengatasi problema hidup termasuk kegelisahan dan konflik batin yang ada, serta sanggup mengaktualisasikan potensi dirinya untuk mencapai kebahagiaan

Istilah kesehatan mental sendiri memperoleh pengertian yang beragam seiring perkembangannya: (1) sebagai kondisi atau keadaan sebagaimana gambaran di atas; (2) sebagai ilmu pengetahuan cabang dari ilmu psikologiyang bertujuan mengembangkan potensi manusia seoptimal mungkin dan menghindarkannya dari gangguan dan penyakit kejiwaan; (3) sebagai terapi atau ilmu terapan guna membantu mengatasi gangguan dan penyakit kejiwaan

Seseorang dapat berusaha memelihara kesehatan mentalnya dengan menegakkan prinsip-prinsipnya dalam kehidupan, yaitu: (1) mempunyai self image atau gambarandan sikap terhadap diri sendiri yang positif; (2) memiliki integrasi diri atau keseimbangan fungsi-fungsi jiwa dalam mengatasi problema hidup termasuk stres; (3) mampu mengaktualisasikan dirinya secara optimal guna berproses mencapai kematangan; (4) mampu bersosialisasi atau menerima kehadiran orang lain; (5) menemukan minatdan kepuasan atas pekerjaan yang dilakukan; (6) memiliki falsafah atau agama yang dapat memberikan makna dan tujuan bagi hidupnya (7) mawas diri atau memiliki kontrol terhadap segala keinginan yang muncul; (8) memiliki perasaan benar dan sikap bertanggung jawab atas perbuatan-perbuatanny
Kesehatan Mental
Prof. Dr. Zakiah Daradjat
Tidak seorangpun yang tidak ingin menikmati ketenangan hidup, dan semua orang akan berusaha mencarinya, meskipun tidak semuanya dapat mencapai yang diinginkannya itu. Bermacam sebab dan rintangan yang mungkin terjadi sehingga banyak orang yang mengalami kegelisahan, kecemasan dan ketidak puasan.
Keadaan yang tidak menyenangkan itu tidak terbatas kepada golongan tertentu saja, tetapi tergantung pada cara orang menghadapi sesuatu persoalan. Misalnya ada orang miskin yang gelisah karena banyak keinginannya yang tidak tercapai, bahkan orang kaya yang juga gelisah, cemas dan merasa tidak tentram dalam hidupnya yang diakibatkan faktor lain seperti kebosanan atau ingin menambah hartanya lebih banyak lagi.
Setiap orang, baik yang berpangkat tinggi atau tidak berpangkat bahkan seorang pesuruh, menemui kesukaran dalam berbagai bentuk. Hanya satu hal yang sama-sama dirasakan yaitu ketidaktenangan jiwa. Sesungguhnya ketenangan hidup, ketentraman jiwa atau kebahagiaan batin, tidak tergantung kepada faktor-faktor luar seperti keadaan sosial, ekonomi, politik, adat kebiasaan dsb. Akan tetapi lebih tergantung dari cara dan sikap menghadapi faktor-faktor tersebut.
Jadi yang menentukan ketenangan dan kebahagiaan hidup adalah kesehatan mental. Kesehatan mental itulah yang menentukan tanggapan seseorang terhadap suatu persoalan, dan kemampuannya menyesuaikan diri. Kesehatan mental pulalah yang yang menentukan apakah orang akan menpunyai kegairahan untuk hidup, atau akan pasif atau tidak bersemangat.
Orang yang sehat mentalnya tidak akan lekas merasa putus asa, pesimis atau apatis, karena ia dapat mengahadapi semua rintangan atau kegagalan hidupnya dengan tenang. Apabila kegagalan itu dihadapi dengan tenang, akan dapatlah dianalisa, dicari sebab-sebab yang dimenimbulkannya, atau ditemukan faktor-faktor yang tidak pada tempatnya. Dengan demikian akan dapat dijadikan pelajaran yaitu menghindari semua hal-hal yang membawa kegagalan pada waktu yang lain.
Untuk mengetahui apakah seseorang sehat atau terganggu mentalnya, tidaklah mudah. Biasanya yang dijadikan bahan penyelidikan atau tanda-tanda dari kesehatan mental adalah tindakan, tingkah laku atau perasaan. Karenanya seseorang yang terganggu kesehatan mentalnya bila terjadi kegoncangan emosi, kelainan tingkah laku atau tindakannya.
Dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap pasien-pasien yang terganggu kesehatan mentalnya, dapat disimpulkan bahwa kesehatan mental yang terganggu dapat mempengaruhi keseluruhan hidup seseorang. Pengaruh itu dibagi dalam empat kelompok yaitu ; perasaan, pikiran/kecerdasan, kelakuan dan kesehatan badan. Hal ini semua tergolong kepada gangguan jiwa, sedangkan sakit jiwa adalah jauh lebih berat.
Perasaan
Diantara gangguan perasaan yang disebabkan oleh kesehatan mental ialah rasa cemas, iri hati, sedih, merasa rendah diri, pemarah, ragu dsb. Untuk jelasnya marilah kita tinjau tiap-tiap persoalan dengan contohnya.

Rasa Cemas
Perasaan tidak menentu, panik, takut tanpa mengetahui ada yang ditakutkan dan tidak dapat menghilangkan perasan gelisah dan mencemaskan itu. Terlalu banyak hal-hal yang banyak menyebabkan gelisah yang tidak pada tempatnya.

Iri Hati
Seringkali orang mrrasa iri hati atas kebahagiaan orang lain. Perasan ini bukan karena kebusukan hatinya seprti biasa di sangka orang, akan tetapi karena ia sendiri tidak merasakan bahagia dalam hidupnya.
Rasa Sedih
Rasa sedih yang tidak beralasan, atau terlalu banyak hal-hal yang menyedihkannya sehingga air mukannya selalu membanyangkan kesedihan, kendatipun ia seorang yang mampu, berpangkat, dihargai orang dan sebagainya.
Sesungguhnya perasaan sedih ini banyak sekali terjadi. Banyak kita melihat orang yang tidak pernah gembira dalam hidupnya. Sebabnya bermacam-macam, ada ibu yang merasa kesepian karena anak-anaknya sudah, tidak memerlukannya lagi, sedang bapak tidak lagi seperti dulu. Sebaliknya ada bapak yang merasa sedih karena istrinya yang dulu selalu memperhatikan makanan dan minumannya, sekarang telah sibuk mengurus rumah tangga dan anaknya. Kesedihan-kesedihan seperti itu, tidak disebabkan oleh sesuatu hal atau persoalan secara langsung, akan tetapi oleh kesehatan mental yang terganggu.
Rasa rendah Diri
Rasa rendah diri dan tidak percaya diri banyak sekali terjadi pada remaja. Hal ini disebabkan oleh banyaknya problem yang mereka hadapi dan tidak mendapat penyelesaian dan pengertian dari orang tua. Disamping itu mungkin pula akibat pengaruh pendidikan dan perlakuan yang diterimanya waktu masih kecil.
Rasa rendah diri ini menyebabkan orang lekas tersinggung. Karena itu ia mungkin akan menjauhi pergaulan dengan orang banyak, menyendiri, tidak berani mengemukakan pendapat (karena takut salah), tidak berani bertindak atau mengambil suatu inisiatif (takut tidak diterima orang). Lama kelamaan akan hilang kepercayaan pada dirinya, dan selanjutnya ia juga kurnag percaya kepada orang. Ia akan lekas marah atau sedih hati, menjadi apatis dan pesimis.
Bahkan rasa rendah diri itu mungkin akan menyebabkan ia suka mengeritik orang lain, dan tingkah lakunya mungkin akan terlihat sombong. Dalam pergaulan ia menjadi kaku, kurang disenangi oleh kawan-kawannya, karena mudah tersinggung dan tidak banyak ikut aktif dalam pergaulan atau pekerjaan.

Pemarah
Sesungguhnya orang dalam suasana tertentu kadang-kadang perlu marah, akan tetapi kalau ia sering-sering marah yang tidak pada tempatnya atau tidak seimbang dengan sebab yang menimbulkan marah itu, maka yang demikian ada hubungannya dengan kesehatan mental. Marah sebenarnya adalah ungkapan dari perasan hati yang tidak enak, biasanya akibat kekecewaan, ketidakpuasan, tidak tercapai yang diinginkannya. Apabila orang yang sedang merasa tidak enak, tidak puas terhadap dirinya, maka sedikit saja suasana luar mengganggu ia akan menjadi marah. Mungkin anak, istri atau siapapun akan menjadi sasaran kemarahannya yang telah lama ditumpuknya itu. (Bersambung….)

ISO Standar untuk eLearning - ISO / IEC 19796-1:2005

Redlaunch adalah memperbarui nya Sistem Mutu untuk menggabungkan persyaratan sertifikasi untuk ISO Standard, ISO / IEC 19796-1:2005, Teknologi Informasi baru - Pelatihan Pembelajaran, Pendidikan dan - Manajemen Mutu, Assurance dan Metrik - Bagian 1: Pendekatan umum. Memperbarui Redlaunch adalah Sistem KUALITAS untuk memasukkan persyaratan sertifikasi untuk ISO Standard, ISO / IEC 19796-1:2005, Teknologi Informasi - Belajar, Pendidikan dan Pelatihan - Manajemen Mutu, Jaminan dan metrik - Name of 1: Umum pendekatan.
ISO / IEC 19796-1:2005 bertujuan untuk menyelaraskan berbagai pendekatan yang digunakan di seluruh dunia untuk menilai kualitas e-learning inisiatif. ISO / IEC 19796-1:2005 bertujuan untuk menyelaraskan berbagai perlengkapan pendekatan Yang di seluruh Dunia untuk menilai KUALITAS inisiatif e-learning. Ini adalah kerangka untuk menjelaskan, membandingkan, menganalisis, dan menerapkan pendekatan manajemen mutu dan jaminan kualitas. Ini adalah Kerangka untuk menjelaskan, membandingkan, menganalisis, dan melaksanakan pengelolaan KUALITAS OTHER mutu dan pendekatan.
Bruce Peoples, Ketua kelompok ISO / IEC yang mengembangkan standar menjelaskan, Bruce Peoples, Ketua ISO / IEC Kelompok Yang mengembangkan menjelaskan standar,
Standar ini merupakan harmonis internasional tahu-bagaimana pada kualitas untuk e-learning. Mewakili diselaraskan standar industri tahu-bagaimana KUALITAS Internasional untuk e-learning. Dengan memiliki persyaratan yang sebanding dan umumnya dipahami dan kriteria, akan ada pertandingan yang lebih baik antara kebutuhan pengguna, pembeli dan penyedia. Artikel Baru memiliki sebanding dan umumnya dipahami persyaratan dan Kriteria, pertandingan yang akan ADA Yang lebih Baik ANTARA kebutuhan pengguna, penyedia dan pembeli.
ISO / IEC 19796-1:2005 terdiri dari item berikut:: ISO / IEC 19796-1:2005 terdiri Dari item berikut::
• deskripsi skema untuk manajemen mutu; KUALITAS deskripsi skema Policy;
• model proses mendefinisikan proses dasar yang harus dipertimbangkan ketika kualitas pengelolaan dalam bidang ICT-mendukung pembelajaran, pendidikan, dan pelatihan; Model proses mendefinisikan proses ditempatkan Yang Harus dipertimbangkan ketika mengelola KESAWAN KUALITAS ICT Kepemilikan Modal Yang didukung belajar, Pendidikan, Pelatihan dan;
• kesesuaian pernyataan untuk format deskripsi. pernyataan untuk deskripsi format kesesuaian.
The lampirannya menunjukkan contoh penggunaan dan didasarkan pada Perancis 'Kode Tata Laku dalam e-Learning' (AFNOR Z 76-001) dan Jerman DIN 1032-1 PAS.PERUSAHAAN menunjukkan contoh-contoh penggunaannya didasarkan dan Perancis PADA 'Kode Etik KESAWAN e-Learning' (AFNOR Z 76-001) dan DIN Jerman PAS 1,032-1. Selain itu, suatu lampiran pada Referensi Kriteria Kualitas (RQC) dimasukkan.Selain ITU, PERUSAHAAN PADA sebuah Kriteria KUALITAS Referensi (RQC) disertakan.
ISO / IEC 19796-1 adalah bagian pertama dari suatu kerangka menyeluruh yang dijadwalkan akan dikembangkan selama dua tahun ke depan dan yang akan mencakup dokumen-dokumen berikut:: ISO / IEC 19796-1 adalah Name of Pertama Dari keseluruhan Kerangka dijadwalkan akan dikembangkan Yang selama doa years dan akan Yang berikut mencakup Dokumen-Dokumen::
Bagian 2: model Kualitas, akan menyelaraskan aspek sistem mutu dan hubungan mereka dan akan memberikan orientasi bagi seluruh stakeholder. Name of 2: KUALITAS model, menyelaraskan Aspek mutu dan sistem akan sales dan mereka akan memberikan orientasi BAGI * Semua stakeholder. Ini tidak akan memberlakukan implementasi tertentu tapi akan, sebaliknya, fokus pada hasil yang diharapkan mereka.Regular tidak akan Checklists Memverifikasi Daftar nama tertentu Implementasi akan tetapi, sebaliknya, PADA dimaksudkan Hasil FOKUS.
Bagian 3: Referensi metode dan metrik, akan menyelaraskan format untuk menggambarkan metode dan metrik untuk manajemen mutu dan jaminan. Name of 3: Referensi metode dan metrik, format akan menyelaraskan untuk mendeskripsikan metode dan metrik KUALITAS Policy dan OTHER. Ini akan memberikan kumpulan metode referensi yang dapat digunakan untuk mengelola dan memastikan kualitas dalam konteks yang berbeda. Ini akan menyediakan metode Koleksi referensi dapat Yang perlengkapan untuk mengelola dan memastikan KUALITAS KESAWAN Yang konteks berbeda. Bagian ini selanjutnya akan menyediakan koleksi metrik referensi dan indikator yang dapat digunakan untuk mengukur kualitas proses, produk, komponen, dan jasa. Suami akan lebih memberikan Koleksi referensi Name of metrik dan Indikator Yang dapat perlengkapan untuk mengukur proses KESAWAN KUALITAS, Produk, Komponen, dan jasa.
Bagian 4: Best praktek dan pedoman pelaksanaan, akan memberikan harmonis kriteria untuk identifikasi praktek terbaik, pedoman untuk adaptasi, pelaksanaan, dan penggunaan dari standar ini multi-bagian, dan akan berisi satu set kaya contoh-contoh praktek terbaik. Name of 4: dan petunjuk pelaksanaan latihan Terbaik, Kriteria diselaraskan akan memberikan identifikasi praktek Terbaik, Pedoman BAGI adaptasi, pelaksanaan, penggunaan standar Suami dan multi-Name of, dan akan berisi serangkaian kaya Terbaik contoh-contoh praktek.
Redlaunch akan menerapkan Bagian 2-4 seperti yang mereka dilepaskan. Bagian Redlaunch akan Checklists Memverifikasi Daftar nama 2-4 ketika mereka dilepaskan.

Teknik Dasar Drible (Menggiring bola)

Dribe atau menggiring bola adalah menguasai bola dengan berlari dan tetap menjaga posisi bola agar tetap berada dekat dan dalam penguasaan kita.Teknik drible ini biasanya digunakan untuk..... melewati/mengecoh lawan. Kita bisa melakukan latihan drible dengan cara yang bervariasi, contoh : buatlah 4 sampai 5 penghalang berjarak sama, kemudian mulailah mendrible bola (menggiring)melewati penghalang tersebut dengan gerakan zig-zag. Usahakan bola jangan sampai menyentuh penghalang. Pada awal latihan, penghalang bisa dibuat dengan jarak yang agak lebar. Jika sudah merasa lancar jarak penghalang bisa dipersempit.
Teknik Dasar Menendang bola
Menendang adalah hal yang hampir setiap saat kita lakukan dalam permainan sepak bola. Jadi seorang pemain mutlak harus bisamenendang dengan cara yang benar. Dalam permainan sepak bola,menendang..... dapat dilakukan dengan kaki bagian luar atau bagian dalam. Untuk melakukan latihan ini, bisa dilihat pada gambar.
Menendang dengan kaki bagian luar
Menendang dengan kaki bagian dalam
Dalam prakteknya menendang dengan kaki bagian luar biasanya lebih sulit dilakukan dibandingkan dengan kaki bagian dalam. Tapi itu bukan mustahil untuk dilakukan, lakukan latihan secara rutin dan bertahap, jika sudah semakin lancar bisa dilakukan dengan menggabung gerakan lainnya. Misalkan dengan lari.

HEADING BALL (SUNDULAN)

Heading adalah menanduk/menendang bola degan kepala atau dalam bahasainggris disebut heading ball. Dalam permainan sepak bola, sundulan yang terarah sangat bermanfaat untuk mengawali serangan efektif, atau bahkan bisa menghasilkan gol. Latihan heading bisa dilakukan dengan banyak variasi, salah satunya adalah penguasaan bola dengan kepala. Tentu cara ini agak sulit, karena harus terus..... mempertahankan bola di udara. Namun, hal ini bukan mustahil untuk dilakukan. Jika sudah biasa dilakukan, latihan seperti ini akan menyempurnakan kemampuan heading. Contoh yang bisa dilakukan adalah kita membuata area latihan yang kira-kira cukup untuk bermain 2 tim, masing-masing tim terdiri dari 6 orang. Bola diawali dari lemparan pemain netral ke salah satu tim. Kemudian, tim itu harus berusaha menguasai dengan baik, jangan sampai terebut pemain lawan. Sundulan bola dari kepala ke kepala rekannya. Heading yang dilakukan tidak boleh sembarang heading, tapi harus bisa mengarah ke tempat yang dituju dengan arah yang baik. Jika bola jatuh atau terebut, maka penguasaan bola diganti tim lainnya. Begitu seterusnya. Kesulitan lambat laun akan berkurang. Itu artinya kemampuan mengarahkan sundulan semakin baik dan akan bermanfaat dalam permainan.

BOLA VOLI

LAPANGAN PERMAINAN
Ukuran lapangan bola voli yang umum adalah 9 meter x 18 meter. Ukuran tinggi net putra 2,43 meter dan untuk net putri 2,24 meter. Garis batas serang untuk pemain belakang berjarak 3 meter dari garis tengah (sejajar dengan jaring). Garis tepi lapangan adalah 5 cm.
CARA PERMAINAN
Permainan ini dimainkan oleh 2 tim yang masing-masing terdiri dari 6 orang pemain dan berlomba-lomba mencapai angka 25 terlebih dahulu.
Dalam sebuah tim, terdapat 4 peran penting, yaitu tosser (atau setter), spiker(smash), libero, dan defender (pemain bertahan). Tosser atau pengumpan adalah orang yang bertugas untuk mengumpankan bola kepada rekan-rekannya dan mengatur jalannya permainan. Spiker bertugas untuk memukul bola agar jatuh di daerah pertahanan lawan. Libero adalah pemain bertahan yang bisa bebas keluar dan masuk tetapi tidak boleh men-smash bola ke seberang net. Defender adalah pemain yang bertahan untuk menerima serangan dari lawan.
Permainan voli menuntut kemampuan otak yang prima, terutama tosser.Tosser harus dapat mengatur jalannya permainan. Tosser harus memutuskan apa yang harus dia perbuat dengan bola yang dia dapat, dan semuanya itu dilakukan dalam sepersekian detik sebelum bola jatuh ke lapangan sepanjang permainan. Permainan ini dimainkan oleh 2 tim yang masing-masing terdiri dari 6 orang pemain dan mengusahakan untuk mencapai angka 25 terlebih dahulu untuk memenangkan suatu babak.
SEJARAH
Pada awal penemuannya, olahraga permainan bola voli ini diberi namaMintonette. Olahraga Mintonette ini pertama kali ditemukan oleh seorang Instruktur pendidikan jasmani (Director of Phsycal Education) yang bernamaWilliam G. Morgan di YMCA pada tanggal 9 Februari 1895, di Holyoke,Massachusetts (Amerika Serikat).
William G. Morgan dilahirkan di Lockport, New York pada tahun 1870, dan meninggal pada tahun 1942. YMCA (Young Men’s Christian Association) merupakan sebuah organisasi yang didedikasikan untuk mengajarkan ajaran-ajaran pokok umat Kristen kepada para pemuda, seperti yang telah diajarkan oleh Yesus. Organisasi ini didirikan pada tanggal 6 Juni 1884 di London,Inggris oleh George William.
Setelah bertemu dengan James Naismith (seorang pencipta olahraga bola basket yang lahir pada tanggal 6 November 1861, dan meninggal pada tanggal 28 November 1939), Morgan menciptakan sebuah olahraga baru yang bernama Mintonette. Sama halnya dengan James Naismith, William G. Morgan juga mendedikasikan hidupnya sebagai seorang instruktur pendidikan jasmani. William G. Morgan yang juga merupakan lulusan Springfield College of YMCA, menciptakan permainan Mintonette ini empat tahun setelah diciptakannya olahraga permainan basketball oleh James Naismith. Olahraga permainan Mintonette sebenarnya merupakan sebuah permainan yang diciptakan dengan mengkombinasikan beberapa jenis permainan. Tepatnya, permainan Mintonette diciptakan dengan mengadopsi empat macam karakter olahraga permainan menjadi satu, yaitu bola basket, baseball, tenis, dan yang terakhir adalah bola tangan (handball). Pada awalnya, permainan ini diciptakan khusus bagi anggota YMCA yang sudah tidak berusia muda lagi, sehingga permainan ini-pun dibuat tidak seaktif permainan bola basket.
Perubahan nama Mintonette menjadi volleyball (bola voli) terjadi pada pada tahun 1896, pada demonstrasi pertandingan pertamanya di International YMCA Training School. Pada awal tahun 1896 tersebut, Dr. Luther Halsey Gulick (Director of the Professional Physical Education Training School sekaligus sebagai Executive Director of Department of Physical Education of the International Committee of YMCA) mengundang dan meminta Morgan untuk mendemonstrasikan permainan baru yang telah ia ciptakan di stadion kampus yang baru. Pada sebuah konferensi yang bertempat di kampus YMCA, Springfield tersebut juga dihadiri oleh seluruh instruktur pendidikan jasmani. Dalam kesempatan tersebut, Morgan membawa dua tim yang pada masing-masing tim beranggotakan lima orang.
Dalam kesempatan itu, Morgan juga menjelaskan bahwa permainan tersebut adalah permainan yang dapat dimainkan di dalam maupun di luar ruangan dengan sangat leluasa. Dan menurut penjelasannya pada saat itu, permainan ini dapat juga dimainkan oleh banyak pemain. Tidak ada batasan jumlah pemain yang menjadi standar dalam permainan tersebut. Sedangkan sasaran dari permainan ini adalah mempertahankan bola agar tetap bergerak melewatinet yang tinggi, dari satu wilayah ke wilayah lain (wilayah lawan).

Urutan serve
Penghitungan angka
Aturan permainan dari bola voli adalah:
1. Jika pihak musuh bisa memasukkan bola ke dalam daerah kita maka kita kehilangan bola dan musuh mendapatkan nilai
2. Serve yang kita lakukan harus bisa melewati net dan masuk ke daerah musuh. Jika tidak, maka musuh pun akan mendapat nilai
Sistem Pertandingan
• Sistem pertandingan menggunakan sistem setengah kompetisi yang terdiri dari 8 tim dan akan
disitribusikan ke dalam 2 (dua) group, masing-masing group terdiri dari 4 (empat) tim.
• Setiap tim terdiri dari 10 pemain meliputi 6 pemain inti yang bermain di lapangan dan 4 pemain cadangan.
• Pergantian pemain inti dan cadangan pada saat pertandingan berlangsung tidak dibatasi.
• Pertandingan tidak akan ditunda apabila salah satu atau lebih dari satu anggota tim sedang bermain untuk cabang olahraga yang
lain.
• Jumlah pemain minimum yang boleh bermain di lapangan adalah 4 orang.
• Apabila di lapangan terdapat kurang dari 4 orang, maka tim yang bersangkutan akan dianggap kalah.
• Setiap pertandingan berlangsung 3 babak (best of three), kecuali pada 2 babak sudah di pastikan pemenangnya maka babak ke tiga tidak perlu dilaksanakan.
• Sistem hitungan yang digunakan adalah 25 rally point. Bila poin peserta seri (24-24) maka pertandingan akan ditambah 2 poin. Peserta yg pertama kali unggul dengan selisih 2 poin akan memenangi pertandingan.
• Kemenangan dalam pertandingan penyisihan mendapat nilai 1. Apabila ada dua tim atau lebih mendapat nilai sama, maka penentuan juara group dan runner-up akan dilihat dari kualitas angka pada tiap-tiap set yang dimainkan.
• Kesalahan meliputi:
o Pemain menyentuh net atau melewati garis batas tengah lapangan lawan. o Tidak boleh melempar ataupun menangkap bola. Bola volley harus di pantulkan tanpa mengenai dasar lapangan. o Bola yang dipantulkan keluar dari lapangan belum dihitung sebagai out sebelum menyentuh permukaan lapangan. o Pada sat servis bola yang melewati lapangan dihitung sebagai poin bagi lawan, begitu juga sebaliknya penerima servis lawan yang membuat bola keluar dihitung sebagai poin bagi lawan. o Seluruh pemain harus berada di dalam lapangan pada saat serve dilakukan. o Pemain melakukan spike di atas lapangan lawan. o Seluruh bagian tubuh legal untuk memantulkan bola kecuali dengan cara menendang. o Para pemain dan lawan mengenai net 2 kali pada saat memainkan bola dihitung sebagai double faults.
• Setiap team diwajibkan bertukar sisi lapangan pada saat setiap babak berakir. Dan apabila dilakukan babak penetuan (set ke 3) maka tim yang memiliki nilai terendah boleh meminta bertukar lapangan sesaat setelah tim lawan mencapai angka 13.
• Time out dilakukan hanya 1 kali dalam setiap babak dan berlangsung hanya 1 menit.
• Diluar dari aturan yang tertera disini, peraturan permainan mengikuti peraturan international.
• Sistem pertandingan menggunakan sistem setengah kompetisi yang terdiri dari 8 tim dan akan disitribusikan ke dalam 2 (dua) group, masing-masing group terdiri dari 4 (empat) tim.
• Setiap tim terdiri dari 10 pemain meliputi 6 pemain inti yang bermain di lapangan dan 4 pemain cadangan.
• Pergantian pemain inti dan cadangan pada saat pertandingan berlangsung tidak dibatasi.
• Pertandingan tidak akan ditunda apabila salah satu atau lebih dari satu anggota tim sedang bermain untuk cabang olahraga yang lain.
• Jumlah pemain minimum yang boleh bermain di lapangan adalah 4 orang.
• Apabila di lapangan terdapat kurang dari 4 orang, maka tim yang bersangkutan akan dianggap kalah.
• Setiap pertandingan berlangsung 3 babak (best of three), kecuali pada 2 babak sudah di pastikan pemenangnya maka babak ke tiga tidak perlu dilaksanakan.
• Sistem hitungan yang digunakan adalah 25 rally point. Bila poin peserta seri (24-24) maka pertandingan akan ditambah 2 poin. Peserta yg pertama kali unggul dengan selisih 2 poin akan memenangi pertandingan.
• Kemenangan dalam pertandingan penyisihan mendapat nilai 1. Apabila ada dua tim atau lebih mendapat nilai sama, maka penentuan juara group dan runner-up akan dilihat dari kualitas angka pada tiap-tiap set yang dimainkan.
• Kesalahan meliputi:
o Pemain menyentuh net atau melewati garis batas tengah lapangan lawan. o Tidak boleh melempar ataupun menangkap bola. Bola volley harus di pantulkan tanpa mengenai dasar lapangan. o Bola yang dipantulkan keluar dari lapangan belum dihitung sebagai out sebelum menyentuh permukaan lapangan. o Pada sat servis bola yang melewati lapangan dihitung sebagai poin bagi lawan, begitu juga sebaliknya penerima servis lawan yang membuat bola keluar dihitung sebagai poin bagi lawan. o Seluruh pemain harus berada di dalam lapangan pada saat serve dilakukan. o Pemain melakukan spike di atas lapangan lawan. o Seluruh bagian tubuh legal untuk memantulkan bola kecuali dengan cara menendang. o Para pemain dan lawan mengenai net 2 kali pada saat memainkan bola dihitung sebagai double faults.
• Setiap team diwajibkan bertukar sisi lapangan pada saat setiap babak berakir. Dan apabila dilakukan babak penetuan (set ke 3) maka tim yang memiliki nilai terendah boleh meminta bertukar lapangan sesaat setelah tim lawan mencapai angka 13.
• Time out dilakukan hanya 1 kali dalam setiap babak dan berlangsung hanya 1 menit.
• Diluar dari aturan yang tertera disini, peraturan permainan mengikuti peraturan international.